Thursday, February 16, 2017

Mager? #KurangPiknik? Jalan-Jalan Aja Yuk!

Pernah nggak sih rasanya mager banget seharian, nggak tau mau ngapain, ngerjain ini males, ngerjain itu ogah, udah layak banget disebut hidup segan mati tak mau kan? Saking magerannya, segala hal jadi gak berarti apa-apa lagi. Hal-hal penghibur diri yang biasanya dilakuin dengan asyik pun jadi gak kerasa seru deh. Terus, apa ya sebabnya? Waaah, bisa jadi itu karena #kurangpiknik tuh!

Tapi nih, ibarat air di tengah padang mahsyar pasir, ada aja kesenangan yang timbul di tengah kemageran tersebut meski itu hal kecil bahkan amatlah retjeh. Weits, jangan salah, contohnya nih kayak hari Rabu kemarin yang harus banget disyukuri karena kegiatan pemilu yang dilaksanakan di cukup banyak daerah bikin Bapak Negara mutusin kalau 15 Februari jadi hari libur nasional. Eh, terus katanya Pilgub Jakarta ada putaran kedua? Kuyy aja sih kita mah, apalagi kalau jadi hari libur lagi, mau ampe puteran 30 juga dijabanin 😜

Ngomongin liburan, Kamis ini sebenarnya agak kejepit banget sih, soalnya masih ada kuliah, padahal kalau kosong bisa banget dipakai buat libur (agak) panjang, kan lumayan ya. Nah tapi kan nggak seru tuh kalau liburannya disini lagi, gimana kalau liburannya ke luar kota, bisa nggak ya? Bisa banget dong, pastinya! Kan sekarang ada banyak mode transportasi, mau pakai jalan darat, laut, udara, sampai ngelayang ke khayangan dianter Mimi Peri juga ada aja tuh 😂

Sunday, February 12, 2017

Untukmu yang Sedang Aku (Coba) Perjuangkan

Kepada satu hal yang sejak wacananya diterbitkan di papan pengumuman LTPB,

Belakangan, aku harus jujur pada diriku sendiri, niatan awalku menjadikanmu pilihan bukanlah suatu keinginan yang maha besar yang ada dalam diriku. Kamu tahu kenapa? Karena ada pilihan lain yang nyatanya lebih tepat untuk kuambil. Tapi tidak, aku membohongi diriku sendiri. Dan entah harus bahagia atau sedih, kau benar-benar menerima 'pinangan'-ku.

Hari-hari pertama, keantusiasanku amatlah memuncak, bukan karena dirimu, tapi apa yang berada di belakangmu, embel-embel kebanggaan yang pastinya dimimpikan banyak orang. Aku merasa..., aku terlalu beruntung (?) Entah harus kukatakan apa, padahal bisa jadi, ada yang lebih benar-benar menginginkanmu.

Hari-hari selanjutnya, rasa gembira itu menurun, berbanding terbalik dengan jumlah waktu yang kukeluarkan untukmu. Kamu tahu kalau itu rasanya seperti buang-buang waktu saja kan? Andaikan saja sejak awal aku tak benar-benar memilihmu, bukan tidak mungkin aku bisa lebih bahagia dengan yang lain, bukan tidak mungkin ada orang yang lebih tepat untukmu yang bisa bahagia karena dan bersama kamu.

Tapi, jauh dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku tak pernah benar-benar ingin melepasmu.

Saturday, February 11, 2017

Jangan Mengagumiku, Cukup Aku

Menggulir layar beranda media sosial adalah kebiasaan burukku yang belakangan sering aku lakukan. Bukan apa-apa, aku pikir itu bisa jadi hiburan di tengah kesibukanku sekarang. Padahal, aku sadar dari situlah sumber kelelahanku berasal. Hampir dua minggu ini kebiasaan itu masih saja menggangguku. Tapi, aku bersyukur, pagi ini, baru saja, belum sekering jemuran yang kucuci, linimasaku mengingatkanku akan satu acara tahunan yang hanya ada tiap bulan Februari, #30HariMenulisSuratCinta. Dulu, entah tahun ke berapa, aku pernah ingin mengikutinya, tapi dasar si perfeksionis ini baru tahu di tengah jalan, malas kalau harus menulis tidak dari awal. Tapi kalau tidak salah, aku pernah menulisnya juga--tidak di bulan Februari, dua surat untuk dua orang yang teramat kusayangi, ini dan ini.

Tahun ini, programnya bernama #PosCintaTribu7e, apapun bentuknya, meski terlambat tiga hari dari yang seharusnya, aku mencoba memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk menulis surat-surat yang selama ini kupendam di hati dan buku harianku. Maka, untuk surat pertama ini, aku tahu kalau kata-kataku menjemukan, masih pemanasan karena harus terbiasa menulis lagi. Teruntuk orang pertama yang menjadi tujuan dari kemana seharusnya surat ini dikirim, maaf kalau tulisanku tak bagus.

***

Friday, February 3, 2017

Yeay ke NET, Media Visit bareng Radio Kampus ITB

Beberapa waktu lalu, tepatnya di hari Jumat, tanggal 20 Januari 2017, aku berkesempatan untuk berkunjung ke salah satu stasiun televisi terkece di Indonesia yang dulu bahkan cuma jadi angan aja di benakku, apalagi kalau bukan Net Mediatama Indonesia!

Jadi, kunjungan tersebut dalam rangka Media Visit 2.0 dari Radio Kampus ITB. Awalnya aku sempat daftar cuma karena sistemnya first pay first get, kuota yang tersedia full booked *fyi, media visit ini berbayar lho ya 💁 Sedih dong, eh tapi bukan anak sholehah namanya kalau nggak dapat rezeki, ternyata ada yang ngebatalin dan akhirnya aku ngegantiin slot yang kosong. Makasih lho...