Friday, January 31, 2014

Buat Apa Hidup?

Selamat malam... Jam segini tuh sebenarnya waktu yang paling nikmat banget, bersyukur dikasih waktu bisa ikutin pergantian hari, dan menyepi di tengah heningnya malam... Santai...

Berbicara tentang nikmat syukur, sebenarnya hal ternikmat apa yang pernah kamu dapat dari Tuhan? Pasti banyak kan. Salah satu yang harus disyukuri adalah, nikmat hidup. Sebelum lebih lanjut, Syifa mau tanya, sebenarnya untuk apa sih kita hidup? Untuk bernafas? Untuk jadi manusia? Untuk terkenal? Untuk tahu dunia? Untuk mati? Atau untuk surga? Ayo jawab!! Bagaimana mungkin kamu bisa tahu tujuan hidup, kalau kamu sendiri nggak tahu untuk apa kamu hidup.

Ada orang yang hidupnya nyaman, ada juga yang sengsara. Ada orang yang hidupnya bebas, ada juga yang terkekang. Ada orang yang hidupnya menyenangkan, ada juga yang menyedihkan. Ada orang yang ingin hidup lebih lama, eh ada juga yang ingin cepet mati aja.

Terus kenapa? Hidup-hidup gue, masalah buat lo?
Menyedihkan memang kalau ada orang yang berpikiran bahwa hidup adalah miliknya seorang. Baca deh cerita Syifa ini, entah menginspirasi atau tidak, tapi Syifa yakin, selalu ada kesempatan untuk membaca sebagian kisah hidup seseorang.

***

#1Hari1Ayat Hari ke-31 (Q.S. At-Taubah [9] : 122) "Let's Go Exchange!"


“Tidaklah sepantasnya orang-orang mukmin itu berangkat semuanya, mengapa tidak pergi dari tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama, dan supaya mereka memberikan peringatan kepada kaumnya apabila telah kembali kepada mereka, mudah-mudahan mereka dapat menjaga diri”.
(Q.S. At-Taubah [9] : 122)

Sudah tahu kan beberapa kali Syifa sering menyinggung kalau Syifa pengen belajar dan dapat beasiswa ke luar negeri? Kalau sudah baca, pasti sudah tahu. Yap, mimpi Syifa adalah mengikuti Program Pertukaran Pelajar. Pertama kali taunya sendiri adalah dari koran @beliapr edisi Selasa, 25 Oktober 2011.

Source : here
Saat itu, dalam rubrik Klabelia ini, ada beberapa informasi penting yang berkaitan sama Program Pertukaran Pelajar. Dari sanalah, Syifa tahu pertama kalinya, dan dari sanalah juga Syifa sadar kalau harus nunggu sampai jadi anak kelas 10 SMA. What a wow dong, soalnya saat itu masih kelas 7 SMP, dan itu artinya musti nunggu 3 tahunan lagi untuk ikut program ini.

Seiring berjalannya waktu, Syifa nggak sampai lupa kok, malah sering pantengin linimasanya twitter @binabudbdg sebagai perwakilan Bina Antarbudaya (yang punya acara, sebuah lembaga nirlaba) di Bandung dan daerah Jawa Barat lainnya. Apalagi, twitternya bakal mulai rame kalau udah memasuki bulan Februari sampai April.

Satu hal yang jadi kendala saat itu adalah..., masalah umur, soalnya kelas 10, Syifa baru 14 tahun. Tapi kata Adminnya sih boleh-boleh aja. Semoga~ Nah, yang jadi pertanyaan kemudian adalah, bagaimana dengan biayanya? Lagi-lagi, setelah banyak tanya sama volunteer dan alumninya, katanya sih GRATIS, kalau urusan tinggal di luar negerinya, nanti kita bakal tinggal di salah satu host family yang ditunjuk. Kalaupun ada biaya, paling uang pendaftaran aja.

Satu cerita yang paling menarik adalah dari Kak Zia. Waktu sama-sama ikutan Pemilihan Duta Bahasa Pelajar Jabar, Kak Zia cerita kalau dia juga pernah ikutan program AFS dari Bina Antarbudaya ini. Sayangnya, dia nggak berhasil, terhenti di babak final. Tapi ternyata, kesempatan memang ada bagi orang-orang yang berusaha, Kak Zia coba lagi dalam Video Contest yang masih dikelola Bina Antarbudaya ini. Walaupun nggak tinggal selama 11 bulan, tapi dia berkesempatan untuk datang, belajar, dan jalan-jalan di Jerman selama 1 bulan dengan biaya dari Bina Antarbudaya itu. Keren kan?
Source : @ziasme

Baca juga nih postingan dari Malory, salah satu peserta AFS yang tinggal di Indonesia, disini
“I beg young people to travel. Have your mind blown, eat interesting food, meet interesting people, have an adventure, be careful. You’re going to see everything differently”


Pergi meninggalkan tanah air tempat kita dibesarkan memang akan membuat kita menjadi pribadi yang berbeda. Semua prasangka buruk nggak beralasan yang selama ini kita pegang terhadap suatu negara bakalan sirna ketika kita tinggal dan berkawan disana serta mendalami makna perbedaan budaya. Terkadang, kita akan merasa lebih bangga dan memandang lebih istimewa Indonesia jika kita melihatnya dari kacamata saat kita berada di negeri orang.

Semoga harapan mengikuti Program Pertukaran Pelajar ini dapat segera terkabul. Doakan ya biar jalan menuju harapan tersebut dimudahkan dan dilancarkan Allah SWT. InsyaAllah~


Thursday, January 30, 2014

#1Hari1Ayat Hari ke-30 (Q.S. Al-Baqarah [2] : 261)


“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir tumbuh seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki, Dan Allah Maha Kuasa (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
(Q.S. Al-Baqarah [2] : 261)

Alhamdulillah ya udah hari ketigapuluh aja, udah berhari-hari jalanin program #1Hari1Ayat ini, ternyata lumayan kerasa juga gimana perjuangannya, konsisten selama 31 hari bikin postingan blog (walau ada beberapa hari yang dirapel). InsyaAllah kalau baca Al-Qur’an mah tiap hari, cuma kalau untuk posting ada beberapa kemungkinan yang rada mengganggu. Pertama, kuota modem yang habis, sisanya di waktu jam 00.00 – 06.00 aja. Kedua, nggak setiap hari Syifa bangun di waktu-waktu sepertiga malam gitu. Ketiga, terlalu sibuk sama urusan sekolah jadi kadang lupa atau bahkan nggak sempet bikin postingan. Heheh... Maaf ya Kak Prima :D
Nah, berhubung ini hari ketigapuluh, dan Syifa nya juga bakal sibuk hari ini, karena di sekolah ada acara, setelahnya tes renang, dan setelahnya lagi akan terasa lebih sibuk lagi, jadi postingannya rada dipercepat nih ya, nggak spesial juga karena materi diambil SEBAGIAN KECIL dari sumber buku Agama :)

Wednesday, January 29, 2014

#1Hari1Ayat Hari ke-29 (Q.S. At-Takatsur [102] : 8) "Untuk Semuanya, Siap?"



 
 
“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”.
(Q.S. At-Takatsur [102] : 8)

Hal apa sih yang hingga saat ini kamu rasakan? Nikmat pemberian-Nya yang selama bertahun-tahun hidup di dunia ini? Pernah merasa bangga terhadap apa yang diberikan-Nya? Lebihnya lagi malah menyombongkan diri atas segala hal yang merupakan pemberian-Nya tapi nggak pantas kita sombongkan. Ayo lho, coba ingat-ingat lagi hal apa saja yang pernah kita ‘pakai’ untuk menceritakan dengan maksud pamer pada orang lain :D

Harta


Setiap orang punya harta kok, nggak harus dalam bentuk uang atau materi lainnya, harta itu bisa berupa segala sesuatu yang kita punya, kita miliki, dan hak kita untuk memakainya, entah itu sekarang atau di hari mendatang. Kalau kebanyakan orang menganggap harta sama dengan uang, wajar sih ya, tapi kan istilahnya nggak merujuk kepada uang aja kan? :D Nah..., (harusnya) dengan harta itu, kita makin bisa mendekatkan diri pada-Nya, dengan nggak terpengaruh sama harta, anggaplah harta hanya sebagai jalan kita untuk semakin dekat kepada-Nya, bukan malah sebaliknya. Dan inilah yang dinamakan dengan zuhud.

Tuesday, January 28, 2014

#1Hari1Ayat Hari ke-28 (Q.S. Ash-Shaf [61] : 2) "Dari Bionya @luluiii"



“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan”.
(Q.S. Ash-Shaf [61] : 2)


Pernah nggak sih merasa kalau apa yang kita bicarakan itu belum tentu kita lakukan. Kadang, kita sering memerintah atau memberi peringatan kepada orang lain, tapi kita sendiri tidak melaksanakannya. Pernah tidak?

Terinspirasi dari tweetnya Kak Lulu Qurratu Aini, eh bukan, maksudnya bionya. Yaitu, semoga tidak ditanyakan padaku kelak, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu lakukan? Iya, terkadang kita sering banyak berbicara yang benar kepada orang lain, tapi kita sendiri belum tentu benar. Iya kan? Nah, salah satu contoh nyatanya adalah program #1Hari1Ayat ini, dari beberapa postingan itu sendiri, ada satu atau dua postingan yang Syifa sendiri belum melakukannya atau setidaknya masih salah melakukannya.


Anehnya, Syifa memberi tahukan pada orang lain untuk begini-begini-dan-begini, tapi Syifa sendiri tidak atau belum melakukannya. Oke, ini pengakuan, dan ini jujur. Nggak hanya itu, kita menceritakan kepada orang lain yang baik-baik, tapi kita sendiri berpikiran untuk tidak melakukannya dulu.

Monday, January 27, 2014

#1Hari1Ayat Hari ke-27 (Q.S. Al-‘Araaf [7] : 204) "Dengarkanlah!!"


“Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”.
(Q.S. Al-‘Araaf [7] : 204)

Sering membaca Al-Qur'an kan? InsyaAllah sering, dan semoga diistiqamahkan untuk terus membacanya ya. Kalau mendengar Al-Qurnan bagaimana? Sering juga, kalau mendengar bacaan sendiri sih itu lain lagi, maksudnya mendengar bacaan Al-Qur’an dari orang lain? Seringkah? Bagaimana sikap kita saat mendengarkannya?

Menurut Ibnu Katsir, Allah memerintahkan kita untuk diam saat Al-Qur’an. Tapi.., bukan diam tidak memperhatikan dan pikiran terbang melayang jauh kemana-mana lho, maksudnya adalah diam sembari memperhatikannya, lebih baik lagi kalau kita ikut menyimak dan membacanya, kalau kita hafal ayat yang dibacakan. Kenapa harus diam? Ini adalah sebagai bentuk memuliakan dan menghormati Al-Qur’an.

Tapi..., lain lagi yang dilakukan oleh orang-orang kafir Quraisy zaman dahulu, mereka malah melakukan sebaliknya, yaitu mengajak orang-orang untuk tidak mendengarkan Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh. Naudzubillah...

Sunday, January 26, 2014

Many Dreams Come True, No Limit

Hallo...
Masih sama Syifa ya, dan lagi-lagi, postingan ini berkaitan sama lomba ngeblog, eh lebih tepatnya sih giveaway gitu ya. Heheh... Lagi seneng-senengnya ikutan, Alhamdulillah sudah ada beberapa hadiah yang didapatkan, dan semoga lebih bertambah lagi. Amiin...

Ini mengenai resolusi atau keinginan atau harapan atau cita-cita atau impian. Ya..., itulah intinya mah, sesuatu yang diinginkan dan harus diwujudkan di suatu saat mendatang (secepatnya). Sebenarnya udah ada banyak postingan tentang ini, tapi karena syarat Giveaway Kolaborasi : Apa Impianmu? menuntut tulisan baru, jadi mari menulis kembali.

Kalau kamu pernah baca postingan tentang impian, maka sebenarnya rada nggak jauh beda, cuma yang sekarang lebih diperbaharui lagi kok. So different, maybe :P

Dan daripada kebanyakan pengantar, mari lanjut saja ke impian yang sudah tercapai dan akan tercapai, tapi yang terbaru aja ya, biar masih anget :) Kita bahas satu-satu, jangan bosen lho :))

MANY DREAMS COME TRUE


1 SEKOLAH BARU, TINGKATAN BARU

Hihi, seneng banget akhirnya bisa dicap sebagai Anak SMA. Tapi, memangnya, apa sih istimewanya anak SMA itu? Katanya sih, lebih dewasa gitu ya, atau mungkin jembatan dari sekolah menengah yang pertama menuju masa perkuliahan, dan seharusnya masa-masa SMA adalah golden time banget gitu, harus banyak hal yang terjadi di masa-masa indah dalam sekolah ini.

Well, awal-awal memang belum sadar kalau anak umur 13 tahun gini udah SMA, nggak percaya aja, tapi ini serius!!

2 DUTA BAHASA PELAJAR JAWA BARAT 2013

Ah, lagi-lagi ini, sedikit cerita rasanya bangga sekali jadi bagian Komunitas Duta Bahasa Jawa Barat. Dinobatkan sebagai Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat 2013 bersama teman-teman lainnya. Bangga sekali, sangat amat bangga.

Oh iya, jangan lupa, yang rumahnya deket Dago, atau tanggal 2 Februari nanti, datang ya ke Car Free Day Dago, nanti, kami para Komunitas Duta Bahasa Jawa Barat bakal ngadain event seru, yakni GCBI alias Gerakan Cinta Bahasa Indonesia. Nah, mau tau bakal kayak gimana acaranya? Datang aja ya ;)

Surat Untuk Stiletto Book

Dear Stilo,

Kenalkan, nama aku Syifa, seorang pembaca buku tapi belum mengenalmu lebih jauh. Sayang ya, padahal Stilo baru aja menginjak umur baru, tiga tahun. Sebelumnya, selamat ulang tahun ya Stiletto Book, semoga makin lebih baik lagi menjadi penerbit buku yang mendedikasikan diri menerbitkan buku-buku fiksi maupun nonfiksi yang berkaitan dengan dunia perempuan.

Bangga deh ada penerbit yang benar-benar mengistimewakan perempuan, bahkan hampir semua penulis beserta buku yang diterbitkannya berkaitan banget sama dunia perempuan. Berasa diistimewakan banget, walau hanya sebagai pembaca saja.
                                      
Stilo, jujur aku sendiri belum terlalu kenal sama Stiletto Book, belum pernah juga baca buku-bukunya. Hiks :’( Cuma pernah baca review buku hasil terbitannya dari banyak blog. Padahal, dari sekian banyak buku yang diterbitkan Stiletto Book, aku suka semuanya, bukunya, ceritanya, sinopsisnya, covernya, dan arti makna Stiletto itu sendiri. Ternyata itu semua keren. “Strong women wear their pain like stilettos, no matter how much it hurts, all you see is the beauty of it.”

#1Hari1Ayat Hari ke-26 (Q.S. Al-Mu'minuun [23] : 61) "Takut akan Kebaikan"



“Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya”.
(Q.S. Al-Mu'minuun [23] : 61)

Pernah nggak sih merasa takut terhadap sesuatu? Pasti pernah dong ya, takut terhadap apa saja, bisa jadi benda mati ataupun benda hidup. Tapi..., adakah satu ketakutan yang paling teramat  ditakutkan? Bukan, yang pasti bukan takut akan kegelapan, lho.

Dalam ayat di atas, ada kata ‘mereka’. Lalu, apa sih arti ‘mereka’ disini? Siapa ‘mereka’ itu? Dalam ayat ini, ‘mereka’ adalah orang-orang yang memperoleh kebaikan. Kalau dibaca dari 4 ayat sebelumnya, pasti bakal tau siapa ‘mereka’ ini sesungguhnya. Yang pertama, ialah orang yang berhati-hati karena takut akan adzab Rabb mereka (Q.S. Al-Mu'minuun [23] : 57). Yang kedua, ialah orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan (Q.S. Al-Mu'minuun [23] : 58). Yang ketiga, orang-orang yang tidak menyekutukan Tuhan mereka (Q.S. Al-Mu'minuun [23] : 59). Dan yang keempat alias yang terakhir, ialah orang-orang yang memberikan (ikhlas) yang telah mereka berikan (Q.S. Al-Mu'minuun [23] : 60).

Saturday, January 25, 2014

#1Hari1Ayat Hari ke-25 (Q.S. Al-Baqarah [2] : 155) "Be Patience, Syifa!!"

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” 
(Q.S. Al-Baqarah [2] : 155)

Kemarin, lebih tepatnya beberapa jam yang lalu, Syifa tuh sebenarnya lagi dalam keadaan super sibuknya, lagi ngerjain tugas sekolah Agama tentang Pengelolaan Wakaf sampai bener-bener lagi di ujung tombak banget. Kenapa? Karena Sabtu ini harus segera dipresentasikan.

Berarti Syifa itu deadliners ya?
Gimana nggak coba, tugasnya aja baru dikasih tau Jumat kemarin :P Alhasil sibuk sendiri, dan parahnya kuota malah bikin marah terus (habis, red). Sebenarnya ini adalah tugas kelompok, tapi (lagi-lagi) teman-teman kadang malah acuh nggak acuh aja, ya udah berarti laporan dan presentasi Syifa yang bikin, mereka tinggal presentasiin di depan kelas, walau sebenarnya agak rada nggak adil sih ya...

Oke, nggak hanya itu, sebenarnya dalam banyak keadaan lainnya, Syifa adalah orang yang ekstrim banget dalam ngerjain tugas. Bukan, maksudnya bukan ekstrim dalam artian ngerjain tugas di deket jurang dengan tebing yang tinggi atau ngerjain tugas sambil terbang layang. Nggak kok, nggak sampai segitunya.

Friday, January 24, 2014

#1Hari1Ayat Hari ke-24 (Q.S. Al-Baqarah [2] : 46) "Khusyu Itu..."


“(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”.
(Q.S. Al-Baqarah [2] : 46)


Khusyu itu susah nggak sih? Hmm... Katanya sih susah, atau mungkin susah-susah gampang, atau gampang-gampang susah, atau malah gampang? Ah itu sih diserahkan ke masing-masing orang aja ya, yang menganggapnya susah pasti ada, yang menganggapnya gampang juga pasti ada.

Biasanya, khusyu itu identik dengan shalat, iya kan? Biar shalatnya khusyu gimana sih? *monggo jawab sendiri*. Tapi ternyata, khusyu itu nggak harus selalu berkaitan sama shalat aja lho, dalam ibadah apapun khusyu diperlukan, biar ibadahnya menjadi baik. Kuncinya? *tenang ini dijawab*, kuncinya adalah meyakini bahwa sesungguhnya kita akan kembali kepada Allah, Sang Maha Pencipta.
 
Source : here

Thursday, January 23, 2014

#1Hari1Ayat Hari ke-23 (Q.S. Muhammad [47] : 7) "Help Islam, and Allah Will Help You"

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”.
(Q.S. Muhammad [47] : 7)

Sudah seberapa besar sih kontribusi kita sebagai muslim/muslimah untuk menolong dan membela agama Allah, ISLAM?

Dalam ayat ini, banyak kaum munafik yang mengolok-ngolok “Allah perlu pertolongan”. Maha Suci Allah, segala daya, upaya, dan kekuatan adalah milik-Nya, sesungguhnya manusialah yang lemah dan perlu pertolongan Allah, karenanya Allah memberikan jalan agar kita ditolong oleh-Nya.

Namun, ada juga yang salah mengartikan ayat ini, membela agama Allah dengan cara yang salah. Mengatas-namakan jihad, tapi kenapa malah merugikan banyak orang. Tapi sebelumnya maaf, kalau ilmu Syifa belum sampai sejauh itu, tapi Syifa hanya membahas melalui kacamata seorang pelajar yang masih awam.

Wednesday, January 22, 2014

#1Hari1Ayat Hari ke-22 (Q.S. Al-Ahzab [33] : 21) "Uswatun Hasanah"


“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.
(Q.S. Al-Ahzab [33] : 21)

Seharusnya, ayat ini dibawakan pas lagi Maulid Nabi beberapa hari yang lalu, sekaligus diikutkan juga dalam Special Challenge, #RasululullahMyIdol nya Kak Prima, sayangnya aku nggak terlalu kepo saat itu sampai nggak tahu kalau Kak Prima bikin challenge baru. Ya udah deh nggak papa, lagipula nggak ada kata terlambat untuk menjalankan suatu kebaikan kalau memang Allah meridhai, InsyaAllah.

Mari membahas ayat di atas, dalam salah satu istilah Al-Quran, sikap yang patut dicontoh dan ditiru disebut dengan ungkapan uswatun hasanah. Di beberapa terjemahan Al-Quran bahasa Indonesia, uswatun hasanan berarti ‘suri teladan yang baik’. Kita bisa menemukan tiga kali penggunaan kata tersebut di dalam Al-Quran, dan salah satunya yang termaktub dalam Q.S. Al-Ahzab [33] ayat 21 di atas.

Tuesday, January 21, 2014

#1Hari1Ayat Hari ke-21 (Q.S. Al-Mu’minuun [23] : 115) "Mari Bercermin Diri"




“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”
(Q.S. Al-Mu’minuun [23] : 115)


Dalam keseharian kehidupan kita, disadari atau tidak kita sering bercermin (apalagi perempuan). Nggak pernah ada bosannya walau sekalipun padahal wajah yang kita tatap masih sama aja, hidung yang ada masih nempel di situ, mata pun masih ada, lantas tak pernah ada cerita mulut tertukar dengan telinga. Bahkan..., hampir di setiap kesempatan pasti kita berusaha menyempatkan diri untuk bercermin. Mengapa demikian? Alasannya adalah karena kita ingin selalu berpenampilan baik, bahkan terlihat sempurna. Kita sangat tidak ingin berpenampilan mengecewakan, apalagi kusut dan acak-acakan tak  karuan.

Penampilan adalah cermin pribadi kita. Orang yang rapi dan bersih menampilkan pribadi yang bersih dan rapi pula. Begitupun sebaliknya, orang yang penampilannya kucel, kumal, acak-acakan, dan teratur maka bisa dipastikan pribadinya pun demikian adanya.

Membaca, Buat Apa?

Masih ingatkah kamu saat pertama kali belajar membaca? Orangtua kita mengajarkan kita membaca sejak dini. Membaca merupakan hal yang sangat mendasar dalam kehidupan. Tampaknya, berhasil membaca satu kalimat saja adalah kepuasan bagi kita saat itu.

Source : here
Tahu nggak, di dalam otak kita ini, terdapat bermiliar-miliar sel saraf yang tidak dapat bekerja jika tidak menerima stimulus (rangsangan) dari luar kita. Sayang banget kan, Tuhan udah menciptakan otak untuk kita berpikir tapi masih ada aja yang males mikir dan hanya sebagian kecil yang digunakan karena kurangnya stimulus yang kita terima dari luar. Nah, upaya untuk meningkatkan jumlah stimulus itu sendiri dapat kita lakukan dengan membaca.

Sharing is Caring with Rumah Ramah Rubella

Selamat malam (menuju pagi), entah kenapa akhir-akhir ini sering terbangun sekitar jam 11-an, padahal menyetel alarm jam 1. Ya nggak papa deh, berarti mengkoneksikan jaringan bisa dimulai dari awal (FYI, modem untuk waktu siang udah abis, tinggal edisi subuh aja, xoxo).

Beberapa hari yang lalu, rada rajin blogwalking ke blog orang, ya sama lah cuma jadi silent reader yang nggak bertanggung-jawab aja, eh akhirnya nyasar di tempatnya Bunda Grace. Hallo, salam kenal Bunda, saya udah terhitung 4 kali datang ke rumah Bunda tanpa izin (tampol saya, tampol). Kebetulan juga lihat ada acara yang sedang berlangsung di rumah Bunda itu, iya apalagi kalau bukan semacam giveaway, boleh ya ikut Bunda ;;) *ada maunya aja*.

Say hello to Bunda Grace and Ubii
Tapi..., setelah dibaca persyaratannya, awalnya rada susah lho, arrgghhh tadinya mau nyerah aja, tapi ternyata penasaran juga. Ya udahlah, dicoba dulu, karena keluar dari zona nyaman itu keren :D

Monday, January 20, 2014

#1Hari1Ayat Hari ke-20 (Q.S. Ad-Dukhaan [44] : 38-39) "Tentang Manusia"



“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”
(Q.S. Ad-Dukhaan [44] : 38-39)

Source : here
Pernahkah kamu berpikir bahwa manusia tidak ada sebelum ia dilahirkan ke dunia ini dan manusia diciptakan dari sebuah ketiadaan?

Pernahkah kamu berpikir bagaimana bunga yang setiap hari dilihat di halaman rumah, yang tumbuh dari tanah yang hitam, ternyata memiliki bau yang harum serta berwarna-warni?

Pernahkah kamu berpikir seekor lalat yang menggangu ketika terbang mengitari kita, mengepakkan sayapnya dengan kecepatan sedemikian tinggi hingga kita tidak mampu menangkapnya?

Pernahkah kamu berpikir bahwa lapisan luar dari buah-buhan berfungsi sebagai pembungkus yang sangat berkualitas, yang membungkus dagingnya sedemikian rupa sehingga rasa dan keharumannya tetap terjaga?

Pernahkah kamu berpikir bahwa gempa bumi yang mungkin saja datang secara tiba-tiba ketika manusia sedang tidur, yang menghancur luluhkan rumah, kantor, sekolah, dan kota tempat manusia berada hingga rata dengan tanah sehingga dalam waktu beberapa menit saja dengan mudahnya kehilangan segala sesuatu yang dimiliki dunia?

Pernahkah kamu berpikir bahwa kehidupan berlalu dengan sangat cepat, manusia menjadi semakin tua dan lemah, dan lambat-laun kehilangan ketampanan atau kecantikan, kesehatan dan kekuatannya?

Pernahkah kamu berpikir bahwa suatu hari nanti, malaikat maut yang diutus oleh Allah akan datang menjemput membawa manusia meninggalkan dunia yang fana ini?

Sunday, January 19, 2014

#1Hari1Ayat Hari ke-19 (Q.S. Ghafir [40] : 60) "Lets Pray"



“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.”
(Q.S. Ghafir [40] : 60)
                                   
Source : +Sanggar AlFatih 
Hari ini sudah berapa kali berdoa sama Allah? Minggu ini sudah berapa kali meminta pada Allah? Sampai bulan ini sudah berapa kali memohon pada Allah? Dan untuk tahun ini sudah berapa kali berdoa, meminta, dan memohon kepada Allah agar harapan kita dikabulkan oleh-Nya?

#Day30 [Quick Post] End of 30 Days Blogging Challenge

Yeay, hari terakhir. Hari ketiga puluh, DAY 30, the last one!! Akhirnya... selesai juga Tantangan Ngeblog 30 Hari Emotional Flutter ini. Dan untuk hari ketigapuluh, tantangan ngeblognya ditutup dengan cerita tentang Resolusi 2014.

Cocoknya sih dibawain pas awal tahun baru ya, tapi karena baru selesai sekarang, nggak papa kan?

Oke, resolusi 2014 adalah I JUST WANT TO BE THE BEST IN 2014. Lebih baik di segala halnya, klise memang, tapi ini mencakup kesemua doanya. Kalaupun harus diperinci, pasti nggak akan mungkin karena manusia itu nggak akan pernah puas kalau dalam masalah mimpi.

Intinya, tahun ini semoga lebih berkesan dari tahun-tahun sebelumnya, banyak hal bisa terwujud, lolos OSN, bisa lolos AFS, jadi bagian dari Ardan School, dan lain-lain lagi.

Itu aja~