Monday, June 30, 2014

Ramadhan's Daily 2: Read or Listen Al-Qur'an

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalammu'alaikum. Hari kedua, gimana masih semangat jalanin puasanya? Tentu harus dong ya, kan biar pahalanya dilipatgandakan sama Allah. Amin...

Di 2 Ramadhan ini, sudah menjalankan apa saja? Shalat wajibnya udah tepat waktu belum? Tambah shalat sunah rawatib juga nggak tuh? Eh, tadarus Al-Qur’an-nya udah sampai mana? Selain itu, udah ngapain aja? Jangan dijawab dengan tidur sampai Maghrib buat nungguin buka puasa ya, qiqi.

Ramadhan kali ini, Syifa nargetin diri sendiri untuk khatam Al-Qur’an dalam sebulan. Kalau lihat dua tahun ke belakang, niat yang satu ini agak susah terpenuhi. Soalnya, selalu ada halangan, apalagi bagi perempuan yang biasa kedatangan tamu bulanan. Duuuh, kadang suka sedih ya, harapannya sih Satu Hari Satu Juz, tapi kalau misalnya bolong 7 hari, berarti harus ngerapel 7 juz dong, belum lagi kalau Ramadhan-nya bolong dua periode, biasanya antara awal sama akhir. Pernah mengalami yang gitu (untuk yang perempuan)?

Nah, untuk tahun ini, Syifa nggak mau gitu lagi ah. Jadinya, sehari paling nggak tamat 2 juz, atau sedikitnya 1,5 juz. Agak memaksakan memang, dan memang harus dipaksakan sih, karena kalau nggak, bisa aja malas buat tadarus Al-Qur’an. Iya kan? *karena motivasi ‘terpaksa’ itu sebenarnya baik kok*



Al-Qur’an is Your Bestest Friend. Siapa yang ingat salah satu hadist berikut, yang menyatakan bahwa di hari Kiamat nanti, Al-Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi mereka yang rajin membacanya. 

“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya Al-Qur’an itu akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafa’at bagi orang yang membacanya.”

Siapa nih yang di akhirat kelak pengin dibantu dengan pahala kita ketika membaca Al-Qur’an semasa di dunia? Ngacung! Pasti semua mau dong, nggak sulit kok mendapatkannya. Baca blog post Syifa aja bisa, masa baca Al-Qur’an nggak bisa? Hehe...

Recite or Listen to the Fullest. Ada banyak cara bagi kita untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Selain membaca, kita juga bisa mendengarkan Al-Qur’an. Caranya? Pasang MP3 ayat-ayat Al-Qur’an, terserah deh mau di handphone, iPod, laptop, ataupun cari siaran radio yang putar ayat-ayat Al-Qur’an.

Tapi masalahnya, ini boleh nggak sih? Nah, satu pembelajaran baru lagi buat kita semua (termasuk Syifa), mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan cara seperti mendengarkan musik (kaset murattal) sah-sah aja kok, malah biasanya kita suka lebih merasa nyaman dan mudah menghafal kan kalau dengan cara ini. Ya, anggaplah seperti mendengarkan musik yang biasa kita dengar. Tapi selalu diingat, jangan hanya mendengarkan, tapi juga sekaligus disimak.

Coba dulu deh, untuk satu bulan ke depan, playlist lagu-lagu lain dipindahkan dulu, ganti dengan ayat-ayat murattal Al-Qur’an. InsyaAllah, Syifa juga lagi pindahin dulu playlist lagu-lagunya Tulus, Raisa, Maudy Ayunda, dan teman-temannya untuk diganti sementara dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Paling nggak, hal ini bisa efektif juga kalau seandainya perempuan berhalangan dan nggak bisa baca Al-Qur’an untuk sementara waktu. Asal... jangan melulu dengerin MP3 player ya, ya sama aja bohong kalau kita nggak ‘baca’ Al-Qur’an-nya, hehe.

by.asysyifaahs♥ 

Ramadhan's Daily 1: Assalammu'alaikum Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalammu'alaikum. Alhamdulillah memasuki hari pertama di bulan Ramadhan. Bagaimana puasa pertamanya? Mulai kerasa kruyuk-kruyuk karena lapar nggak tuh? Semoga kuat sampai adzan Maghrib ya, mesti kuat dong malu-maluin soalnya kalau anak segede aku batal puasa.

Seperti yang telah dijelaskan di awal, Ramadhan kali ini Syifa mau belajar mengisi Buku Ramadhan lagi, tapi versinya ditulis di blog. Buat teman-teman yang mau ikut barengan Syifa juga boleh lho, hayuk aja!

Dulu, biasanya di lembar pertama di Kajian Ramadhan, isinya hampir sama dari tahun ke tahun, mengenai pengertian puasa. Nah, sekarang kita belajar lagi yuk arti puasa itu apa, mungkin aja kan banyak di antara kita yang sering berpuasa tapi belum paham makna dari artinya :)

Puasa secara bahasa artinya menahan. Sedangkan menurut istilah, puasa adalah menahan diri dari makan, minum dan semua perkara yang membatalkan puasa sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, dengan syarat-syarat tertentu.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." (Q.S. Al-Baqarah: 183)

Dalam Ramadhan’s Daily, Syifa nggak akan bahas teori ah, kecuali sedikit, takutnya malah disebut menggurui dan memang belum pantas. Jadi, anggaplah Ramadhan’s Daily itu semacam curahan hati dalam menjalani bulan Ramadhan ini, yayayaya...


Set A Mission. Mulai rencanakan yuk kegiatan-kegiatan yang bakal kita jalanin di bulan Ramadhan ini. Nggak harus banyak-banyak, yang penting kita sanggup jalaninnya. Dibiasakan dari shalat wajib tepat waktu, tambah shalat sunah rawatib makin bagus, setelahnya tadarus Al-Qur’an, terus bantu-bantu orangtua di rumah, atau melakukan hal lain yang lebih bermanfaat. Nggak usah yang sulit dulu, asal niatnya baik, InsyaAllah Allah meridhai :D

Try To Commit. Cobalah berkomitmen terhadap apa yang telah kita rencanakan tadi. Berusaha sebaik mungkin menjalankan apa yang akan kita lakukan di Ramadhan kali ini. Pastinya, teman-teman nggak mau dong Ramadhan dari tahun ke tahun rasanya gitu-gitu aja, nggak ada perkembangan yang meningkat tiap tahunnya. Sayang lho kalau Ramadhan ini diisi dengan malas-malasan, jadi yuk coba satu per satu kegiatan agamis. Like I said before, nggak usah yang sulit, yang mudah tapi kalau rutin, InsyaAllah akan jadi kebiasaan. Jadi, istiqamah ya!

Till The End of Ramadhan. Kalau yang ini sih, sebenarnya masih amat-sangat-lama, eh nggak deng, kecuali kita menanti Ramadhan seolah-olah bergulir aja. Jangan pikirin lebaran dulu, masih ada 29 hari lainnya. Nggak usah pikiran baju baru, opor ayam, ketupat, apalagi salam tempel, itu masih lama lho. Ingat juga bahwa setelah berakhir Ramadhan, bukan berarti kegiatan positif yang sudah kita lakukan juga berakhir. Pokoknya, jalani aja hari-hari pertama Ramadhan ini :D

by.asysyifaahs♥

Sunday, June 29, 2014

Projek Ramadhan ASYSYIFAAHS

Assalammu'alaikum... Alhamdulillah ya sudah masuk 1 Ramadhan, selamat menjalankan ibadah puasa bagi teman-teman Muslim, semoga puasa di bulan Ramadhan kali ini dapat menjadi berkah dan diterima oleh Allah SWT. Amin...

Nah, dalam kesempatan kali ini, sekaligus mengisi blog yang sudah agak lama hening, Syifa mau kembali lagi bikin blog post keroyokan aaah. Maksudnya apa? Ya semacam blog post di projek #1Hari1Ayat yang beberapa waktu lalu pernah Syifa ikuti :D

Dulu, teman-teman suka ingat nggak kalau di bulan Ramadhan, kita selalu punya Buku Ramadhan atau biasa disebut Buku Kegiatan Ramadhan Siswa. Nah, pasti teman-teman pernah punya ya, apalagi saat kita masih duduk di bangku sekolah. FYI, Syifa juga masih sekolah kok, Alhamdulillah sudah naik kelas 11, tapi untuk tahun lalu (dan mungkin tahun sekarang), buku Ramadhan hanya ada di kegiatan sanlat, beda dengan masa-masa SD dimana buku Ramadhan harus diisi selama satu bulan penuh. Iya kan?

Sesi Tanda Tangan Ustadz, tanda bukti di buku Ramadhan
Maka itulah, Syifa jadi kangen lagi ketika mengisi Buku Kegiatan Ramadhan Siswa, walaupun niatnya untuk mendapatkan nilai dari guru, tapi rasanya puasa kita jadi lebih semangat, sebab ada motivasi untuk mendapatkan nilai terbaik, baik dari Allah (berupa pahala karena lebih meningkatkan kegiatan islami) maupun dari guru Agama (berupa nilai karena telah mengerjakan tugas).

Nah, karena buku Ramadhan Syifa juga udah nggak tau kemana, maklum lah ya kan memang sudah lama nggak mengisi lagi, hehe. Jadi, untuk projek Ramadhan kali ini, Syifa juga mau isi buku Ramadhan aaaah. Bedanya, menulisnya bukan di 'buku' sebenarnya, tapi di blog, sekalian berbagi juga. Biasanya, di buku Ramadhan kan suka ada beberapa poin yang perlu diisi, seperti Kegiatan Shalat (Shalat Wajib, Shalat Tarawih, dan Shalat Sunah), Kegiatan Tadarus, dan juga Kegiatan Pengajian yang biasanya diisi dengan materi pengajian yang berkenaan dengan Ramadhan. Untuk itu juga, Syifa punya konsep demikian. Nanti deh kita lihat contoh post pertama ya :)


Marhaban Ya Ramadhan
Minal Aidzin Wal Faidzin
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
Semoga Allah Menerima Amal Ibadah Puasa Kita

#1Hari1Masjid: Masjid Ash-Shiddiq

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalammu'alaikum. Ini adalah blog post yang diikutkan dalam projek #1Hari1Masjid dari Kak Prima, post yang ini juga sudah dipublikasikan di blog ThePrimadita, disini. Selamat membaca ya :)


***
 
Hai, kali ini Syifa akan menceritakan sebuah masjid dalam rangka projek #1Hari1Masjid dari Kak Prima. Jadi, untuk itu Syifa pilih Masjid ASH-SHIDDIQ SMAN 1 Cililin yang terletak di areal SMA Negeri 1 Cililin, Jl. Radio Cililin No. 5 Kec. Cililin Kab. Bandung Barat 40562 Jawa Barat.


Masjid ini dibangun beberapa tahun lalu, sebelum Syifa masuk sekolah ini tentunya, dan diresmikan tahun 2010. Memang masih terbilang ‘baru’ sih jika dibandingkan dengan umur sekolah yang sudah mencapai 41 tahun. Ini karena sebelumnya memang belum ada masjid dan tradisi memakai seragam panjang (khususnya untuk siswi perempuan) belum diberlakukan.

Pembangunan masjidnya sendiri memang cukup butuh perjuangan. Kalau dengar penjelasan dari guru PAI kami, Bapak H. Asep Nurul, masjid ini sebenarnya dibangun dari hasil kéncléng uang recehan. Tiap harinya, ada kebiasaan bagi siswa untuk menabung di kéncléng (semacam celengan), kadang disebutnya tusri alias seratus sehari. Dan untuk para guru sendiri, menyisihkan sekitar Rp. 2000-5000 per harinya. Awalnya, Pak H. Asep menambahkan, banyak yang kurang optimis dengan kebiasaan kéncléng ini tiap harinya, banyak di antara para guru saat itu yang kurang percaya bahwa dengan hasil recehan pasti nggak akan mungkin bisa bangun masjid dengan biaya yang tentunya nggak sedikit. Namun, berkat kegigihan dari guru Agama kami pulalah, akhirnya beberapa tahun kemudian, bisa berdiri kokoh masjid ini di tengah areal SMA Negeri 1 Cililin.

Kalau mendengar perjuangan pembangunannya, banyak dari kami—siswa baru yang sering dapat cerita lama ini—selalu merasa kagum, seolah-olah hanya dengan uang recehan bisa membangun masjid ini. SubhanAllah ya :)



Nah, biasanya apa aja sih kegiatan yang sering dilakukan di Masjid ASH-SHIDDIQ ini? Berhubung Syifa ini mantan anggota KDA/ROHIS SMAN 1 Cililin, jadi sedikit banyak cukup taulah apa kegiatannya. Yang namanya masjid, tentu saja untuk beribadah, dan tiap harinya pasti masjid ini nggak pernah absen dari kegiatan shalat, apalagi waktu shalat Dzuhur dan Ashar dimana masih banyak siswa yang masih di sekolah. Selain kegiatan shalat, masjid juga biasanya dijadikan tempat diskusi dari ekstrakulikuler KDA Ash-Shiddiq. Nggak hanya itu, dalam bulan tertentu, masjid juga bisa lebih ramai lagi. Misalnya, mendekati bulan Ramadhan ini, masjid biasa dijadikan sebagai tempat sanlat, tempat tarawih, tadarus, dan kegiatan agamis lainnya.

Tahun lalu, pas bulan Ramadhan 1434 H, Syifa juga jadi panitia sanlat. Nah, waktu itu masjid jadi pusat kegiatannya, mulai dari shalat berjamaah, tarawih berjamaah, shalawat berjamaah, tadarus berjamaah, hingga tidur berjamaah. Eh, yang terakhir sih nggak, nggak semuanya, karena itu khusus untuk panitia aja, hehe. Cerita menarik ketika sanlat di bulan Ramadhan tahun lalu adalah, keseruan saat tidur di masjid bareng temen-temen. Walau memang, banyak di antara kita yang tahu, masjid bukan tempat tidur dan tidur seharusnya bukan di masjid, hehe. Tahun lalu, yang kebagian tidur di masjid memang hanya untuk panitia akhwat saja, nggak tau kalau panitia ikhwan, entah di lapangan atau mungkin di kelas-kelas.


Serunya adalah, aku bareng teman-teman yang lain, ada Selly, Nurghi, Rezka, Ririn, Han-Han, bisa tidur dengan pulas waktu di masjid. Kita bisa tenang dan juga ngobrol (+ngemil) bareng tanpa harus ribut memikirkan acara. Walaupun nggak bawa selimut dan bantal, karena beralaskan sajadah dan ditutupi kain aja, rasanya nyaman banget, apalagi itu pengalaman pertama aku nginep di sekolah, hehe.

Semoga, untuk Ramadhan kali ini, walau aku tahu nggak ada kesempatan untuk jadi panitia lagi, Ramadhan bisa bikin Masjid ASH-SHIDDIQ lebih ramai dan lebih berkah. Amin Allahuma Amin...


Wednesday, June 18, 2014

Giveaway Novel Tak Bisa ke Lain Hati


Judul: Tak Bisa ke Lain Hati
Penulis: Feni Yuli
Penyunting: Fatimah Azzahrah

Penerbit: Media Pressindo

Ukuran: 13 x 19 cm

Tebal: 168 halaman

ISBN: 978-979-911-432-7

Harga: Rp32.000,- *)


“When you say it’s ok, it means not. When you say not, it means it’s ok,”  jelas Vano.

Yang ada di kepala Kania:

“Aku pikir kamu nggak sama dengan yang lainnya. Tapi itu memang cuma pikiranku aja. Dan apa yang ada di pikiran seringnya nggak cocok sama kenyataan.”

Yang ada di kepala Vano:

“Baru jadi pacar aja udah nge-force. Nggak boleh inilah, nggak boleh itulah. Apalagi kalo udah jadi suami istri?”

***

Ada yang tidak wajar. Kania mengendus sesuatu yang tidak beres antara Vano, pacarnya, dan Felia, adik kelasnya yang kegatelan itu. Tapi Kania cuma bisa memasang muka cemberut tiap kali melihat kedua orang itu berbincang-bincang.

Mungkin cemburu memang tanda cinta, tapi kalau berlebihan, Vano bisa dihantam pusing seratus keliling. Lagi pula sebagai pacar, Kania benar-benar tidak tahu siapa dirinya yang sebenarnya dan bagaimana kehidupannya. Lebih tepatnya, belum tahu….

 

Novel pertama karya Feni Yuli, sudah terbit dan bisa di dapatkan di Toko Buku Gramedia terdekat di kota kamu. Kamu juga bisa mendapatkannya secara online melalui bukukita atau bukabuku. Mau mendapatkannya secara cuma-cuma? Ada 3 novel yang akan di bagikan. Yuk ikutan! :)

Caranya :
1.) Via Facebook
- Kamu harus berteman dengan Feni di facebook ( https://www.facebook.com/FELIA27 )
- Upload cover novel Tak Bisa ke Lain Hati di Timeline kamu. copy paste note ini di captionnya. Tambahkan tulisan Giveaway novel Tak Bisa ke Lain Hati di bagian paling atas sebelum nama penulis.
- Tag 27 orang temanmu. (Termasuk Feni)
- Kirimkan data diri kamu (nama asli, nama facebook, alamat, nomor telepon) ke feni_yuli_a@yahoo.com dengan subjek Tak Bisa ke Lain Hati. (Facebook)


2.) Via twitter
- Kamu harus follow @fya27 dan @MedpressFiksi
- Kirimkan data diri kamu (nama asli, nama twitter, alamat, nomor telepon) ke feni_yuli_a@yahoo.com dengan subjek Tak Bisa ke Lain Hati (Twitter)
- Tweet status ini ke 10 orang temanmu : Ikutan giveaway novel #TakBisakeLainHati @fya27 yuk! caranya di =>  http://fya27.blogspot.com/2014/06/giveaway-novel-tak-bisa-ke-lain-hati.html


3.) Via Kompasiana / Goodreaders / Wordpress / Kaskus / Blogspot
- Posting note ini ke di blog kamu
- Judul postingannya " Giveaway novel Tak Bisa ke Lain Hati " sertakan juga cover novelnya. 
- Kirimkan link postingan kamu dan data diri (nama asli, alamat, nomor telepon) ke feni_yuli_a@yahoo.com dengan subjek Tak Bisa ke Lain Hati (Kompasiana / Goodreaders /Wordpress / Kaskus / Blogspot)


NB :  
- Giveaway ini diadakan mulai tanggal 14 juni - 31 juli 2014
- Akan di pilih masing - masing 1 pemenang dari tiap cara  
- Nama - nama peserta akan di update disini : http://fya27.blogspot.com/  
- Pemenang diumumkan tanggal 3 Agustus 2014
- Peserta boleh mengikuti melalui semua cara untuk memperbesar kemungkinan mendapatkannya (Twitter,Facebook dan Blog)

Gimana? Gampang kan? Yuk ikutan! ^.^

Sunday, June 15, 2014

Surat Untuk Abah

Assalammu'alaikum...

Selamat pagi Abah, apa kabarnya? Ah iya, padahal baru kemarin malam kita bertiga mengobrol via telepon, bareng Mamah yang saat itu serasa kita memang saling bertatap muka.


Lima hari yang lalu, tepat 10 Juni, Abah makin menua ya, tambah umur jadi 43 tahun. Selamat menua, sebagai anak aku hanya bisa mengucapkan terimakasih sudah mau menjadi ayah dari aku dan Ikmal, terimakasih sudah mau menjadi ayah yang paling terbaik untuk kami berdua.

Nggak banyak yang bisa aku kasih, nggak seperti teman-temanku kebanyakkan kalau mereka merayakan hari ulang tahun orangtuanya. Kadang, aku merutuki diriku sendiri, kenapa nggak bisa sekadar membeli kue ulang tahun atau mungkin sebuah kado berisi sepatu dan lainnya. Tapi aku lebih malu lagi kalau aku cuma bisa tulis surat ini. Dan hari ini, yang katanya menjadi Hari Ayah, aku juga sama nggak bisa apa-apanya selain menulis surat yang kutulis di blog. Andai Abah tahu, mungkin aku merasa geli sendiri kalau seandainya Abah memang membaca tulisan ini.

14 tahun selama aku hidup ini, entah sudah berapa banyak perjuangan yang Abah dan Mamah lakukan untuk aku--khususnya, dan juga Ikmal. Banyak orang bilang, anak perempuan biasanya lebih dekat dengan ayah, sedangkan anak laki-laki biasanya lebih dekat dengan ibu. Dalam keluarga kita, bisa jadi itu benar, bahkan golongan darah kita sama kan? Sama-sama AB, hehe. Sayangnya, aku punya tabiat yang pasti berlawanan sama Abah, iya kan? Semakin hari, aku tuh semakin jadi pembangkang, kadang lama-lama kesal juga karena keinginanku nggak pernah ada yang diturutin.

"Kalau memang itu yang terbaik dan bisa bikin senang kamu, Abah usahain kok, cari tambahan ke teman-teman Abah, tunda sebentar dulu keinginannya." Abah pasti selalu bilang gitu buat nenangin aku, tapi saking manjanya, kadang aku merajuk sendiri, ingin cepat-cepat keinginan itu terkabul.

Beberapa hari yang lalu, aku baru mengatakan sama Abah kalau aku ikut suatu acara yang mengharuskan adanya bayaran administrasi. Aku tahu Abah pasti kaget, karena memang sebelumnya aku nggak izin sama siapa pun termasuk Mamah, aku nekat. Dan apa yang terjadi? Dugaan aku benar, Abah nggak bisa memenuhi keinginan aku itu dan menggagalkan keinginan dari semenjak beberapa tahun yang lalu. Kalau boleh jujur, aku kecewa, baru kali ini mimpi terbesarku gagal, hanya karena Abah nggak mau bantu aku bayar administrasinya. Bukannya Abah selalu bilang, kalau memang hal positif dan ini baik buat aku, Abah pasti mengusahakannya? Kenapa sekarang nggak? Kenapa di saat mimpi aku untuk menjadi kebanggaan orangtua, keluarga, sekolah, bahkan provinsi, Abah nggak bisa? Aku kecewa.

Tapi lagi-lagi, Abah dengan tenangnya menasihati aku lagi, walaupun aku harus kecewa dan gagal, aku jadi sadar, aku lebih bangga punya bapak kayak Abah. Abah memang nggak kaya dengan uang seperti papa temanku, Abah memang nggak selalu bisa dekat dengan aku tiap hari, tapi lebih dari semua itu, aku selalu bangga sama Abah. Di saat orang lain memanggil sebutan 'bapak' mereka dengan panggilan yang menurutku keren, semacam Papa atau Dad, sederhananya aku memanggil 'bapakku' dengan Abah.

Aku tahu, Abah nggak selalu bisa menuruti semua keinginan-keinginan aku yang terlalu banyak. Walau dalam beberapa waktu, aku sering merasa iri dengan temanku yang semua keinginannya selalu dikabulkan, seolah-olah dengan begitu mereka senang, tapi kali ini nggak. Abah baik, karena ingin aku lebih mandiri dan nggak tergantung sama semua hal yang harus dikabulkan dalam waktu cepat dan cara yang instan, aku harus bekerja dan berjuang terhadap apapun yang aku mau. Iya, Abah mengajarkanku arti pengorbanan dari sebuah hasil, yang belum tentu didapatkan teman-temanku yang lainnya.

Abah, terimakasih, terimakasih sudah menjadi laki-laki terhebat di dunia ini, terimakasih sudah menjadi orangtua terpandai di dunia ini, terimakasih sudah menjadi ayah dari seorang anak macam aku, dan terimakasih untuk semuanya. I can't thank you enough ({})

Salam,


Icha, anak pertama yang sudah tumbuh remaja