Tuesday, May 28, 2013

My Flashdisk : Cabidut and Cabidot

Ini adalah barang kesayangan aku yang kedua: FLASHDISK.

My Flashdisk

Mau tau namanya? Yang pasti bukan Fufu lagi ya! Hehehe... Aku kasih nama dia CABIDUT. Kenapa Cabidut? Karena nama Cabidut itu lucu, imut, cute, pokoknya good listening deh. Dan menurut aku, nama Cabidut itu singkatan dari Cabi dan Dut. Cabi pengucapan kata dari Chubby, kalau Dut kependekkan dari Gendut *oke, itu berhubungan dengan badan saya, saya mensyukurinya*.

Tuesday, May 21, 2013

My BlackBerry Fufu


Hallo, aku mau kenalin kalian sama benda kesayangan aku nih. Ini dia!



My BlackBerry Fufu
Namanya BlackBerry Fufu. Iya, jadi aku itu suka banget sama yang namanya gadget, apalagi BB ini. Sebenarnya, ini adalah BB pertama aku yang dikasih Ayah waktu bulan Juni 2012 yang lalu. BB ini dikasih pas Ayah lagi pulang cuti ke Bandung. Seneeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnngggggg banget bisa punya HP yang diinginkan sejak lama, apalagi waktu itu BB belum terlalu banyak yang punya di lingkungan aku.

Tuesday, May 14, 2013

Pergi


Pergi

Lusa lalu, katamu
Aku akan pergi!
Meninggalkanku seorang diri
Aaaah...aku kecewa, kenapa?

Surat Panda


Ini adalah surat yang kutulis untuk seorang sahabatku, Nandawati Utami Putri L

Kepada :
Sahabatku yang dulu ada di sampingku
Di Bumi-Nya yang Maha Rahim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa kabarmu hari ini? Kuharap engkau selalu dalam limpahan kasih sayang iman dan islam-Nya.

Putih, Hitam, dan Kelabu


Putih, Hitam, dan Kelabu



Apakah aku harus termenung menghadapi situasi ini?
Di mana dunia kurasa kian bersisi
Dulu ia hanya ada sisi hitam dan sisi putih
Kenapa sekarang ada sisi kelabu?

Ah, mungkin aku sering terjebak dalam sisi tersebut
Tak dapat kupungkiri, putihku kadang hitam
Hitamku kadang pula menjadi putih
Apa kuharus jadi kelabu?

Tidak!
Aku hanya ingin jadi sinar cahaya!
Hanya saja jalan menuju-Nya tak segampang terjun dalam kegelapan
Atau berjalan dalam keredupan —keremang-remangan
Sinar cahaya itu terkadang silau dan malah membuatku tak mampu melihat
dan merusakkan mataku

Tapi ini pilihanku,
Biarku buta
Biarku silau
Kubiarkan air mataku tumpah
Mengharap lindung dari-Mu
Dalam perjalananku

Bandung, 24 Mei 2012

Link Pemilihan Duta Sanitasi Tingkat SMP di Jawa Barat Tahun 2012


Nah, itu dia blog post mengenai Pemilihan Duta Sanitasi Tingkat SMP di Jawa Barat Tahun 2012. Harapan Syifa sih, khusus untuk adik-adik yang akan mengikuti Duta Sanitasi di tahun berikutnya, semoga ini menjadi sedikit referensi pengalaman. Tapi, Syifa lebih yakin, pengalaman kalian akan lebih lebih menarik dari pengalaman Syifa J

Biar lebih gampang, silahkan aja klik link di bawah ini untuk menuju bagian-bagian blog postnya J Jangan lupa berkomentar ya J


Pemilihan Duta Sanitasi Tingkat SMP di Jawa Barat Tahun 2012 Part 8


Hari ke-3 (Minggu, 8 Januari 2012)

Setelah istirahat selama kurang lebih 30 menit, kita kembali lagi ke Ruang Krakatau. Tapi, Syifa nggak kesana, soalnya Syifa malah body unwell *ceilah, body unwell*. Jadi, Syifa cuma istirahat sebentar di kamar. Padahal sayang banget, jadwalnya kan ada pemutaran film kesanitasian, eh Syifa malah absen L

Oh iya, kata Rina, pas di Ruang Krakatau tadi, nggak hanya pemutaran film aja, tapi peserta DS juga dikasih form evaluasi (baca: angket) mengenai penyelenggaran pemilihan Duta Sanitasi 2012 *makin nyesel*.

Udah itu, kita kembali ke kamar lagi untuk check out penginapan. Dan dari situ, Syifa udah agak baikan lagi *badannya bukan hatinya*, dan beresin perlengkapan yang dibawa. Setelah beres-beres di kamar, kita kembali lagi ke Ruang Krakatau untuk penutupan *bulak-balik mulu*.

Nah, di penutupan itu, ada beberapa performance juga dari beberapa sekolah. Kayak penampilan Musik Angklung SMPN 28 Bandung. Kalian tahu kan, kalau Angklung 28 itu udah go international? Nih baca!

Sumber: belia Pikiran Rakyat
Terus ada juga pembawaan lagu sanitasi dari SMPN 2 Subang (Ade Hermawan, Riska Nur Pratiwi, Aulia Adhatul Zanah, dan Rifqi Kurniana Hidayat) bareng pembimbingnya, Pak Akhmad Solihin. Mereka menyanyikan lagu mengenai perilaku hidup bersih yang judulnya itu “___” yang diciptakan sendiri oleh Pak Akhmad. Keren ya (y)

Setelah itu, ada juga penampilan teaterikal kesanitasian a.k.a kabaret dari SMPN 7 Bandung. Kabaretnya juga masih dengan tema yang sama, yakni sanitasi. Ceritanya tentang sepasang kekasih *cieeee, ciwiwiiw* yang sama-sama punya tujuan buat membersihkan tempat tinggalnya yang merupakan tempat pembuangan limbah illegal. Tapi, ayah dari si perempuan nggak setuju, soalnya ayahnya ini adalah bos yang punya tempat pembuang limbah illegal itu. Eeehhh, endingnya malah jadi kayak perang, dan akhirnya si perempuan meninggal karena kesalahan ayahnya sendiri. Hmmm, kurang lebih gitu sih ceritanya. Ora paham? Mbok yo kudu paham, la koe sudah menjelaskan toh *maklum baru belajar Basa Jowo*.

Angklung 28, udah. Lagu sanitasi, udah. Kabaret 7, udah. Apa lagi dong? Haha… adalah laporan penyelenggara. Tapi, Syifa nggak merhatiin sih, malah ngobrol aja *jangan dicontoh*. Setelah laporan itu, baru deh pengumuman pemenang lomba *ini yang paling ditunggu-tunggu*. Intinya, ini deh yang menang :

Karya Tulis dan Penyuluhan Kesanitasian
Juara 1             : Aditya Yuda Kencana, SMPN Unggulan Sindang, Kab. Indramayu
Juara 2            : Aditya Darma Priatna, SMPN 2 Garut, Kab. Garut
Juara 3            : Ria Putri Primadanty, SMPN 11 Bandung, Kota Bandung
Harapan 1       : Desi Ratna Sari, SMPN 1 Cimalaka, Kab. Sumedang
Harapan 2      : Hj. Hanum Nurhaliza, SMPN 2 Garut, Kab. Garut
Harapan 3      : Lydia Husen Kartadinata, SMPN Regina Pacis, Kota Bogor

Karya Poster dan Presentasi Kesanitasian
Juara 1             : Carol Natasha, SMP BPK Penabur Taman Holis Indah, Kota Bandung
Juara 2            : Dhiah Sa’idah, SMPN 9 Bekasi, Kota Bekasi
Juara 3            : Cindy Agatha Donabella, SMPN 1 Bekasi, Kota Bekasi
Harapan 1       : Annisa Nur Rizky Firdaus, SMPN 2 Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya
Harapan 2      : Giat Cahya Pamungkas, SMPN 1 Cisarua, Kab. Bandung Barat
Harapan 3      : Nabila Putrianna, SMPN 2 Cibinong, Kab. Bogor

Nah, dari tiap kategori, baik Karya Tulis maupun Karya Poster yang meraih Juara 1, 2, dan 3 ini akan mewakili Provinsi Jawa Barat untuk Jambore Sanitasi Nasional 2012 di Jakarta nanti. Alhamdulillah, dari perwakilan Kab. Bandung Barat, Giat mendapat Harapan 2. Ya walaupun belum juara inti, setidaknya ada yang menang :D

Setelah pengumuman lomba itu, banyak yang foto-foto, tapi Syifa nggak L Sayang banget kan? Kesempatan berfoto sama orang-orang terbaik itu kan jarang L

Selesai pengumuman dan penyerahan penghargaan kepada para pemenang, dilanjutkan dengan sambutan, penutupan, dan pembacaan do’a. Mau tahu doa Syifa apa? Syifa berdoa, supaya suatu saat Syifa bisa mengikuti pemilihan duta lainnya *dalam bidang apapun*, nggak cuma bidang lingkungan aja. Terus, Syifa juga berdoa, supaya tahun depan, dari sekolah Syifa, ada perwakilan yang mengikuti Pemilihan Duta Sanitasi 2013 *dan ternyata ada*.

Next, penyelesaian administrasi kegiatan, tanda tangan dan lain sebagainya, semuanya SELESAI deh. Finally, semua peserta dan pendamping kembali ke kota dan kabupatennya masing-masing. Ada yang senang, sedih, bahagia, kecewa, dan perasaan lainnya. Kalau Syifa sih bangga dan senang, walaupun nggak bawa pulang piala, tapi banyak banget yang lebih berharga dari piala. Ya, PENGALAMAN.

TERIMA KASIH UNTUK SEMUANYA. TERIMA KASIH UNTUK TIGA HARI YANG LUAR BIASA. TERIMA KASIH. SAYA BANGGA MENJADI SALAH SATU DIANTARA ORANG-ORANG TERBAIK. SAYA BANGGA MENJADI BAGIAN DARI PARA DUTA SANITASI!



Pemilihan Duta Sanitasi Tingkat SMP di Jawa Barat Tahun 2012 Part 7


Hari ke-3 (Minggu, 8 April 2012) Bagian 1

Nah, ini dia hari yang jadi puncaknya acara. Setelah menikmati sarapan, seluruh peserta berkumpul di Ruang Krakatau. Ruang Krakatau I untuk Karya Tulis dan Ruang Krakatau II untuk Karya Poster.

Sambil menunggu beberapa menit untuk persiapan, Kak Niken sebagai pembawa acara untuk Karya Tulis ngajak kita main games dulu nih. Gamesnya tentang ‘Tupai dan Pohon’, ada yang tau gak? Hehe… Syifa juga ikut main, lho ;;)

Setelah benar-benar mendapat pemberitahuan tentang 10 finalis itu, Kak Niken langsung mengumumkannya di depan peserta Karya Tulis. Kalau Karya Poster sama kakak pembawa acara satunya lagi *Syifa lupa namanya*.

Ini dia 10 finalis karya tulis yang lolos tahap seleksi:
1.  Prahesti Ninda Nugroho, SMP Pupuk Kujang, Kab. Karawang
2. Lydia Husen Kartadinata, SMP Regina Pacis, Kota Bogor
3. Desi Ratna Sari, SMPN 1 Cimalaka, Kab. Sumedang
4. Aditya Yuda Kencana, SMPN Unggulan Sindang, Kab. Indramayu
5. Hana Fauzia, SMPN 1 Cimalaka, Kab. Sumedang
6. Karin Ramandhani Susanti, SMPN 1 Ciparay, Kab. Bandung
7. Aditya Darma Priatna, SMPN 2 Garut, Kab. Garut
8. Ria Putri Primadanty, SMPN 11 Bandung, Kota Bandung
9. Hj. Hanum Nurhaliza, SMPN 2 Garut, Kab. Garut
10. Aisyah Q’Otrunada, SMPN 1 Haurgeulis, Kab. Indramayu

Nggak cuma  itu, Syifa juga dapat pengumuman 10 finalis karya poster yang lolos tahap seleksi:

1. Carol Natasha, SMP BPK Penabur Taman Holis Indah, Kota Bandung
2. Cindy Agatha Donabella, SMPN 1 Bekasi, Kota Bekasi
3. Dhiah Sa’idah, SMPN 9 Bekasi, Kota Bekasi
4. Khanifa Fajria, SMPN 4 Bogor, Kota Bogor
5. Ahmad Faizal Sidiq, SMPN 2 Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya
6. Annisa Nur Rizky Firdaus, SMPN 2 Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya
7. Giat Cahya Pamungkas, SMPN 1 Cisarua, Kab. Bandung Barat
8. Kuswindarini, SMPN 1 Karawang Barat, Kab. Karawang
9. Nabila Putrianna, SMPN 2 Cibinong, Kab. Bogor
10. Annisa Shofura Yuniar, SMPN 1 Tanjungsari, Kab. Sumedang

10 Finalis itu, nantinya akan memberikan penyuluhan (untuk karya tulis) dan presentasi (untuk karya poster) terhadap karya yang sudah mereka buat. Walaupun, Syifa dan teman-teman lain yang tidak lolos tahap seleksi, tapi kita bangga kok, dan yang penting, kita udah dapat banyak hal disini, mulai dari pengalaman, teman baru, jeung sajabana.

Peserta yang lolos tersebut, diberikan waktu 15 menit untuk mempersiapkan alat peraganya masing-masing. Dan pada saat penyuluhan nantinya, mereka akan menggunakan alat-alat tersebut untuk mendukung penyuluhannya dan menambah nilai poin untuk mereka sendiri. Oh iya, kalau untuk karya poster, mereka nggak dianjurkan untuk bawa alat peraga, soalnya mereka cukup mempresentasikan aja hasil gambar yang sudah mereka buat selama 3 jam itu.

Penyuluhan dan presentasinya juga dilaksanakan di ruangan yang berbeda. Tiap peserta, diberikan waktu 10 menit untuk memberikan penyuluhan dan presentasinya di depan peserta yang lain. Alat peraga yang mereka bawa, semuanya bagus kok, unik, punya kekhasan tersendiri, dan yang pasti jadi penambah daya tarik penyuluhan mereka.

Oh iya, Syifa juga sempet lho berbincang-bincang dengan salah satu finalis Karya Tulis yang lolos 10 besar, yaitu Desi Ratna Sari. Alat peraga yang dibawa Desi adalah sejenis tempat minum yang dibuat dari bamboo, bukan kendi sih, tapi apa ya *berpikir keras* oh iya kélé namanya.

Nah ini, Desi berfoto bareng kélé-nya. Kélé-nya itu lucu, lho, nggak hanya sekedar bambu biasa, tapi disitu juga ada ukiran yang Desi buat sendiri. Nih fotonya: *fotonya nggak pas bagian ukirannya x_x*



Ada juga sih foto Syifa bareng Desi, cuma nggak di uplod, soalnya . . . *abaikan*



Setelah penyuluhan dan presentasi kesanitasian telah selesai dilaksanakan, semua peserta dan pendamping kembali lagi ke kamarnya masing-masing, dan dilanjutkan dengan makan siang babarengan di hotel itu sendiri :D

Nah, next blog post nanti, bakal ada cerita lain lagi. So, what we can to do? Yes, we can waiting my next blog post :D Keep Calm and Stay Waiting Me B-)

Pemilihan Duta Sanitasi Tingkat SMP di Jawa Barat Tahun 2012 Part 6


Hari ke-2  (Sabtu, 7 April 2012) Bagian 2

Setelah ISHOMA (Istirahat, Sholat, dan Makan) kita *kita, loe aja kali, gue nggak, abaikan*, semua peserta baik itu Karya Tulis dan Karya Poster segera memasuki Ruang Krakatau yang sudah dipisah. Di Ruang Krakatau I untuk lomba Karya Tulis dan Penyuluhan Kesanitasian. Dan Ruang Krakatau II untuk lomba Karya Poster dan Presentasi Kesanitasian.

Semua peserta, baik aku dan kamu, diberikan waktu 3 jam untuk membuat karyanya masing-masing. Jujur aja ya, awalnya ngebayangin waktu 3 jam kita nulis terus itu (…). Tapi, ternyata, yang tak dikira dan tak disangka, waktu 3 jam itu kayak sebentar banget. Baru aja nulis 6 halaman kertas folio, dan waktu udah hampir habis. Gimana nggak WOOW tuh?

Oh iya, aku, Gusvira, dan Mila duduk di barisan kursi kedua belakang peserta Kota Bandung. Pas nulis, kita juga diperhatikan *kayak apa ya* sama Duta Sanitasi tahun lalu, ada Nada, Nilam, sama Kak Lina.  Ngerasa deg-deggan juga sih *kalau nggak deg-deggan, mati dong*. Selain itu, diawasi juga sama pengawas, tapi bukan pengawas UN, ditambah di kamera lagi. Berasa mau shooting xD

Nah, akhirnya, karya tulis Syifa selesai. Horeee \:D/ Sambil nunggu Gusvira dan Mila, Syifa cuma ngeliat-liat *sambil duduk sih* peserta lain, dan ngerasa wondering banget bisa ada di tengah-tengah orang-orang terbaik ini *aku terharu, lap air mata seliter*. Dan waktu 3 jam itu, habis deh, aku, Gusvira, dan Mila ngumpulinnya bareng-bareng gitu *plok plok atuh buat kompaknya*.

Tapi ternyata, di sisi lain, maksudnya di Ruang Krakatau II, para pesertanya masih ngegambar tuh, mungkin pas awal mereka telat waktunya dari KT kali ya :D Pas lihat, nggak semuanya sih, gambarnya baguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssssssssss bangeeeeeeeeeettttttt. Kapan ya, saya bisa ngegambar sebagus itu? Dan setelah selesai, semua peserta dan pendamping kembali ke alamnya masing-masing, eh maksudnya kamar hotelnya. Xoxoxo xD

Setelah istirahat, makan malam, shalat (Maghrib dan Isya) dan menunggu penjurian hasil karya peserta lomba, kita kembali lagi ke lantai 1 tepatnya di Ruangan Krakatau untuk mengikuti pembekalan materi lagi mengenai teknik-teknik penyuluhan dan presentasi yang diberi judul “Yes, Aku Bisa!” dan dipandu oleh Kak Fonda Rafael dari LPP TVRI Jawa Barat. Baik peserta karya tulis maupun poster, diberikan materinya, supaya pada saat penyuluhan dan presentasi nanti punya keahlian public speaking *intinya*.

Jam 20.45, seharusnya pada waktu tersebut *yang tertulis di jadwal* kita udah dapat pengumuman 10 peserta terbaik hasil karya lomba karya tulis dan karya poster. Tapi, sampai jam 21.30 *kurang lebih* hasilnya juga belum bisa diumumkan, soalnya juri masih menyeleksi karya-karya peserta. Yaaahhhh, lumayan sedih dan kecewa sih *tapi gak sampai nangis kok*.

Tapi, pada saat nunggu itu, kita juga nggak terlalu sedih banget, soalnya kita juga diberikan permainan yang asyik banget. Kayak, perwakilan Kota Bandung, Alifia Nuzul dan Savitri yang maju ke depan untuk nyanyi lagunya Kak Raisa, Apalah (Arti Menunggu). Suaranya itu, menggelora banget. Hehe… Terus, ada penampilan salah satu peserta Kota Sukabumi yaitu Firman Wanna Lingga yang ngiringin Duta Sanitasi 2011 nyanyi lagu 3R dengan rapper-nya. Bagus kok (y) Dan yang lebih cetaar membahananya itu, saat Aditya Darma dari Kab. Garut maju ke depan buat menampilkan lagu ‘Open Banana’ disertai gerakan tari ala India. Asli, lucu bangeeeetttt xDDD

Oh iya, pengumumannya diundur jadi besok pagi. So, 10 peserta yang lolos itu akan langsung memberikan penyuluhan dan presentasinya pada hari itu juga (Minggu, 8/4). Tapi, kalau tahun kemarin, kata Nada, semua peserta karya tulis dan karya poster diberikan kesempatan untuk presentasi dan penyuluhannya *intinya, nggak ada 10 peserta penyeleksian*.

[Just post aja, ini ada foto sama Ria dan Arlian J]



Dari situ, ngerasa berdebar-debar juga sih, antara siap dan nggak siap kalau seandainya lolos 10 peserta itu. Tapi, mau tahu kelanjutan ceritanya? Silahkan baca next blog post, Guys ;)

Pemilihan Duta Sanitasi Tingkat SMP di Jawa Barat Tahun 2012 Part 5


Hari ke-2 (Sabtu, 7 April 2012) Bagian 1

Di hari kedua ini, setelah bangun pagi *takut salah paham, waktu itu Syifa lagi halangan buat shalat* dan udah siap-siap pakai seragam, rencananya semua peserta dan pendamping bakalan pergi mengunjungi SMPN 7 Bandung dan SMPN 11 Bandung untuk kegiatan studi banding. Nah, peserta dari Kab. Bandung Barat dapat giliran mengunjungi SMPN 11 Bandung. Horee dulu dong \^_^/

Setelah sarapan pagi seperti biasa dan bersiap bawa peralatan *bukan peralatan tukang ya, tapi peralatan tulis* kita menaiki bus untuk berangkat ke tujuan. Oh iya, Syifa dan kawan-kawan dari Kab. Bandung Barat dapat bagian kelompok C dan nomor busnya 4 *yes, 4* bersama dengan perwakilan dari Kota Depok dan Kabupaten Cianjur.

Ketika tiba di sana, kita disambut oleh siswa-siswi yang tergabung dalam OSIS, Paskibra/Pramuka dan Kelompok Pepeling a.k.a Pelajar Peduli Lingkungan beserta guru di SMPN 11 Bandung.


Nah, setelah digiring masuk *digiring lagi, haha* menuju halaman sekolah SMPN 11 Bandung, ada acara pembukaan dulu nih. Dibawakan oleh dua MC kelas 7 *Syifa kira mereka itu kelas 9 atau kelas 8* yang berbahasa Indonesia dan English. Terus, ada juga penampilan Paduan Suara 11 yang membawakan Lagu Mars UKS, pokoknya kereeennnn dehhh!!!

Setelah acara pembukaan yang juga disambut oleh seluruh siswa/i 11, kita diajak dulu buat penyambutan oleh Kepala Sekolah SMPN 11 Bandung di lantai 2. Ini dia jepretannya:



Nah, yang pakai kerudung di depan ini, Nisa. Sebelahnya Melinda, belakang Melinda itu Gusvira. Yang sebangku sama Gusvira, siapa ya????



Kalau yang cowok tau dong siapa? Iya, Giat. Yang di belakang Giat yang lagi merem *kejepret pas merem ya* itu Rina, sebelahnya itulah Mila :D



Setelah penyambutan dari Kepala Sekolahnya, kita juga dapat ilmu baru dari siswi SMPN 11 Bandung yang mempresentasikan mengenai kontribusi mereka terhadap lingkungan dan kesehatan, yakni presentasi dari Ria Putri tentang Jamban BSJ dan Arlian tentang Zero Waste-nya. Oh iya, mereka juga calon Duta Sanitasi yang ikut tahun 2012 juga, lho.



Penanganan sanitasi di SMPN 11 Bandung memang bagus. Nggak salah, sekolah yang dulunya itu bisa dibilang ‘kumuh’ karena bangunannya yang dekat dengan sawah sekarang ber-abrakadabra jadi Sekolah Hijau. Bahkan, FYI aja nih ya, SMPN 11 Bandung udah dapat prestasi Sekolah Titik Pantau Adipura tahun 2010 dan bahkan menyabet gelar Bandung Green School di tahun 2011.

Nggak cuma itu, prestasi siswa-siswinya juga udah bejibun banget nih. Salah satunya, yang juga merupakan idola aku, Kak Amilia Agustin yang jadi Youth Change Makers, Duta Sanitasi Jabar 2010, dan dapat penghargaan dari SATU Indonesia Award, bahkan Kak Ami ini pernah jadi nominasi di salah satu kategori penghargaan di Liputan 6, lho. Wuuuiiiihhhh, kurang keren apa coba? :D

Nah, setelah dapat penyambutan dan presentasi tadi, kita mulai meninjau sekolah itu. Kebetulan, kelompok C dapat bagian untuk ke Pengolahan Sampah terlebih dahulu. Kerennya disebut Zero Waste School, ZWS ini dikelola oleh Arlian dan kawan-kawan. Program ini sebenarnya ide brilliant dari Kak Ami, kemudian dialih-tangankan ke Arlian Puri ini xD





Setelah berbincang-bincang mengenai proses pengolahan sampah organik dan anorganik kita goes to on ke UKS 11. Disana, UKS-nya lumayan luas, hampir sama kayak kelas seperti biasa. Beda sama UKS di sekolah Syifa, ukurannya cuma 2x2 meter x_x Hihihi…



Nggak cuma ukuran UKS-nya aja yang luas, lemari obat-obatannya juga lengkap banget. Kata Ketua PMR-nya nih, obat-obatan ini dipasok dari Puskesmas terdekat. Jadi, kalau obat-obatannya habis, PMR bisa langsung call-calling Puskesmas. Buat apa? Ya, buat minta obatlah. Haha…



Oh iya, karena orang sakit itu nggak bisa diprediksi kapan datangnya *ya iyalah*. Jadi, tugas anggota PMR ada 2 waktu. Emang karena jadwal sekolahnya ada 2, yaitu pagi dan siang, jadi tugas anggota PMR di UKS dibagi 2. Gini maksudnya, kalau si ‘A’ dapat sekolah pagi, dia jaga di UKS bagian siangnya. Begitupun kalau yang sekolah siang, jaganya di jam pagi.



Selesai melihat-lihat UKS, kita ke Stand Pameran dulu nih. Yang pertama itu, stand mengenai komunitas memasak. Pas Syifa lihat di madingnya, mereka juga bikin tulisan tentang dunia memasak, kayak resep-resep makanan, tips memasak, sampai cara membuat celemek juga ada. Dan yang pasti, di mejanya juga ada makanan-makanan yang dijual, ada sosis goreng, french fries, dan makanan ringan lainnya yang pasti enak, sehat, dan ditanggung HALAL J

Selanjutnya kita ke stand galeri hasil kreasi daur ulang. Eh mungkin lebih tepatnya, galeri siswa, soalnya disana nggak hanya daur ulang aja, tapi kreasi siswa juga dikumpulkan disana. Kayak tempat sampah multifungsi, komik kampanye, poster tentang HIV-AIDS, dan lain-lain. Oh iya, SMPN 11 Bandung juga pernah diliput belia Pikiran Rakyat dalam rubrik skul. Dan, Arlian juga pernah jadi CeBel-nya alias Cewek Belia. Keren kan?

Curhat sedikit, ini lumayan capek sih ngetik, tapi pengen tetep berbagi pengalaman nih. Oke, setelah itu, bagian tinjauan terakhir adalah Jamban Sekolahnya, yaitu Jamban BSJ (Bersih, Sehat, dan Jujur). Jamban ini, bukan sembarang jamban, bukan jamban biasa, dan yang pasti bukan jamban pada umumnya. Kalian pasti tahu dong, kalau persfektif orang terhadap ‘jamban’. Yap, kayaknya pandangan pertama *ceilah, kayak lagu aja* mengenai ‘jamban’ adalah kotor, bau, dan menjijikkan. Tapi, hal itu nggak berlaku di BSJ ini. Soalnya, jamban BSJ ini khusus sekhusus-khususnya buat siswi perempuan yang lagi menstruasi.

Jadi, awalnya *cerita Ria*, dia bersama dengan Bu Nia, guru sekolahnya sedang cerita-cerita tentang sebuah jamban yang bersih di sebuah SMA di Kota Bandung. Nah, gagasan Ria saat itu, kenapa nggak SMPN 11 Bandung juga punya jamban yang mirip gitu. Terlebih, saat itu, banyak siswi perempuan yang sering izin pulang *tidak menyelesaikan jam sekolahnya* dikarenakan pada saat menstruasi sering bocor *maaf*.

Maka dari itu, bermodalkan 300 ribu dan jamban yang awalnya nggak layak, berubah jadi jamban yang super-duper bersih. Aturan untuk masuk ke jamban BSJ ini adalah, yang pertama kita harus lepas sepatu dan menggunakan sandal yang disediakan, kemudian saat mengganti pembalut, kita nggak perlu beli ke Bibi Kantin, soalnya di BSJ ini udah disediakan pembalut berbagai merk *nggak ada yang mensponsori blog ini, jadi nggak bakal dipost merk apa aja, huhuhu*. Terus juga, disitu sudah disediakan under-wear berbagai ukuran, jadi kita nggak perlu pulang hingga meninggalkan jam pelajaran.

Be-eS-Je, alias Bersih, Sehat dan Jujur. Kenapa disebut BSJ?
1.        Bersih. Bersih disini maksudnya, jamban ini khusus untuk membersihkan kotoran menstruasi yang menganggu siswa akibat kebocoran.
2.       Sehat. Kalau udah bersih dan nggak bocor lagi, InsyaAllah kita bakal sehat. Kalau misalkan, kita membiarkan kebocoran terus menerus tanpa mengganti pembalutnya, bahaya yang paling rentan adalah terserang kanker serviks.
3.       Jujur. Ini poin juga nggak kalah pentingnya. Poin ini dilihat dari kejujuran siswi membayar pembalut dan celana dalam. Kalau misalkan, siswi tersebut tidak bisa membayar saat itu juga, dia cukup menuliskan di kertas yang sudah tersedia, mulai dari nama, kelas, dan berapa banyak pembalut dan celana dalam yang dipakai. Barulah, esoknya ia membayar. Harganya juga nggak mahal kok. Untuk 1 pembalut, harganya 500. Dan celana dalam, harganya 5000.

Emang sih, kendala itu selalu ada, misalkan yang nggak haid malah ke jamban BSJ, atau bahkan masuk ke BSJ tanpa menggunakan sandal. Lebih parahnya lagi, ngambil pembalut dan/atau celana dalam tanpa membayar. Tapi itulah, yang jadi alasan kenapa masih dipertahankannya BSJ di SMPN 11 Bandung ini J

Setelah puas meninjau sarana sanitasi sekolah, kita berkumpul di halaman depan SMPN 11 Bandung. Ngapain? Buat foto-foto dulu. Hahaha… Setelah itu, baru deh kita balik lagi ke hotel dan istirahat *sejenak*. Pukul 14.00 WIB nanti kita juga bakal melaksanakan yang ‘seharusnya’ yaitu Lomba Karya Tulis dan Karya Poster. Baiklah, tunggu ceritanya di next blog post ;)

Tuesday, May 7, 2013

Pemilihan Duta Sanitasi Tingkat SMP di Jawa Barat Tahun 2012 Part 4


Hari ke-1 (Jumat, 6 April 2012)

Pukul 12.30 WIB, Syifa disuruh oleh pembimbing dari sekolah Syifa, Bu Mimin untuk menunggu di sekolah. Kenapa? Soalnya hari itu, Syifa bakal berangkat menuju tempat perlombaannya di Hotel Horison.

FYI, karena 6 April itu adalah hari libur, jadi di sekolah, gak ada siapa-siapa, kecuali Syifa, Mama (yang ngantar Syifa), dan penjaga sekolah (baca: satpam). Jadi, beberapa orang yang ngelewatin sekolah, agak heran dan bingung juga, 'hari libur kok ada yang sekolah?'. Haha...

Nah, Bu Mimin baru datang setengah jam kemudian, tepatnya pukul 13.05 *hafal betul*. Dari situ, Syifa sama Mama berpisah untuk beberapa hari, pesannya yang utama: 'baik-baik disana ya!'. Hehe... Setelah itu, baru deh Syifa dan Bu Mimin berangkat menggunakan mobil menuju tempat lomba. Wacananya, semua perwakilan dari Kab. Bandung Barat bakal berkumpul di Kantor Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat. Tapi, ternyata Bu Mimin dikasih info, kalau kita langsung ke Hotel Horison aja, jadi berangkatnya masing-masing gitu *padahal kalau kumpul, bisa kenalan dulu*.

Dari Cililin ke Kota Bandung itu lumayan lama juga sih, jadi saat waktunya shalat Jum'at, suami Bu Mimin yang mengendarai mobil itu berhenti dulu di dekat sebuah masjid, bareng sama Fahri, anaknya *kalau sekarang, dia adik kelas aku, kelas 7* buat melaksanakan shalat Jum'at. Jadi, di mobil bakal sedikit lebih lama lagi x_x.

Singkat cerita, kita udah tiba di Hotel Horison, *akhirnya*. Dan pas masuk, peserta yang merupakan perwakilan dari Kab. Bandung Barat udah ada yang datang. Dari situ, kita kenalan deh. Syifa sebutin one by one ya!

1. Nisa Nurfitria, perwakilan SMPN 1 Padalarang. Dia ikut Karya Poster. Waktu kenalan sama Syifa, dia pake baju sama kerudung warna ungu *kalau gak salah, ya berarti bener*.
2. Mila Nadia, perwakilan SMPN 1 Cikalongwetan. Dia sama kayak aku, ikut Karya Tulis. Pas kenalan, dia pake seragam sekolahnya dan berkacamata B-)
3. Gusvira Noerwendayah Sudiana, perwakilan SMPN 1 Lembang. Dia juga ikut Karya Tulis. Dia pakai batik sekolahnya dan berkacamata juga.
4. Melinda Muharyanti, dia satu sekolah sama Gusvira, SMPN 1 Lembang. Kalau dia, ikut Karya Poster. Pas kenalan, dia pakai batik, tapi gak pake kacamata :D

Nah, pas awal-awal sih baru 4 orang yang kenalan sama aku dari KBB. Kata Bu Mimin, ada 2 orang lagi, mungkin mereka belum datang. Tapi, ini mereka:

5. Giat Cahya Pamungkas, perwakilan SMPN 1 Cisarua. Dia itu satu-satunya cowok yang jadi perwakilan KBB, dia itu ikut Karya Poster.
6. Rina Yul(i)ani, perwakilan SMPN 1 Ngamprah. Nah, kalau dia satu-satunya siswa kelas 7 *saat itu* yang jadi perwakilan dari Kab. Bandung Barat. Soalnya, aku dan 5 teman yang lainnya, kelas 8 semua *saat itu*. Oh iya, dia ikut Karya Poster.

Setelah itu, kita mengisi daftar hadir dan mendapatkan perlengkapan buat lomba, tiap kategori lomba beda perlengkapannya lho ya!

Karya Tulis:
1. Tas
2. Poster (ada 3, Persampahan, MCK, dan Drainase)
3. Leaflet (ada 3, Persampahan, MCK, dan Drainase)
4. Buku kecil
5. 1 buah tempat pensil
6. 2 buah pulpen
7. 1 buah penggaris
8. Amplop besar yang isinya kertas folio buat menulis karya tulis nanti
9. 3 buah buku panduan. Panduan Pemilihan Duta Sanitasi, Panduan Studi Banding Penanganan Sanitasi, dan Panduan Pembekalan Kesanitasian.
10. Oh iya, hampir lupa, nametage. Di situ, ada nama sama nomor urut peserta. Di nametage-nya, nama aku "ASY SYIFA" *A-nya kurang 1* dan nomor urutnya, "KT-36" :D

Karya Poster:
1. Tas
2. Poster (ada 3, Persampahan, MCK, dan Drainase)
3. Leaflet (ada 3, Persampahan, MCK, dan Drainase)
4. 1 buah tempat pensil
5. 1 buah pensil
6. 1 buah penghapus
7. 1 buah penggaris
8. Amplop besar yang isinya kertas gambar ukuran A3 buat menggambarkan karya posternya
9. 3 buah buku panduan. Panduan Pemilihan Duta Sanitasi, Panduan Studi Banding Penanganan Sanitasi, dan Panduan Pembekalan Kesanitasian.
10. Terus ada juga nametage. Sama kayak nametage yang lain, ada nama sama nomor urut peserta. Kecuali, kalau Poster, kodenya KP bukan KT.

~Kode~
KT: Karya Tulis
KP: Karya Poster

Eh iya, yang baru dapat kamar cuma Nisa sama Mila aja, kata panitianya masih ada kamar yang belum check-out, jadi kita numpang dulu di kamar mereka berdua sambil nunggu dapat kamar sendiri. Huhuhu L Etapi, maaf ya, Syifa nggak bisa kasih foto sebelum masuk kamar, soalnya waktu itu penyakit HP-nya kambuh, low bat xD.

Setelah istirahat beberapa menit di kamar Nisa dan Mila, kita siap-siap buat mengikuti acara pembukaan di Ruang Krakatau Hotel Horison tersebut. Ada satu kejadian yang paling awkward banget pas siap-siap. Mau tahu? Baiklah, Syifa buka behind the scene-nya xD

Jadi gini, ceritanya, Syifa mau cuci muka. Sebenarnya di kamar hotelnya, nggak disediakan pembersih wajah, yang ada cuma shampoo, sabun mandi cair, pasta gigi, sabun mandi (padat) sama alat-alat mandi lainnya. Karena ada yang jail, entah siapa, Syifa malah ditunjukkin buat pakai sabun mandi cair buat cuci muka. Dan lebih lucunya, Syifa nurut aja. Hahaha…  Barulah beberapa detik kemudian, ngerasa kalau yang dipakai itu salah, dan efeknya malah kepanasan di wajah. Hahaha… Tapi syukurnya, nggak sampai bikin wajah merah xD.

Oke, lanjut ke cerita sebelumnya. Setelah benar-benar siap, kita turun ke lantai 1 buat pembukaan itu. Disana, ada banyak banget peserta dan pendamping yang sudah duduk manis di kursi yang tersedia. Syifa dan kawan-kawan lain *Giat dan Rina udah datang ya*, duduk juga sebarisan. Dan di belakangnya, ada pendamping dari Kab. Bandung Barat.

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh salah satu peserta Calon Duta Sanitasi, Shinta Aghnia, kita diberikan penampilan yang memukau dari SMPN 7 Bandung. Paduan Suara SMPN 7 Bandung menyanyikan Lagu Mars Duta Sanitasi. Kerennya ampuuuuuuuuuuuuuuunnnn banget. Hehehe… Setelah Mars Duta Sanitasi, salah satu siswa SMPN 7 Bandung juga memberikan penampilan tari tradisional.

In fact, setelah acara pembukaan itu, kita kembali ke kamar masing-masing, dan akhirnya, Syifa udah punya kamar sendiri. Horeeeeee \^_^/ Kamarnya no. 519, Syifa sekamar sama Rina. Dan dari situ, kita berdua ngungsi lagi *bahasanya ngungsi banget sih* buat ngambil barang-barang dari kamarnya Nisa sama Mila. Oh iya, Melinda sama Gusvira juga udah punya kamar, nomor kamar mereka itu 521 kalau gak salah. Nah, kalau Giat, dia sekamar sama peserta dari kabupaten lain, dan waktu itu nggak tau siapa. Hahaha…

Lalu, setelah melaksanakan shalat Maghrib di kamarnya masing-masing, kita turun lagi ke lantai 1 buat makan malam dan mengikuti pembinaan untuk bekal lomba nanti. Hahhhh, kayaknya sampai disini dulu kali ya, cerita Hari ke-1 ini. Intinya, I’m so happy ^_^