Wednesday, October 29, 2014

Primadita Rahma & The Power In You

Bismillahirrahmanirrahim... 

Aku mengenalnya sejak tanggal 3 Januari 2014—masih ingat ketika untuk pertama kalinya bisa kenal dan langsung menantang diri sendiri untuk ikut dalam projek bernama #1Hari1Ayat (baca ceritanya disini). Nggak lama setelah projek ini selesai—dan Alhamdulillah aku bisa menang—ternyata perkenalan kami terus berlanjut dan nggak berhenti cukup sampai disini saja *ealah, berasa judul lagu*.


Buat kamu yang belum kenal, aku kasih tahu, namanya Primadita Rahma Ekida *aku masih penasaran sama nama belakangnya yang lebih terasa Jepang dan kenapa terobsesi sekali dengan Putra Mahkota Dubai :D*. Dia adalah seorang blogger muslimah manis yang pernah aku kenal dengan kekonsistenannya terhadap misinya menulis blog. Nggak main-main, misinya adalah... "to make young muslims understand that da'wah is a obligation that can be fun –specifically– and the world to know that Islam is a beautiful way of life –generally". Aku aja yang nulis blog pertama kali di tahun 2012—dengan page rank yang masih serba labil—belum punya tujuan dan arah yang jelas mau diapa dan dibagaimanakan blog ini ke depannya. Huft...


Setelah #1Hari1Ayat selesai, ternyata Kak Prima masih cukup istiqamah menulis post dengan label yang satu ini. Waah... antara malu, iri, dan mengagumkan sekali. Di luar itu, Kak Prima benar-benar menjalankan misinya dalam menulis blog, dalam setiap blog-post-nya dia selalu menulis apa yang benar-benar penting dan bermanfaat, dan pernah aku ingat dia berusaha untuk mengurangi status/tweet yang dirasa kurang ada manfaatnya kalau memang benar-benar nggak penting *beda lah ya sama yang punya blog ini, haha*.

Beberapa bulan kemudian, Kak Prima berencana untuk melakukan traveling ke negara-negara ASEAN. Rencananya mantap, dan dia nggak segan untuk bercerita sedikit tentang persiapannya. Hm, rasanya semacam ada cambukan motivasi untuk sama-sama mengikuti jejaknya, traveling ke negara di luar Indonesia *jangankan ASEAN, Indonesia aja baru sebatas Jawa dan Kalimantan bok’*. Pernah waktu itu, saat aku sering buka blognya, Kak Prima menawarkan diri untuk mengirimi para Sister-nya—it’s means ThePrimadita’s readers—dengan kartu pos dari negara-negara yang akan didatanginya nanti. Kalau boleh jujur, sebenarnya aku pengin semuanya sih, tapi kan disuruhnya satu dan alhasil kebagian postcard dari Vietnam, eh Ho Chi Minh City itu Vietnam kan? *lah pake nanya*


Memasuki bulan Ramadhan, dari jauh-jauh hari Kak Prima sudah menuliskan rencana projek selanjutnya yang dinamakan #1Hari1Masjid. Berbeda dengan #1Hari1Ayat yang menulis satu ayat dalam satu hari, di projek yang ini kita hanya menyetor SATU cerita yang kemudian akan ditulis di ThePrimadita per harinya. Banyak lho partisipannya, masjidnya pun nggak cuma yang di Indonesia aja, malah ada yang dari Jepang. Nah, sebagai partisipan VVIP dengan mendapat undangan langsung dari si empunya, tentu saja aku mengiyakan, selain tertarik dengan konsep projeknya, aku juga berniat cerita tentang masjid sekolahku yang dibangun berkat program TUSRI (baca disini). Istimewanya lagi adalah..., aku dapat kesempatan menulis DUA blog-post di awal dan akhir projek sebelum ditutup dengan tulisan Kak Prima-nya sendiri (baca disini). Ulala, bahagia banget :D


Makin hari aku juga makin kenal sama Kak Prima, selain karena kami tergabung dalam satu, eh lebih tepatnya dua komunitas blogger yang sama, aku juga sering stalking timeline Twitter dan Facebook-nya. Aku yakin, Kak Prima punya energi positif yang kuat yang bisa ditularkan untuk orang lain. Percaya deh!

Saat dikabari kalau Kak Prima masuk sebagai Semi Finalis World Muslimah Award 2014, kok rasanya ikut-ikutan bahagia ya? Ada yang bilang, kebahagiaan itu menular. Makanya, bisa ikut merasakan bahagianya juga, walau kami terpisah jarak bermiliar-miliar sentimeter. Walaupun aku nggak bisa dukung Kak Prima secara langsung, aku selalu berdoa supaya kakak(-kakakanku) yang satu ini bisa diberi kelancaran dan lolos ke babak selanjutnya. Walaupun hanya mendukung dengan vote via website WorldMuslimah.org, aku rasa aku sudah melakukan sebisaku *halah*.

Dan, Alhamdulillah, Allah Maha Penyayang, Kak Prima akhirnya bisa sampai di tahap ini sebagai Finalist of World Muslimah Award 2014. Lagi-lagi, kebahagiaan itu menular. Apalagi saat sebelumnya Kak Prima selalu cerita tentang #ThePrimUWRF yang berkisah tentang kegiatannya selama menjadi volunteer di acara Ubud Writers and Readers Festival di Bali awal Oktober lalu. Ah, jadi iri kan ya aku mau ikutan juga, tapi nggak papa, dapat oleh-oleh berupa buku aja rasanya udah sujud syukur *eh.

Sebagai adik-tidak-kandung-yang-hanya-kenal-dari-dunia-maya, tidak ada yang aku harapkan selain Kak Prima bisa selalu baik dan dalam lindungan-Nya. Setelah membaca buku kiriman darinya, The Power In You karya Kak Ollie, aku selalu membayangkan bahwa Kak Prima juga punya power-nya sendiri, tak terlihat tapi bisa dirasakan walau kami tak pernah bertatap muka langsung.

Karena dia berani mengambil jalan yang berbeda.
Karena dia tahu apa yang dia ingin lakukan dengan hidupnya.
Karena dia selalu berpikir positif.
Karena dia ingin bergerak cepat untuk mewujudkan apa yang dia inginkan.
Karena dia adalah orang baik.

Tidak, di luar cerita keakraban kami satu sama lain, aku percaya bahwa Kak Prima memang begitu. Toh, seandainya pun kami tidak sedekat ini—secara hubungan dunia maya—aku masih mantap mengatakan kalau Kak Prima memang orang baik *percaya deh!*.
Dan, ayo ikut berbahagia juga *sudah kubilang, kebahagiaan itu menular* dengan terpilihnya Kak Primadita Rahma sebagai salah satu Finalis dari ajang World Muslimah Award 2014. Doakan semoga dia dapat menjalani kegiatan dan prosesnya dengan lancar, dan dapat mengemban amanah yang diberikan kepadanya—tidak hanya sesaat setelah WMA selesai, tapi juga seterusnya, untuk tetap menebarkan energi positif kepada para Muslimah –khususnya– dan semua kalangan masyarakat –umumnya.

Dari itu semua, yuk saling mendoakan, doa sama Allah gratis kok. Kamu juga bisa mendukungnya dengan beberapa cara di bawah ini.

Vote via Website WorldMuslimah.org

  • Klik link ini bit.ly/PrimaFinalWMA2014
  • Pilih “Register” di bawah videonya
  • Masukkan nama dan email kamu
  • Cek email kamu, dan akan ada password dari World Muslimah Award
  • Sekarang kamu bisa “Login” dan klik untuk vote Kak Prima

Watch via Video Youtube
     
     
  •  Klik link ini bit.ly/VTforPrimadita
  • Tonton videonya, dan perhatikan dengan baik
  • Like video dengan cara memberi jempol
  • Jangan lupa sebelumnya kamu harus sudah login di akun YouTube kamu

Support via Tweet Twitter 

Tweet seperti contoh berikut ini, 

“I support @primaditarahma for World Muslimah Award 2014 #PrimaFinalWMA2014” 

Sehari cukup sekali kok, biar nggak spam di tab mention-nya

Like via Fanspage Facebook

Gampang kan? Dan jangan lupa, bagikan tautannya dan ajak teman-teman kamu (termasuk Ibu, Bapak, Om, Tante, Paman, Bibi, Kakek, Nenek, Oma, Opa, tetangga, Pak RT, Pak RW, Lurah, dst) untuk ikut mendukung Kak Prima.

http://www.worldmuslimah.org/award2014/primadita-rahma-ekida-indonesia/

I support Primadita Rahma for World Muslimah Award 2014 
You?

by.asysyifaahs♥

Tuesday, October 28, 2014

Kisah di Balik Ruang Teater



Cerita ini sebenarnya terjadi di sekolahku sekarang. Sebagai sekolah dengan umur yang cukup tua, nggak heran kalau banyak cerita misteri yang sering jadi mitos sejak zaman dahulu, karena memang beberapa bangunan sekolah berasal dari gedung Belanda yang pernah digunakan sebagai markas senjata.

Ini cerita dari temanku, Kamal dan Nuy, yang ikut pelantikan anggota Teater. Cara yang digunakan senior waktu itu adalah setiap calon anggota ditutup matanya dan disuruh masuk ke dalam ruangan Teater yang gelap. Selain dilaksanakannya di jam 12 malam, ruangan yang satu ini kabarnya punya banyak aura menakutkan. Nah, waktu itu Kamal cuma dikasih sekotak korek api dan berusaha cari lilin di dalam ruangan yang selanjutnya digunakan untuk penerangan menjawab soal-soal.

Tapi, yang namanya korek api pasti cepat mati kan, perlu banyak usaha untuk menyalakan lilinnya. Katanya, di dalam ruangan itu cuma ada 3 orang, Kak Irsan yang naburin beras, Kak Omo yang pura-pura tidur, dan Kak Muhil yang bertugas jadi penjaga. Tapi, sewaktu Kamal duduk bersila, tiba-tiba aja ada yang megang pundak Kamal. Kalau Nuy, dia merasa ada yang menyandarkan kepala ke bahunya. Dia sih pura-pura cuek aja, mungkin salah satu diantara ketiga senior itu yang jahil sama dia. Tapi, setelah acara selesai, nggak ada yang ngaku ngelakuin apa-apa, tiga senior itu sebenarnya punya tugas jagain mereka dan Kak Irsan doang yang iseng naburin beras.

Cerita lainnya juga muncul dari meninggalnya orang pacaran karena jatuh dari tangga gudang, terus juga anak kecil yang lagi main dan badannya hangus karena terpanggang (entah apa), dan suara-suara semacam jeritan dan tangisan yang sering terdengar di pojok-pojok sekolah. Malah aku juga pernah merasakan ‘suasana’ itu saat mengambil foto lorong ruangan Kepala Sekolah untuk tugas reporterku.

Yah, nggak heran lah karena dulunya bangunan ini pernah digunakan di zaman Belanda dan sempat ada perselisihan tentang hak miliknya. Semoga ‘mereka’ nggak mengganggu kami ya.

http://youtu.be/IicUNjY8Fns

by.asysyifaahs♥

Sunday, October 26, 2014

Welcome Home Back

Bismillahirrahmanirrahim...

Yeay, halo semuanya. Selamat datang kembali, lama nggak menulis di blog karena satu dan lain hal. Banyak hal yang aku rasa ditinggalkan dan kangen banget. Jadi, kemana saja Asyifa selama ini? Hehe, Asyifa masih ada, beberapa kesibukan mengakibatkan aku nggak lagi fokus sama blog, maaf ya. Bukan apa-apa lho, tapi memang sibuknya pelajar kan gitu ya *heh, alasan!*

Ada banyak cerita yang ingin aku sampaikan, tapi rasanya malah jadi lama dan rasanya udah kadaluarsa, hoho. Tapi, nggak apa-apa ya kalau aku menulis lagi?


Untuk memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-124, PT Bio Farma (Persero) menyelenggarakan berbagai kegiatan. Selain pemilihan Duta Muda Vaksin, Bio Farma juga menggelar lomba penulisan dan foto.
Head of Coporate Communications Department PT Bio Farma N Nurlaela mengatakan, peserta pemilihan Duta Muda Vaksin merupakan siwa SMA/SMK sederajat dari 10 kota/kabupaten di Jawa Barat. Setelah melalui serangkaian proses, terpilih 10 finalis.
Ke-10 kota/kabupaten yang menggelar roadshow Duta Muda Vaksin antara lain, Kota Bandung, Kab. Bandung Barat, Cimahi, Kuningan, Kota/Kabupaten Cirebon, Depok, Bogor, Cianjur, dan Garut. Sepuluh kota/kabupaten itu dipilih berdasarkan data cakupan imunisasi yang rendah dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar.
“Pemilihan Duta Muda Vaksin kali ini berbeda dari tahun sebelumnya. Peserta yang mengikuti lomba tak hanya dari sekolah yang kami kunjungi, tapi siapapun yang ikut serta bisa mengirimkan video rekaman presentasi dengan tema yang telah ditentukan dan dikirim ke media sosial Youtube dan twitter @biofarmaID,” kata Nurlaela.
Menurut dia, pemilihan Duta Muda Vaksin diharapkan bisa memberikan sosialisasi mengenai vaksin dan imunisasi kepada generasi muda, juga meningkatkan minat para siswa untuk bekerja di dunia science dan bioteknologi.
Pencarian Duta Muda Vaksin ini dilaksanakan, ujar dia, karena perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi di kalangan generasi muda sehingga mereka akan lebih peduli lagi terhadap penyakit yang dapat dicegah.
“Selain itu, juga mendukung program pemerintah dalam meningkatkan cakupan imunisasi dalam mencapai Millenium Development Goals (MDGs) ke-4 dengan focus menekan angka kematian bayi dan balita melalui program imunisasi,” uajr dia.
Nurlaela menurutkan, Duta Muda Vaksin yang terpilih diharapkan dapat menjadi agen penyebar informasi positif tentang vaksin dan imunisasi kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Mereka juga akan menjadi perwakilan PT Bio Farma dalam menyampaikan pentingnya pemberian imunisasi kepada masyarakat.
Setiap kandidat, tutur Nurlaela, Duta Muda Vaksin yang terpilih harus dapat menuangkan pengetahuan dan wawasan mereka dalam bentuk karya tulis, lalu mempresentasikan kepada dewan juri. “Duta muda vaksin yang paling kreatif dalam mengkomunikasikan pentingnya imunisasi akan mendapatkan penghargaan berupa beasiswa dari Bio Farma,” tutur Nurlaela.
Sebelum final, ungkap dia, para calon Duta Muda Vaksin diberikan pelatihan. Tak hanya soal pengetahuan vaksin secara umum dan khusus, melainkan juga teknik menulis tentang kesehatan secara popular. Pemateri pelatihan ini didatangkan dari jurnalis media nasional KORAN SINDO.
“Kami menginginkan semua peserta memiliki nilai plus dalam hal menulis. Meskipun pada dasarnya kemampuan menulis mereka sudah ada tapi kami bekerja sama dengan media nasional ini supaya ilmu yang mereka dapat lebih matang. Selain memeroleh penghargaan dan hadiah, tulisan pemenang 1, 2, dan 3 nanti akan dimuat di KORAN SINDO,” ungkap dia.
Pemilihan Duta Muda Vaksin ini telah dilaksanakan selama dua tahun, 2013 dan 2014. “Tugas Duta Muda Vaksin ini adalah menjadi kader andal di masing-masing daerah dalam mengampanyekan pentingnya vaksin bagi masyarakat. Tak hanya itu, mereka juga akan kami ajak dalam setiap acara pengukuhan vaksin dan menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan pengetahuan soal vaksin,” kata Nurlaela.
Dari serangkaian proses, pemilihan, audisi, dan final dewan juri pakar vaksin Julitasari Sundoro; Kepala Divisi Corporate Secretary PT Bio Farma Rahman Roestan; Kepala Divisi Surveillance dan Uji Klinis PT Bio Farma Novilia, dan Redaktur Pelaksana KORAN SINDO Hanna Farhana Fauzie, akhirnya memilih tiga Duta Muda Vaksin, juara satu diraih Sylfia Fahrani siswa SMA N 1 Ciawi, Bogor; juara dua Rahma Nurita (SMAN 2 Cimahi); dan juara tiga Asy-syifaa Halimatu Sa'diah (SMAN 1 Cililin).
Pakar vaksin Julitasari Sundoro mengemukakan, ketiga Duta Muda Vaksin tersebut didorong berkontribusi dalam sosialisasi soal vaksin di daerah-daerah. Ini menjadi penting karena ketiga duta tersebut memiliki keterampilan dan skill mumpuni.
“Mereka sangat cerdas dalam pemaparan dan menanyangkan slide paparan dengan bagus. Mereka bisa melihat sesuatu yang sederhana dengan skala pandang yang luas. Ini sebuah nilai tambah. Mereka diharpkan tidak hanya memberikan edukasi kepada teman sebaya saja, melainkan bisa berkontribusi lebih di sekolah-sekolah, orang tua, guru, dan lingkungan sekitar,” kata Julitasari.
Kriteria yang menjadi tolak ukur penilaian, ungkap dia, juri melihat empat aspek. Pertama, profil peserta percayaan diri, dan attitude atau sikap saat presentasi. Kedua, ide atau gagasan yang mereka presentasikan. Ketiga aspek substansi sampai sejauh mana pengusaan mereka terhadap materi presentasi diri dan kemampuan menjawab pertanyaan juri. Keempat, aspek komunikasi dna kemampuan menulis.
Tak hanya memilih Duta Muda Vaksin PT Bio Farma juga menggelar lomba penulisan artikel dan foto terbaik bertema “Vaksin”. Kegiatan ini diikuti 39 media regional dan nasional. Pemenang penulisan artikel antara lain juara satu Zaid Wahyudi (Kompas), Iis Zatnika (Media Indonesia), dan Yanto Rachmat (Bisnis Indonesia). Sedangkan karya foto terbaik, juara satu Dei Denaswara (Tribun Jabar) dan juara dua Irfan Al-Faritsi (KORAN SINDO). Agar rekam jejak hasil tulisan dan foto wartawan hasil lomba terdokumentasi dengan baik, Bio Farma juga menerbitkan 1 buku berjudul “Jurnalis icara Vaksin, Menjaga Peradaban dengan Vaksin”.
Para pemenang dikukuhkan dalam acara Family Gathering Bio Family 2014 di Gedung Sasana Buday Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari. Acara itu yang sekaligus perayaan HUT ke-124 PT Bio Farma ini dimeriahkan hiburan band Ungu dan penyanyi dangdut Ike Nurjanah.
Sumber : Koran Sindo, 12 Oktober 2014


by.asysyifaahs♥