Tuesday, December 30, 2014

#MEmoryeah2014 Aku dalam GADIS

Nah, setelah tadi aku menulis tentang #MEmoryeah ter-yeah di 2014 soal Duta Vaksin, kali ini menambah cerita soal #MEmoryeah ter-yeah juga di akhir tahun 2014. Lagi-lagi, Kawancut benar-benar jadi bagian dalam cerita ini. Before and after, thanks for your support, Guys. We’re ROCK!!


Waktu itu...aku lagi iseng-iseng buka website GADIS.co.id. Saking penginnya ngabisin kuota *ellaaah, songong banget sih Syif*, cuma klik sana-sini sembarangan. Ternyata keisengan ini nggak percuma dan nggak sia-sia, Allah memang Maha Baik, aku dapat pengumuman soal Be Part of Editorial Team yang menawarkan untuk menjadi bagian penulis dan editor dari majalah GADIS Annual Edition 2015 nanti. Tanpa pikir panjang, tentu saja aku mengiyakan hal ini. Namun realita selalu berbalik dengan ekspektasi, aku baru mulai nulis di tanggal 30 Agustus—sehari sebelum deadline-nya ditutup. Inilah yang dinamakan the power of kepepet :D





Meskipun menulis di hari terakhir, aku bener-bener pasrah. Tulisan udah masuk entri aja udah syukur, apalagi lolos itu bakal koprol. Eh... nyatanya beneran lolos!

Makanya, Kawancut yang kemarin dipusingkan dengan dukungan via web atau SMS di grup, maaf dan terimakasih ya. Maaf karena di grup rada nyampah juga, tapi terimakasih untuk kalian yang sudah merelakan waktu dan pulsanya untuk dukung aku, hehe.


Dukungan semacam ini kadang bikin aku pesimis, karena setelah lihat jumlah vote, ternyata punya orang jauh lebih banyak, bahkan tembus 2000+. Sedangkan aku? Hanya 76 via web dan entah berapa jumlah SMS (yang sudah aku usahakan bujuk rayu teman-teman di sosial media dan juga seantero sekolah), makin terasa pesimis. Eh taunya... lolos babak ini, dan nggak nyangka yang punya doski dengan vote tertinggi di antara 14 finalis lain nggak lolos. Lah, kenapa ya? Entahlah~

Eh belum pada tahu ya kalau aku pilih kategori apa? Aku pilih School Editor, karena aku rasa kerjaannya lebih fleksibel, nggak harus pergi jauh-jauh dan ngeluarin uang banyak, beda sama kategori lainnya yang menuntut kita untuk “kerja nyata”, hehe.

Kemudian setelah itu kami—10 orang School Editor terpilih—mulai dihubungi oleh Mbak Ayu sebagai mentor. Tugas pertamanya sih nggak susah, asal kita mau berusaha dan nggak mau dianulir kelolosannya aja. Anak School Editor kan paling gampang, tinggal wawancara orang-orang sekolah, kumpulin tugas, selesai. Beda sama Fashion Stylist yang kudu cari referensi fashion kekinian anak muda sekarang. Apalagi buat Music dan Entertainment Editor, harus melakukan wawancara langsung dengan narasumber. Tapi enaknya di mereka sih, bisa ketemu artis dan ngobrol lebih dekat. Yaa... semua hal ada plus-minusnya sih :D

Dan nggak hanya itu, kami secara khusus juga dapat live coaching via webcam untuk tahu seluk-beluk keeditoran ini. Namun, karena koneksi internetku yang bapuk waktu itu, aku nggak bisa ikutan. Huhu, sedih deh nggak dapat ilmu baru :(

Setelah beberapa minggu menyelesaikan tugas dengan deadline ini dan itu, dan aku mulai agak malas, akhirnya semua selesai juga. Tinggal menunggu hasil jadinya akan seperti apa deh. Dan yap, majalah GADIS Annual Edition 2015 ini sudah terbit 5 Desember lalu. Haha, telat kasih tau ya? Mungkin beberapa masih ditemukan di toko-toko buku, pokoknya jangan lupa baca tulisanku di halaman 160 ya!





Terakhir, terimakasih untuk teman-teman di Kancut Keblenger, Kawancut semua yang sudah dukung aku semenjak awal sampai akhir, terutama tahap voting yang membutuhkan banyak suara kalian. Teruntuk khusus buat Kak Prima yang dengan kerennya menyemangati aku, Kak Irvina juga yang jadi inspirasi aku, Kak Sandra yang udah mau beliin aku majalahnya, dan kakak-kakak lainnya yang menambah kenangan dan memori terindah di kegiatan terkerenku tahun ini. Tanpa kalian, aku nggak mungkin kayak sekarang, mengenal blog lebih banyak dan mungkin juga tanpa dukungan beserta doa kalian, aku nggak akan mungkin mejeng di majalah GADIS jadi School Editor :D Pokoknya, peluk-cium-kecup-basyah untuk semua. Semoga di tahun 2015 mendatang makin banyak impian kita yang terwujud karena hobi kita ini. Makasih ya :*


Oh iya, biar sama-sama tahu mimpi kita masing-masing dan sama-sama mendukung satu dengan lainnya, yuk ikut projek barengan dari Kancut Keblenger. Para Kawancut baik itu Perjakancut maupun Perawancut (atau di luar itu, Bancut misalnya) kudu dan wajib ikutan Blogging Project: #1Day1Dream. Gelaran projek bermimpi bersama sekaligus melatih konsisten kita dalam ngeblog. Mau ikutan? Coba dong grupnya dicek, jangan cuma butuhnya aja kamu dateng ke aku, di saat aku butuh, kamu dimana? Pergi gitu aja tanpa kabar apapun *yaelah, malah jadi curhat deh*. Nah, yuk bermimpi bersama, mendukung bersama, dan mewujudkannya bersama. See you on the top, Kawancut ^_^ *with love, hug, and kiss*

#MEmoryeah2014 Vaccines Young Ambassador 2014

Setelah bersemedi dari jurang kemalasan, akhirnya aku menjawab Tantangan Mincut: Menulis Kenangan di Ajang #MEmoryeah 2014. Cerita di bawah ini benar-benar memori yang nggak pernah terlupakan banget yang terjadi di 2014, kenangan yang bakal terus aku bagi dan sebarkan pengaruhnya untuk semua orang, termasuk kamu... Iya kamu, Kawancut tercintahhhh :*


September lalu, sekolahku kedatangan Bio Farma. Tau Biofarma kan? Itu lho, produsen vaksin terbesar dan satu-satunya di Indonesia dan juga Asia Tenggara. Nah, tujuan Biofarma datang ke sekolahku di tanggal 25 Agustus itu adalah sebagai rangkaian kegiatan #Cool2School sekaligus mencari para siswa terpilih yang akan ikut dalam acara Pemilihan Duta Muda Vaksin Biofarma 2014.



Banyak banget acaranya, selain seminar tentang vaksin, ada juga lomba-lomba keren. Seperti Video Contest, Photo Contest, dan Twitter Contest. Semuanya seru, hadiahnya juga lebih seru, ada tongsis, earphone, flashdisk, sampai uang tunai yang kalau kata anak sekolah itu cukup buat jajan seminggu.



Acara utamanya, giliran perwakilan SMAN 1 Cililin nih unjuk presentasi di hadapan juri. Waktu itu ada 4 orang, Lu’lu, Teh Astriani, Teh Devia, dan satu lagi yang empunya blog ini *taulah ya*. Kami hanya diberikan waktu 5 menit untuk menyampaikannya, deg-degan karena aku baru bikin slide pas pagi-pagi masuk sekolah, syukurlah dikasih toleransi nggak ikut upacara hari Senin *haghag.

Aku sendiri mengambil tema 10 Things About Immunity, menjelaskan sepuluh hal yang aku ketahui soal imunitas. Beneran deh, saking mendadak persiapannya aku ngaco di poin terakhir bahwa imunitas orang Afrika lebih rendah dibanding orang Asia, padahal kan riset darimana coba? Tapi karena waktu yang terbatas, aku hanya menyampaikan 7 poin aja.


Dan... waktu pengumuman itu datang juga, aku lupa tanggal berapa tepatnya, tiba-tiba ada nomor tak dikenal masuk panggilan. Padahal waktu itu baru buka seragam selepas pulang sekolah *oke nggak usah dibayangin*, dan Alhamdulillah... aku lolos. Acipa lolos jadi finalis Duta Vaksin. Alhamdulillah ya... syesyuatu :D

Sejak hari itu, aku mulai persiapkan diri lebih baik lagi menuju tahap final. Makanya, tema presentasi aku ubah jadi 5 Reasons Why We Have To Get Vaccination. Karena aku rasa, dengan lima hal sudah dapat tersampaikan dengan baik mengingat waktu presentasinya juga hanya 5 menit.


Hari itu... akhirnya datang juga. Tanggal 9 Oktober, untuk pertama kalinya, sebagai orang Bandung, aku menginjakkan kaki di Pasteur 28, lokasi dimana Biofarma berada. Gila bok! Gedungnya gede, takjub banget, ternyata lebih menarik aslinya daripada di foto. Waahhh~



Setelah berkenalan dengan kesembilan peserta lainnya—FYI, yang menjadi finalis hanya 10 orang dari berbagai sekolah di Jawa Barat—kami mulai menjalani karantina. Di hari pertama, kami banyak dapat materi, khususnya etika dalam presentasi. Ternyata aturannya nggak segampang tampil di depan begitu aja, karena untuk ajang yang satu ini kami benar-benar menjadi seorang ambassador yang kompeten.




Seneng banget bisa punya kenalan, ada Teh Ghina, Aliya, Sylvia, Rara, Rahma, Iis, Nadia, Jalu, dan Toma. Walaupun dikatakan sedikit, inilah yang menarik, kami jadi mudah berinteraksi satu sama lainnya.

Hari kedua ini adalah hari intinya, dimana kami akan mempresentasikan tema yang sudah diambil masing-masing. Namun sebelumnya, ada acara touring jelajah Biofarma dulu dong. Dan ternyata... luasnya itu luas bangeeet. Kalau kamu hanya lihat satu gedung utama di depan, mungkin kamu bakal takjub saat lihat gedung-gedung di balik semuanya. Di sanalah vaksin dibuat, vaksin yang kita pakai dan sudah diedarkan sampai ke lebih dari 130 negara di dunia itu. Kita, sebagai orang Indonesia, harus bangga dong punya produsen vaksin segede itu.




Lalu, setelah materi dinamika kelompok, dimulailah acara inti itu. Dan aku, dapat nomor urut 8 untuk menampilkan presentasiku. Senang banget karena semua berjalan dengan lancar, walau yah... sedikit kekurangan karena grammar bahasa Inggrisku rada salah. Hahaha... belagu sih!





Jeng jeng... hari ketiga setelah dirias cantik, kami diboyong menuju Gedung Sabuga ITB. Disana, selain acara penobatan juara Duta Muda Vaksin, ternyata berlangsung juga Family Gathering sebagai ulang tahun Biofarma yang ke-124. Hap, sampai situ aja rasanya udah seneng, karena secara nggak langsung aku dan teman-teman finalis udah jadi bagian keluarga besar ini. Subhanallah~




Artis yang tampil juga nggak kalah keren, ada Sandrina, Ungu, Teh Tike yang jadi MC, dan masih banyak lagi. Hingga akhirnya... tibalah acara Awarding itu. Deg-degannya nggak kerasa lagi karena udah deg-degan dan kebelet dari awal. Dan nggak nyangka aja, pas diumumkan 3 Besar aku dipanggil juga. Alhamdulillah-nya lagi, aku meraih Juara 3 Duta Muda Vaksin 2014.


Persembahan ini untuk semua orang yang sudah dukung aku, salah satunya adalah teman-teman Kancut Keblenger yang secara nggak langsung memotivasi aku dalam hal menulis artikel pas tahap pemilihan di sekolah. Terimakasih untuk kenangan dan memori yang pernah terjadi di 2014 ini ya. Dan buat Kawancut, yang belum divaksin, ayo divaksin sekarang sebelum semua terlambat. Psst, ada vaksin Flubio juga lho yang dapat mencegah kita dari Influenza. Psst lagi, ada subsidi kalau kamu bilang temennya Asyifa, haha *canda ding*. Semoga dengan ini, aku bisa mengemban tugas untuk mengajak lebih banyak orang agar sadar vaksin. Biofarma? Vaksin bangeeet. Kawancut? Kancut bangeeett :D

by.asysyifaahs♥

Monday, December 29, 2014

2014 Punya Cerita...

Martabak Asam manisJudul: Martabak Asam Manis
Penulis: Fico Fachriza
Ukuran: 13 x 19 cm
Tebal: vi + 178 hlm
Penerbit: Bukuné
ISBN: 602-220-138-1
Harga: Rp42000
“Tes, tes!”

Gue ngecek mic sambil lirik-lirik malu ke penonton.

“Halo nama gue Fico dan ini kali pertama gue open mic.

Penonton tepuk tangan. Wuisss…, percaya diri gue naik.

Gue langsung masuk bit pertama.

"Menurut gue, kecap sering diremehkan. Padahal penting, loh! Kalo nggak ada kecap, bisa-bisa nasi uduk sama nasi goreng ketukar. Kasihan nasi uduk yang sudah dengki banget sama nasi goreng karena lebih dulu go international."

Hening.

Penonton sibuk masing-masing. Ada yang tidur, ada yang baca koran, ada yang nidurin koran, Gue udah kayak loper koran di lampu ijo.

Nggak dianggep dan ditelan asap knalpot.

***

Seperti martabak lezat yang terbuat dari perpaduan bahan masakan, cerita Fico pun dibentuk dari banyak cerita. Telur itu seperti Fico yang lucu dan bundar. Baking powder-lah membuatnya mengembang. Taburan cokelat keju memberi rasa manis dan asin dalam hidupnya. Semua itu dicampur dan diolah menjadi ‘Martabak Asam Manis’ yang gurih-gurih enyoy.

Sekarang, yuk, kita nikmati hidangan ala Fico. Bon appѐtit!

---
2014 memberi banyak cerita tersendiri buatku. Tentunya, ada banyak hal yang terjadi sepanjang tahun ini. Senang, sedih, suka, duka, semua ada...

Pencapaian terbesar tahun ini adalah... aku dinobatkan sebagai Duta Muda Vaksin Biofarma. Tahu Bio Farma kan? Itu lho, produsen vaksin terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Iya, Oktober lalu aku resmi jadi salah satu bagian keluarga besarnya dan bangga banget bisa jadi ambassador dari perusahaan yang satu ini.

Walaupun hanya menduduki posisi Juara 3, aku bersyukur. Dari sana, selain mengenal lebih banyak tentang vaksin, aku juga merasa punya kewajiban untuk menyebarluaskannya kepada orang lain, khususnya di lingkungan sekitarku sendiri. Dengan vaksin, kita bisa terjaga dari berbagai penyakit yang berbahaya. Misalnya nih, kayaknya kamu butuh vaksin Hepatitis B kalau kamu ngerasa sakit hati mulu, atau kamu musti divaksin Campak kalau terus-terusan dicampakkin sama doi. Haha... *garing ya*

Pencapaian lain yang mungkin bisa dikatakan cukup keren, tapi kemudian gagal adalah... aku pailit jadi peserta Indonesian Student Youth Forum alias Forum Pelajar Indonesia ke-6 di Jakarta, Agustus lalu. Sebenarnya, dari awal aku dinyatakan lolos sih, cuma... karena masalah administrasi yang kurang disetujui dan didukung pihak sekolah, aku terpaksa dicabut kelolosannya. Sedih ya? Banget! Iri sama temen-temen yang tahun ini bisa mengukir rekor MURI mengenai Upacara di Pusat Perbelanjaan. Tapi, apalah daya daku ini, masih terlalu kecil untuk dibilang nekat, hehe...

Sebenarnya banyak sih hal-hal kecil yang aku rasa itu berharga banget, mulai dari banyaknya orang-orang yang aku kenal, beberapa di antaranya berasal dari komunitas blogger kayak Kancut Keblenger dan Blogger Buku Indonesia, dan tentu saja... pengalaman yang serta-merta menyertainya.

2014 ini aku juga banyak mengalami kegagalan—salah satunya aku nggak bisa mempertahankan Peringkat 1 di kelas untuk Semester 3 ini, tapi sampai sekarang aku masih tetap aja merasa ‘kurang gagal’. Lho? Iya, seperti yang aku pelajari dalam Kimia, adanya gugusan dari atom karbon yang dapat membentuk ikatan yang berbeda. Karbon dapat membentuk arang dan juga berlian. Keduanya sama-sama dibentuk dari karbon kok, atom yang sama pula. Hanya saja, berlian sudah dipanaskan hingga 4000º Celcius, mendapat tekanan yang banyak, hingga produk yang dihasilkan akan berbeda dengan arang. Bener kan?

Sama halnya seperti manusia, kita mendapat berbagai tekanan dari tantangan hidup yang kita jalani, yang akhirnya menjadikan berlian tersebut memiliki harga berkali lipatnya daripada harga arang. Aku sendiri merasa bahwa sejak duduk di kelas 11, banyak tekanan dari berbagai macam arah, ditekan untuk pindah kelas, pisah kelas, sampai perlakuan “terselubung” yang aku rasakan sendiri dari banyak orang. See? Kita hanya tingga memilih, mau menjadi berlian yang ditempa dengan keras namun berharga mahal, atau menjadi arang yang hanya cukup dibakar tapi harganya murah. Tentu, semua orang punya pilihan masing-masing. See you on the top, 2015 ^^

***

Martabak Asam Manis, rasa seperti itulah yang dialami oleh Fico Fachriza yang kini terkenal sebagai stand up comedian, ternyata memiliki kisah hidup yang banyak rasa ya. Nah, kisah hidup Fico tadi terangkum dalam sebuah buku yang berjudul Martabak Asam Manis. Dalam buku ini, Fico menceritakan perjalanan hidupnya yang berliku.Yuk dibaca, semoga dapat martabak pencerahan dari buku ini.

by.asysyifaahs♥

Sunday, December 21, 2014

Hobi Baru dan Asmalia

Bismillahirrahmanirrahim...

Kemarin, saya punya hobi baru. Selain sejak kemarin pula saya mulai sering menyebut kata ganti dengan kata saya—yang entah akan bertahan seberapa lama, mungkin sampai saya kurang mau mengatakan kata saya lagi—saya punya hobi baru.

Tidak bisa dibilang unik atau menarik sih, tidak ada yang istimewa padahal. Tapi, yah, namanya saya sendiri—orang yang sukanya pamer pada hal apapun itu—makanya saya mau cerita, boleh kan? Toh, sebenarnya tidak ada yang melarang sih, ya kecuali pembaca blog saya sendiri yang—mungkin—tidak mau membacanya, hehe.

https://soundcloud.com/asysyifaahs

Sudah tahu jejaring sosial bernama SoundCloud kan? Nah, di situlah media saya menuangkan hobi baru tersebut. Bukan, saya tidak bernyanyi atau melantunkan nada-irama-syair-melodi di jejaring sosial dimana orang-orang bisa mendengarkan suara tersebut. Aneh? Tapi ya itu tadi, saya malah membacakan puisi-puisi yang kemudian saya rekam dan unggah di akun SoundCloud milik saya—iyalah, masa’ akun punya orang sih.

Belum banyak sih, ya karena saya baru memulainya kemarin. Tepat setelah hujan keduapuluh tiba dan mengguyur deras lalu mereda pada pukul 16.35.



Puisi-puisi ini bukan milik saya—saya tidak begitu mahir dalam memilih diksi paling bagus untuk menuangkannya dalam bentuk sastra lama ini, maaf. Jadi, saya mengambil puisi-puisi milik teman(-teman) saya. Namanya? Kita sebut saja Asmalia, bukan nama yang sebenarnya. Silahkan cari sendiri, kalau memang penasaran.

Puisi Asmalia ini—menurut saya—indah dan ajaib. Saya tidak sadar sejak kapan saya jatuh cinta pada puisi-puisinya. Lebih kagumnya lagi adalah, kemarin setelah hujan reda itu saya mulai teringat dengan puisi Asmalia. Kenapa harus Asmalia? Saya tidak yakin sepenuhnya, padahal dalam folder di laptop ini saya punya banyak dokumen yang memuat puisi-puisi dari teman saya yang lainnya. Kenapa ya?

Saya—hanya—baru mengunggah tiga rekaman saya di SoundCloud. Masih dikatakan sedikit dan tidak apa-apanya. Tapi, tenang saja, saya sudah mulai punya banyak stok untuk puisi apa saja yang akan saya bacakan di jejaring sosial yang satu itu.

Sejujurnya, saya belum meminta izin pada Asmalia untuk menggunakan karyanya. Pelanggaran hak ciptakah? Apa iya? Tapi kan saya tidak mengatakan bahwa puisi ini milik saya. Toh, di awal rekaman saya juga mencantumkan judul dan juga pemilik karangan ini. Yah, saya harap sih Asmalia tidak menggugat saya atas karyanya. Jujur, saya bingung sebenarnya.

Hobi ini memang tidak menarik, sangat kalau bisa dikatakan. Tapi, berawal dari keisengan itulah saya jadi punya niat lain.

Ini untuk kamu,
...Asmalia

Saya tahu semenjak Juni yang lalu kamu sudah mulai lupa caranya berpuisi; seperti yang kamu katakan.

Semoga saya tidak salah, gairahmu dalam menulis puisi perlahan mulai terkikis dengan berbagai kesibukanmu. Saya tahu, atau saya mungkin sok tahu.

Saya tidak menuntutmu—atau mungkin sebenarnya menuntut, tapi saya tidak sadar—untuk menulis kembali. Tapi, kalau saya boleh berbicara, saya ingin kamu menulis lagi. Bukan, bukan untuk saya, tapi untuk orang-orang di luar sana yang cinta pada karyamu.

Asmalia...

akhir Oktober menjelang November saya mengetahui dimana kamu berada. Selamat!

Andaikan saja saat itu saya juga lolos, mungkin kita berdua bisa bersua. Ingin sekali rasanya berteriak padamu, cepatlah menulis lagi. Aku rindu.

Saya membebanimu? Iya sekali. Sedikit meminta, atau mungkin memaksamu agar mau menulis lagi..., demi saya. Saya egois.

Asmalia..., seberapa besar pun saya memohon, kalau kamu memang tidak mau, saya bisa apa? Entahlah. Sejak kemarin itu, saya mulai sadar, kamu tidak bisa dan tidak mau dipaksa, iya kan?

Saya—lagi-lagi sadar—ternyata saya banyak mau. Hei, sadarlah! Walaupun demikian, tetaplah menulis ya, kapan pun kamu menceritakannya saya selalu siap, semoga. Seberapa lama pun itu.

Asmalia, saya rindu. Maaf ya.

by.asysyifaahs♥

Wednesday, December 17, 2014

Give Yourself A Break with TLTSN

Selesai UAS, biasanya apa sih yang pelajar sekolah lakukan? Banyak ya, mulai dari yang ikut remidial, ada yang semangat ikut class meeting, dan yang paling banter sih ada yang santai-santai aja. Dan... aku termasuk salah satu orang di kategori terakhir. Iya, santai banget, saking santainya lupa musti ngapain.

Bagiku, edisi santai kali ini bukan sekadar leha-leha menyombongkan diri karena nggak remidial, tapi sebagai ‘jeda sejenak’ dari keterpurukan menghadapi satu semester yang melelahkan ini. Itu cukup melelahkan juga lho...

Sumber disini
Nah, berhubung lagi masa-masa istirahat nih, boleh dong ya sekali-kali aku menghadiahi diriku sendiri dengan sesuatu yang aku suka, dan paling nggak bisa bikin penat ini hilang. Karena faktanya, dengan menghadiahi diri sendiri kita juga memberikan apresiasi atas apa yang telah kita lakukan sebelumnya.

Dan kali ini, aku pengin memberikan sesuatu yang udah lama banget jadi wishlist-ku. SEPATU. Hihi, aku udah lama tuh ngidamin sepatu, saking penginnya banyak banget online shop sepatu yang aku follow di instagram. Pilih sana-sini, kadang bingung sendiri, ada yang bagus tapi harganya bikin nyekik, ada juga sih yang pas di kantong cuma modelnya itu lho... kurang Acipa banget! Hehe...

Eh, akhirnya nemu Zalora lewat iklan televisi, banyak banget produk fashion-nya, ada tas, sepatu, jam tangan, batik, aksesoris, sampai beauty shop juga ada di Zalora. Dan ketika klik kolom The Little Things She Needs, WOW! Jodoh banget nih, ada sepatu-sepatu lucu nan imut yang bikin aku jatuh cinta.

http://www.zalora.co.id/women/the-little-things-she-needs/

Di kolom The Little Things She Needs ini, memang kebanyakkan sepatu jenis flat shoes nih, teman-teman. Cocok deh buat aku yang belum berani pakai sebangsa heels ataupun wedges. Flat Shoes itu kan identiknya dengan manis dan imut kan? Serupa lah ya sama aku *bhak.

Teman-teman juga bisa pilih sepatunya sesuai dengan kepribadian diri kita masing-masing. Kalau merasa diri kamu adalah tipe yang introvert disini juga ada flat shoes seperti Zippy, Nanny, Twotone, dan Loleta. Begitupun halnya kalau kamu adalah orang yang ceria, beberapa di antara jenis Mada, Lolla, Morine, atau Soho pasti pas deh sama kamu.

http://www.zalora.co.id/Zippy-Flat-Shoes-764486.htmlhttp://www.zalora.co.id/Nanny-Flat-Shoes-767914.htmlhttp://www.zalora.co.id/Twotone-Flat-Shoes-767910.html

http://www.zalora.co.id/Chantal-Flat-Shoes-764701.htmlhttp://www.zalora.co.id/Morine-Flat-Shoes-762142.htmlhttp://www.zalora.co.id/Lolla-Flat-Shoes-762148.html

Selain modelnya yang unyu, harganya juga oke, pas di kantong pelajar kayak aku ini. Kerennya lagi adalah, Zalora memberikan Special Offer nih buat kamu yang memilih sepatu di The Little Things She Needs ini. Apakah itu? Yap! Special Offer-nya adalah 2 For Rp. 269.000. Kamu bisa menghemat 69.000 dibandingkan beli dua pasang sepatu sebelum Special Offer ini, lho. Tuh kan, gimana nggak seneng coba perempuan dikasih tawaran menarik gini?

Yuk, yang masih bingung mau pilih apa, mending klik aja ZALORA.co.id. Aku juga mau pilah-pilih flat shoes dari The Little Things She Needs ini, menurutmu mana ya yang kece buat aku?

by.asysyifaahs♥

Thursday, December 11, 2014

FELLAS, I'M COME BACK!!!

Bismillahirrahmanirrahim...

Halo halo semua, aku kembali \^_^/
Kangen nggak?

Hehe, lama ya nggak ngeblog. Kemana aja? Yang pasti nggak ke Jongol dong, disana udah sumpek banyak orang yang datang dan pergi ke Jongol.
Sibuk, asli sibuk. Anak sekolahan bisa apa sih, malah beberapa tugas kadang terbengkalai kalau aku terlalu asyik berselancar di dunia maya. Jadilah, harus mengorbankan hal yang lain dengan prioritas utama. Betul?


Dalam sekitar dua bulan terakhir banyak yang aku alami tentu saja, dan tentunya banyak yang aku lewati juga hal-hal yang terjadi di blogsphere. Kangen, udah pasti. Serasa ada hal yang terlewatkan begitu saja, sayang tapi harus bagaimana lagi?

Yah, nggak akan menyesal kok. Selama dua bulanan ini, aku berjuang di sekolah. Eh, maksudku beberapa bulan sebelumnya juga sih, malah kemarin baru aja selesai UAS. Setidaknya bisa bebas dan taking-a-breath demi mengingat kembali materi pelajaran, haha.

Nilainya belum semua dikeluarkan sih, tapi sampai saat ini Alhamdulillah cukup memuaskan. Tinggal kita lihat nanti ya, seberapa sanggup aku bertahan di posisi sebelumnya.

Oh ya, kasih tahu dong, apa saja yang aku lewatkan dalam dua bulan terakhir ini. Ada cerita yang perlu kudengar dan kubaca, mungkin? Tell me, please!

by.asysyifaahs♥