Wednesday, July 16, 2014

Ramadhan's Daily 18: Waktunya Untuk...

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalammu'alaikum. Selamat hari Rabu, dan selamat menjalankan ibadah puasa untuk hari ini. Yah, ini hari terakhir libur sih buat Syifa, hari Kamis sampai Sabtu baru masuk lagi untuk kegiatan sanlat. Setelahnya, libur lagi (persiapan bikin kue Lebaran, persiapan mudik, dan persiapan buat beli baju Lebaran *teteup), hehe. Tapi nggak apa, karena dengan begitu, bakal bisa ketemu sama adik baru dong. Yeay *kecup kecup adik kelas 10*

Ah ya, buat teman-teman yang berpuasa, sudah sejauh mana perkembangannya di bulan ini? Shalat wajibnya sudah tepat waktu? Tadarusnya udah berapa juz? Hoho, berhubung beberapa hari ini Syifa berhalangan puasa, jadi ya memang sedikit banyak kegiatan itu tertunda, salah satunya adalah tadarus Al-Qur’an. Huhu, beberapa hari sebelumnya baru sampai di juz ke-12, kalau benar-benar mampu dan bisa, penginnya sih Ramadhan ini bisa tamat 30 juz. Bismillah, niat baik pasti dimudahkan, kan?


Tafseer Time. Nah... sependengaran Syifa, katanya buat perempuan yang berhalangan, boleh lho membaca Al-Qur’an dalam bentuk Al-Qur’an terjemahan, itu lho yang ada tulisan Arabnya sekaligus artinya. Menurut pendapat kamu, itu boleh nggak sih? Kalau menurut syariat, gimana ya? Hmm... belum banyak hal yang aku tahu sih tentang ini, karena memang belum cari tahu, hehe. Tapi, ya walau bagaimanapun, sebagai bentuk penghormatan terhadap kitab suci agama Islam, aku sih nggak melakukannya, walau beberapa orang (katanya) bilang boleh. Yah, daripada belum jelas asal sumbernya dan hukumnya, mending pakai cara lain. Ya nggak?

Jadi tuh, di episode Ramadhan’s Daily yang entah keberapa—aku lupa—pernah bilang kan kalau misalnya ada perempuan yang berhalangan, saranku sih mending dengar ayat-ayat Al-Qur’an dari kaset murratal. Kan ini nggak haram ya, asal niatnya untuk berdzikir, bukan membaca Al-Qur’an. Karena memang, salah satu hal yang dilarang untuk perempuan yang tidak suci (wah, kalimatnya terlalu kejam), dilarang menyentuh, mengambil, apalagi sampai membaca Al-Qur’an, ini dikarenakan kitab suci agama Islam itu suci dan dilarang untuk orang yang tidak/belum bersuci, salah satunya perempuan yang sedang ‘kedatangan tamunya’. Jadi deh, daripada ‘menodai’ kesucian Al-Qur’an, mending dengerin murratal aja yuk :D *kemudian masalah setel lagu Korea, ups kidding*

by.asysyifaahs♥

Tuesday, July 15, 2014

Ramadhan's Daily 17: Udah Sabar Belum?

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalammu'alaikum. Selamat sahur teman-teman, selamat menjalankan ibadah puasa di hari ke-17 Ramadhan ya. Eh, karena kebetulan di hari Selasa ini juga sudah ada yang masuk sekolah, happy back to school^^. Tapi biasanya, nggak langsung belajar kan? Masih ada MOS buat junior baru, belum lagi kalau pembagian kelas, dan tentunya pembagian mata pelajaran baru. Pokoknya, nikmati saja hari sekolah di Ramadhan ini, hehe.

Berkenaan dengan sekolah, pasti selalu ada aja masalah yang nggak jauh-jauh dari hal itu. Mulai dari masalah sama pelajaran, masalah sama temen sekolah, masalah sama guru, atau mungkin masalah sama sekolah kamu. Pernah merasakan? Pasti pernah, ya namanya juga orang hidup pasti selalu ada masalah, betul? Eh, tapi, nggak hanya sekolah aja lho, mungkin teman-teman yang sudah kuliah, atau bekerja, atau mungkin berkeluarga, juga pasti selalu ada masalah. Masalahnya juga bisa ringan, sedang, sampai yang beratnya nggak ketulungan, hehe. Tapi, kalau masalah itu kebetulan datang pas Ramadhan dan pas lagi puasa, gimana ya?


Practice Patience. Masih ingat dengan pepatah, “sabar itu ada batasnya”? Tentu dong ya, tapi apakah kalimat itu bisa dibilang pepatah? Hm, kalau ditinjau dari kalimatnya sendiri, mungkin bisa jadi kalimat itu ada benarnya. Tapi, pernahkah teman-teman berpikir kalau secara makna, kalimat itu agak diragukan. Kenapa ya? Menurut guru Syifa waktu kelas 9, sebenarnya kalimat itu bisa dibilang salah. Sabar itu nggak ada batasnya lho... kalau memang ada batasnya, sampai sejauh mana ‘batas’ itu? Sampai kita benar-benar nggak tahan untuk mengeluarkan rasa marah kita? Nah, inilah yang salah, kita nggak pernah tahu batas kesabaran karena sabar memang nggak ada batasnya.

Yang bisa kita lakukan hanyalah mencoba dan belajar bersabar, sabar aja, sabar lagi, sabar terus. Yakin deh, saat kita berlatih untuk sabar itu, kita akan setuju bahwa sabar memang nggak ada batasnya alias unlimited. Menurut guru Syifa juga, sabar itu ada waktunya. Yap, kita harus tahu waktu kapan kita harus bersabar. Jangan ‘semuanya’ disabarin, eits... maksudnya saat kita ditimpa musibah, sabarlah. Saat menghadapi masalah, sabarlah. Tapi jangan pas kehilangan mobil, sabar. Pas dirampok maling, sabar. Pas pacarnya direbut orang, sabar *eh. Kalau yang ini, kita boleh sabar, asal berikhtiar juga untuk menemukan solusinya. Jadi, puasa juga harus sabar ya menunggu adzan Maghrib :D


by.asysyifaahs♥

Monday, July 14, 2014

Ramadhan's Daily 16: Sumbang Menyumbang

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalammu'alaikum. Hai..., sudah selesai sahurnya? Makan sama apa dan sama siapa? *uhuk* Ramadhan ini nggak ada yang nemenin ya? Masih sendiri aja? Nggak ada yang ditungguin? Yakin? Ramadhan aja datangnya setahun sekali, mungkin doi nggak akan datang-datang padahal dinanti sekali, hehe.

Baiklah, lupakan intermezzo tadi, Syifa agak kaku harus membuka dengan apa, habisnya kalau mengucapkan selamat hari ke-16 Ramadhan terus, pasti pada bosen. Iya kan? Iya dong. Iyain aja deh. Eh, udah pada beli baju baru buat Lebaran belum? Masih belum, serius? Atau biasanya baru beli H-3 Lebaran ya biar diskonnya abis-abisan sampai 90%? Waah, ayo ayo beli-beli dari sekarang, ntar malah barangnya keburu abis dan tokonya pada tutup lagi, hoho.


Give Gifts. Walaupun baju, sepatu, tas, mukena, sarung buat Lebaran nanti belum ada, bisa lho kita minta saudara/Om/Tante/paman/bibi buat beliin kebutuhan Lebaran itu. Eh, mungkin aja kalau kamu anaknya baik, saudara-saudaranya juga nggak sungkan mengiyakan kemauan itu. Yah, makanya, mulai dari sekarang baik-baikin mereka deh, biar nanti dapat baju Lebaran gratis, hihi. Eh, tapi jangan pura-pura baik apalagi modus ya, ntar bukannya dapat yang gratis malah di-PHP-in karena ternyata saudaranya itu pelit, haha.

Nah, kalau teman-teman juga masih punya baju bekas yang masih layak pakai, bagus, tapi kekecilan, bisa aja kan disumbangkan? Mungkin ke Panti Asuhan atau saudara-saudara kita yang kurang mampu. Sayang kalau bajunya cuma ditumpuk di lemari dan nggak ada yang pakai, malah menuh-menuhin lemari juga, ya dampaknya lemari kita jadi berantakan. Tapi, kalau bajunya itu ternyata mahal, bagus, dan limited edition dari perancang busana tidak terkenal, boleh tuh dilelang, nah hasil penjualannya bisa juga disumbangkan, contohnya buat saudara kita di Palestina sana (atau mungkin dibeliin baju baru lagi, eh).

Increase Bond. Hal ini tentunya bakal berpengaruh baik juga buat kita, selain isi lemari bisa lebih rapi, juga untuk mempererat tali persaudaraan sesama Muslim. Walau mungkin, kita nggak pernah kenal sama mereka, tapi bukan berarti itu jadi alasan kan? Yah, walaupun sumbangannya nggak seberapa dan seadanya (semampu kita), tapi itu sangat berarti buat saudara-saudara kita yang membutuhkan itu.

by.asysyifaahs♥

Sunday, July 13, 2014

Ramadhan's Daily 15: Setengahnya Lagi

Bismillahirrahmanirrahim... 

Assalammu'alaikum.Yee, inilah postingan sebenarnya, selamat hari ke-15 Ramadhan. Selamat menjalani setengahnya bulan Ramadhan. Dan selamat mulai berbelanja kebutuhan-kebutuhan untuk Lebaran nanti, tapi tetap jangan lupa kegiatan wajibnya ya, xixi.

Syifa seneng karena baru kemarin Abah pulang, hehe Alhamdulillah beliau dapat cuti sampai selepas Lebaran nanti. Bukan kesempatan yang mudah mengingat mungkin banyak juga pekerja lain yang pengin dapat cuti Lebaran ini, sama-sama pengin bertemu keluarga di rumah kan, hoho. Yah, paling nggak sahur dan berbuka jadi lebih ramai dan lebih lengkap kalau ada Abah :D


Be Happy, Active, and Positive. Walaupun kemarin-kemarin sempat terjadi ‘perang batin’ sama Mamah, kami mulai berbaikan lagi kok. Walaupun masih setengah bulan lagi menjelang Lebaran, kita harus tetap ceria dong ya. Masa puasa nggak puasa galau terus sih? Udahlah, galaunya dibuang ke laut aja. Ada banyak hal yang seru dan mengasyikkan yang bisa bikin puasa kita tambah semangat, mulai dari olahraga, jalan sama teman-teman, sampai batasam (buka, tarawih, sahur bersama) sama teman-teman. Wiih, pasti asyik kan?

Siapa bilang di bulan puasa nggak boleh olahraga? Ah, nggak juga tuh. Malah, olahraga di bulan puasa bisa bikin kita semangat terus sampai berbuka nanti. Olahraganya yang ringan-ringan aja, misalkan lari, bersepeda, basket, voli, atau badminton. Tapi, jangan pernah sekali-kali renang di bulan puasa ya, bukannya semangat puasa kamu malah batal karena nelen airnya, hehe.

Nah, jalan-jalan bareng temen udah pernah belum? Bukbernya udah? Ah, kalau Syifa sih belum, niatnya mau Minggu ini, doakan jadi aja deh, xoxo. Kenapa jalan bareng temen bisa bikin semangat? Jelas banget karena biasanya, apapun yang dilakukan bareng-bareng itu selalu terasa lebih seru dan mengasyikkan, asal jangan ngomongin di belakang yang nggak-nggak ya, itu sih malah nambah dosa, hoho.

by.asysyifaahs♥

Saturday, July 12, 2014

Ramadhan's Daily 14: Berbagi Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalammu'alaikum. Ceritanya masih di-rapel, Ramadhan’s Daily di hari ke-14 Ramadhan.

Eh, kalau dilihat sekilas ke belakang, awalnya Syifa bikin Ramadhan’s  Daily itu cuma iseng aja lho, tapi bersyukur juga ada yang menanggapi. Terimakasih ya yang sudah berkomentar, senang sekali bisa berinteraksi sama teman-teman, xoxo.

Mungkin, beberapa di antara teman-teman ada juga ya yang menulis ‘khusus’ di bulan Ramadhan ini? Postingan berisi cerita-cerita harian Ramadhan, sampai kajian Ramadhan yang disampaikan ustadz/ustadzah di pengajian terus kita tulis ulang di blog kita. Ada yang seperti itu?


Share and Spread Dakwah! Walaupun media yang kita gunakan hanya sekadar blog, tapi tahu nggak sih hal ini bermanfaat banget? Mungkin, awalnya kita bisa aja ragu dengan postingan-nya karena nggak bisa bikin kita bertatap muka langsung sama si penulis. Tapi, bukan berarti hal itu jadi salah satu alasan yang menghalangi kita untuk dapat ilmu kan? Hehe, asalkan baik dan sesuai dengan syariat, masih boleh-boleh aja lho :D

Nah, beberapa contoh di antara blogger yang giat menyebarkan dakwah di blognya adalah Kak Ila sama Kak Prima. Di blognya, Kak Ila menulis tentang kajian Ramadhan yang pastinya nambah-nambah ilmu Agama kita, dan mungkin aja hal yang belum kita ketahui dan ingin dipertanyakan ada di sana, hehe. Kalau Kak Prima, menulis tentang #1Hari1Masjid, salah satu projeknya yang cukup banyak menarik minat. Jadi tuh, #1Hari1Masjid bercerita tentang masjid-masjid dari para blogger terpilih yang sebelumnya sudah mendaftar, mulai dari bangunan dan lokasi masjidnya, sampai kegiatan yang biasa dilakukan masjid tersebut khususnya di bulan Ramadhan. Anyway, salah satu tulisan Syifa juga sudah ditayangkan di blognya, lho.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk ikut bercerita dan berbagi juga apa yang sudah kamu dapat selama Ramadhan ini, siapa tahu bisa jadi informasi penting buat teman-teman yang lain :D

by.asysyifaahs♥

Friday, July 11, 2014

Ramadhan's Daily 13: Ramadhan Online

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalammu'alaikum. Halo, teman-teman, dua hari ditinggal pergi sama si empunya blog ini, hehe, maapin ya soalnya ada masalah internal nih. Biasalah, nggak jauh-jauh dari cerita laptop yang disita Mamah, mwehehe. Eniwei, selamat hari ke-15 Ramadhan, waw udah setengah jalan nih. Nggak kerasa ya, tapi tetep sih, Syifa bakal update Ramadhan’s Daily dari hari ke-13 sampai ke-15 ini, yah semacam di-rapel begitchhuuu.

Jadi, kenapa laptopnya disita Mamah? Hm, memang dasar anaknya aja yang bandel, sehari sebelumnya nggak berhenti ngutak-ngatik laptop cuma buat ngeblog, nulis, sampai nonton drama Korea. Iyalah, dimulai dari setelah sahur dan baru selesai pas menjelang Maghrib, gimana Mamah nggak marah? Iya kan? Hm, namanya juga untuk melindungi ‘barang berharga’, kebiasaan Syifa sih suka merusak sesuatu hanya karena terlalu sering dipakai. Contoh kasusnya adalah smartphone BlackBerry, saking asyiknya BBM sampai nggak tau waktu, eh akhirnya malah rusak dan susah dibenerin. Huhu, sayang kalau laptop ini harus jadi korban lagi u,u


Seek Knowledge! Tapi, di balik itu semua, Syifa rasa masih ada hal bermanfaat sih yang dilakukan *hah, ini semacam pembelaan diri*. Jadi tuh selama main laptop bukan hal-hal yang nggak penting, kecuali nonton drama Korea itu karena alibi bosen, hehe. Ya, Syifa akui sebagian besar informasi yang didapatkan lebih cepat dan lebih mudah diakses via internet dan media sosial. Lagian, kalaupun nonton teve, pasti nggak jauh-jauh dari acara kesukaan Ikmal, jadi kurang puas kan sama tayangan beritanya? Nah, itu dia, perkembangan teknologi informasi juga bikin umat manusia harus lebih dinamis, nggak lagi terkungkung di satu sarana yang masih terbatas, internet dengan segala hal di dalamnya bisa bikin kita lebih aktif lagi dalam mencari dan menemukan informasi.

They Are Limitless! Yap, tentunya hal ini nggak semata-mata muncul di hadapan kita begitu aja, kita juga harus pandai untuk menggali informasi tersebut sampai ke akar-akarnya, biar kita tahu juga kepastian dari berita tersebut. Sudah tahu serangan Israel di jalur Gaza, Palestina? Pasti sudah dong ya, dan diakui atau tidak pasti sebagian besar di antara kita pertama kali mengetahuinya dari internet alias media sosial, karena hanya dalam beberapa menit saja (bahkan mungkin hitungan detik) informasi tersebut terus diperbarui. Betul?

Nah, ini nih buat teman-teman yang mungkin nggak banyak kegiatan di bulan Ramadhan ini. Walaupun jadwal kosong, tapi bukan berarti harus tidur dari setelah Subuh sampai Maghrib ya, banyak kok kegiatan positif yang bisa kita lakukan sekaligus menyalurkan hobi kita, ngeblog salah satunya dan baca blog Syifa, hehe.

by.asysyifaahs♥

Thursday, July 10, 2014

The Liebster Award: Dari Seorang Fia

Hai, tadi sebenarnya sudah posting Ramadhan’s Daily ya, tapi kali ini mau tambah-tambah lagi, nggak papa kan? Ceritanya, Syifa tuh kena timpuk The Liebster Award lagi, teman-teman. Kalau dihitung, mungkin ini ketiga atau yang keempat ya? Hmm... Baiklah, mari ucapkan terimakasih, haturnuhun, maturnuwun, thank you, khamsahamnida, arigato, korp khun ka, obrigado, merci, syukron, teruntuk sahabat Syifa *jeng jeng* Alifia Nuzul Pramadhanty.


Sebelumnya, award dari Kak Neni sama Kak Sarah, aku gabung langsung di satu blog post, waktu itu sih nggak mau repot, kalau mau baca klik yang ini. Jadi, ayo baca lagi untuk award ini...

11 Hal Random tentang ASYSYIFAAHS

1. Perempuan yang lucu, imut, dan manis sangat, biasa saja.

Lucu kan ya lagi minum es campur? Eh, ini diambil sebelum bulan puasa, lho :P
2. Anak pertama dari dua bersaudara. Punya adik yang nyebelinnya nggak ketulungan, kami sebenarnya bukan cerminan kakak-beradik yang baik, lebih cocok seperti Tom dan Jerry. Huft...
3. Bergolongan darah AB. Menurut buku Simple Thinking about Blood Type, AB ini orangnya realistis, idealis, tapi juga punya keanehan, ia mudah dibenci sejak dilahirkan menjadi manusia *iya kan sebelumnya jadi peri di khayangan*. Karena sama-sama AB dengan Ayah, kami biasanya acuh tak acuh satu sama lain kepada sesama AB atau bahkan kepada orang lain. Jadi terimalah~


4. Ngakunya introvert, tapi nggak bisa diem. Anaknya bawel, cerewet, dan ngegemesin, saking gemesnya banyak orang yang pengen ninju bibirnya u,u
5. Antusias terhadap sesuatu hal yang baru, temen baru, cerita baru, pengalaman baru, sampai pacar baru *eh, yang terakhir nggak*.
6. Dulu ngebet banget pengin punya pacar, saking karena temen sekelas punya semua. Aku makhluk satu-satunya yang serasa hampir punah hanya gara-gara JOMLO *tanpa B*. Tapi kalau dikenalin temen sama orang baru, nggak begitu menaruh minat sih.
7. Terhadap Mamah, susah mengutarakan apa yang ada di hati, kadang kesel sendiri. Makanya, kalau mau apa-apa, lebih diceritakan ke Ayah.
8. Anak nggak gaul, sukanya mendekam di kamar dengan pintu ditutup. Jarang keluar rumah karena Mamah nggak pernah kasih izin, bahkan untuk ikut meet up Forum Pelajar Indonesia sekalipun.
9. Nggak suka keramaian. Maksudnya, lebih suka suasana tenang, dengan orang-orang yang paham kemauan aku. Pernah berkali-kali, karena Ikmal dengan sengaja buka pintu kamar, kami sampai adu jotos, eh nggak sih, cuma perang adik-kakak aja.
10. Nggak mudah deket sama adik atau kakak kelas satu sekolah, sejak SMP. Kalau ke kakak kelas, sering dianggap nggak sopan hanya karena cara berkenalannya yang.... ya begitulah. Kalau ke adik kelas, sering dianggap cuek, pasti adik kelas 10 sekarang mikir, “ini kakak kelas nggak asyik banget sih!”. Aku sih lebih deketnya sama anak sekolah lain, lebih gawl *eeaaa
11. Anaknya nggak jaim, kalau mau kenalan hayu, nggak juga nggak masalah. Nggak suka orang yang muka dua, sok cantik, sok keren, sok gaul, sok manis *apa sih, digepruk se-Indonesia*


Dan, mari menjawab 1001 *eh kebanyakan* pertanyaan dari Alifia. Disimak dengan tidak baik ya :D

  1. Bagaimana perasaan kalian saat mendapatkan award ini dari saya?
Terharu, bahagia, sedih, senang, gembira, riang, menangis, terluka, ceria. Eh nggak sih, lebih kepada senang. Senang karena Fia (sedikit padahal banyak) bercerita dan memberikan award ini untuk Syifa. Sekaligus senang juga karena akhirnya Fia bisa aktif di blog lagi. Horee ^_^

  1. Apa atau siapa yang menjadi inspirasi kalian dalam menulis?
Banyak sih, random. Kalau apa, inspirasi bisa didapat dari apa saja, bahkan inspirasi Asyifa yang lagi menghembuskan nafas dengan tarikan oksigen di dekat kandang tapir, itu bisa jadi inspirasi. Tapi, baru-baru ini mendapat ilham dari negeri khayangan tempat masa kecil dulu untuk menulis cerita. Kalau siapa, siapa aja boleh deh. Yang pasti, Fia salah satu di antaranya. Fia menginspirasi Syifa buat nulis puisi, tapi sekarang belum, jadi ayo Fia menulis di blog lagi biar Syifa menulis juga.

  1. Paling suka tulisan yang seperti apa?
Banyak, selama tulisan itu mengena, menyentuh, dan menginspirasi, Syifa suka. Lebih suka dengan tulisan yang penuh diksi, bermakna konotatif, dan punya maksud tidak sebenarnya, tapi tetep lebih suka yang lucu juga. Seperti tulisan di Catatan Alifia dan Harian Iseng.

  1. Apa satu kata yang paling mendefinsikan diri kalian? Coba jelaskan :)
Periang. Padahal bohong, eh serius sih, Syifa tuh anaknya periang, kelebihan hiperaktif membludak. Jadi suka bercerita hal-hal yang menyenangkan untuk dibagi. Nah, kalau galau, jenis punya Syifa itu galau gembira senang alias GGS *piiiisss*

  1. Paling suka nge-stalk blog siapa? Share link-nya juga dong.
Blog Fia sih, tapi karena beberapa milenium bulan ini sedikit inactive, jadi jarang dikunjungi. Eh tapi, serius lho, kalau Fia bisa aktif ngeblog di tengah kesibukannya yang luar biasa sibuk kebangetan, Syifa bakal jadi orang yang berkontribusi besar dalam menaikkan page views. Hehe... Kalau sekarang sih, suka baca (bukan nge-stalk ya) ThePrimadita milik Kak Prima sama Harian Iseng milik Kak Asma, Fia kenalan ya sama mereka ;)

  1. Paling suka buku berjudul apa? (boleh novel, kumcer, komik, antologi puisi, dsb)
Banyak lagi. Berkaca ke beberapa bulan ke belakang, Asyifa mulai koleksi buku, nggak hanya dibaca sendiri tapi niatnya pengin bikin taman bacaan *doakan saja*. Judul yang melekat sampai sekarang sih The Miraculous Journey of Edward Tulane dari Kate DiCamillo, bukan lagi karena dari mana Syifa tahu bukunya, tapi moralnya yang keren. Tapi di atas buku-buku itu, Al-Qur’an is the bestest, the one and only.

  1. Bagaimana kalian mengartikan cinta? *uhuk
Cinta itu... gabungan dari 5 huruf, ada huruf C, I, N, T, dan A. Yah, pokoknya, cinta itu aku dan kamu menjadi kita *halah*. Serius, cinta itu perasaan dan anugerah. Semua hal di dunia ini ada karena cinta, bukan begitu?

  1. 10 tahun ke depan saya akan ... (diisi sendiri ya)
Berumur 24 tahun. Sedang melanjutkan gelar master S2 di Australia/Amerika/Inggris/Jerman/Prancis/Mesir. Sedang menghafal Al-Qur’an. Bekerja di sebuah perusahaan besar, menjadi seorang womanpreneur yang kuat dan tangguh, dan tetap menulis seperti passion sejak kecil.

  1. Apa cara paling ampuh mengusir rasa bosan versi kalian?
Membaca novel yang belum dibaca, atau mungkin re-re-re-read buku yang baik. Tapi kalau bosen baca, ngutak-ngatik laptop, beresin file/folder/data yang berantakan. Kalau itu bosen juga, selfie sepuasnya, kemudian dihapus semuanya. Kalau masih bosen, pindah ke rooftop dan menatap sekitar rumah dari atas. Kalau bosen juga? TIDUR.

  1. Apa destinasi wisata favorit kalian?
Bukan tipe orang yang suka jalan-jalan, kecuali berjalan-jalan di rumah (dari kamar ke dapur). Tapi kalau boleh, lebih suka wisata ke tempat bersejarah, bukan karena belum bisa move on dari masa lalu, hanya saja tempat bersejarah punya makna lain yang lebih menyenangkan, semacam candi, museum, monumen, jeung sajabana.

  1. Apa pertanyaan yang paling ingin kalian tanyakan pada saya? (bukan berarti saya akan menjawabnya ya, hehehe)
Fia harus jawab ya, nggak boleh singkat, musti panjang sepanjang-panjangnya orang panjang yang ketemu orang panjang tapi nggak tau apa yang panjangnya. BAGAIMANA SEORANG ASYSYIFAAHS MENURUT ALIFIA?

Terimakasih, karena sudah menyentuh 11 orang lain di sini, jadi nggak usah memberi lagi ya *alibi malas semata*.

by.asysyifaahs♥

Ramadhan's Daily 12: Kabar Terhangat, Hati Ikut Hangat?

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalammu'alaikum. Baru saja kemarin kita melaksanakan gegap gempitanya Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia untuk periode 2014-2019. Tapi, belum lama juga berita tentang Palestina yang lagi-lagi diserang Israel juga masih jadi isu hangat. Eh, tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) di SMP dan SMA ternyata masih ada juga masalahnya. Dan sekarang, tentu yang lagi happening masih panas-panasnya ya tentang Piala Dunia antara Argentina dan Belanda. Waaaahhh, kita sebagai masyarakat yang menjadi pelaku dan korban teknologi dan informasi, sudah sejauh mana menyadarinya?

Tapi, kamu sadar nggak sih beberapa kejadian tersebut terjadi di bulan Ramadhan ini? Hm, musti sabar-sabar mengatur emosi kalau kayak gini, ya kalau nggak bukannya puasa kita jadi berkah, eh malah nambah-nambah dosa. Setuju?


Upgrade Yourself. Nah, berhubung sudah masuk di hari 12 Ramadhan, sejauh ini bagaimana perkembangannya? Perkembangan kegiatan-kegiatan ala Ramadhan? Kalau boleh jujur, Syifa sih datar-datar aja, nggak naik nggak turun, ya walau kemarin sempat dibikin beremosional ria. Hahah... Anyway, kalau ngomongin lagi bahasan yang di atas, terpikir nggak sih sama kita semua apa yang ‘mereka’ lakukan itu? Yap, mereka semua disini maksudnya adalah... orang-orang yang merasa punya andil cukup atau bahkan sangat besar dalam beberapa peristiwa yang akhir-akhir ini lagi happening bangetsekalipisan.

Untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden nih, banyak kan tuh orang-orang di twitter yang pamerin kalau dia baru saja memilih kandidat yang ini dan itu. Aku sih sempat dibikin heran, lah kan salah satu asas Pemilu itu Rahasia. Kalau misalnya, orang-orang itu (nggak hanya artis ya) memamerkan dirinya kalau dia sudah pilih siapa dan siapa, asas ini jadi nggak berlaku lagi dong? Karena rahasia bukan lagi rahasia kalau sudah diketahui orang banyak, ya nggak?
Palestina diserang Israel. Nggak hanya Muslim kok yang peduli dengan tindak kejahatan terhadap kemanusiaan ini, mau itu Kristiani, Buddhis, Hindis, atau siapapun orangnya, darimanapun dia berasal, tekad kita hanya satu, menegakkan kemanusiaan di dunia ini. Kita nggak mau dong penjajahan ada di masa modern ini, UUD RI 1945 juga menyatakan demikian kan?


PPDB Sekolah. Mungkin, beberapa di antara kamu yang sudah diterima di SMP dan SMA pilihannya bisa mengucap syukur, Alhamdulillah. Tapi, bagaimana ya nasib mereka yang kecewa karena tidak diterima di sekolah yang diinginkannya? Baru saja kemarin Syifa baca salah satu tweet seorang anak Kota Bandung yang bukan lagi kurang sopan, tapi bisa dibilang nggak sopan sekali. Hm, jadi berpikir, ternyata kurikulum 2013 memang baik untuk mengajarkan pendidikan karakter untuk anak. Miris.

Piala Dunia. Ah, kalau yang ini sih nggak begitu penting ya, kemarin aja aku nyimak pertandingan Brazil dan Jerman hanya sekilas dari televisi, selebihnya sih didapat dari twitter. Selamat menonton dan selamat mendukung tim kesayangan.


Nah, paling nggak kita yang mungkin masih dibilang awam terhadap beberapa hal yang baru saja terjadi ini, nggak perlu ikut uring-uringan berlebihan yang jelas-jelas nggak bermanfaat. Buat apa sih memikirkan quick count yang hasilnya beda-beda, padahal nanti juga KPU akan memutuskan? Buat apa sih ribut memikirkan sekolah, padahal dimanapun kita sekolah asal kita niat semua akan berhasil? Dan buat apa sih bersorak ramai hanya karena tim pilihannya belum masukin gol?

Tapi, satu yang paling penting adalah... sebagai sesama umat manusia, yang sama-sama lahir di dunia, kita harus ikut memikirkan nasib saudara-saudara kita di Palestina sana, bagaimana kondisi mereka? Walaupun kita nggak bisa mengangkat senjata, menyuarakan dalam rapat di PBB, tapi kita bisa kok mengangkat tangan dan berdoa pada Tuhan agar saudara-saudara kita yang disana senantiasa diberi kesabaran dan tawakal. InsyaAllah...

by.asysyifaahs♥

Wednesday, July 9, 2014

Ramadhan's Daily 11: Banyak Makanan, Banyak Dibuang

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalammu'alaikum. 11 Ramadhan, teman-teman. Alhamdulillah bener-bener nggak kerasa ya. Ngomong-ngomong, hari ini Syifa libur lho. Songong banget sih, iya libur kan buat Pemilu. Eh, yang udah punya suara, siap-siap ya beberapa jam lagi mau nyoblos. Hmm, senangnya bisa ikut partisipasi untuk ikut bersuara demi negeri ini. Selamat memilih :)


Food: Waste Not! Yihha, kalau Ramadhan gini, biasanya kita sering pengin beli sesuatu yang banyak nggak sih? Pasti iya ya? Tiap pergi ngabuburit, ada aja mau beli barang ini dan itu. Kolak, mau. Es campur, mau. Es kelapa muda, mau. Belum lagi soal makanannya, hanya karena demi menyejahterakan pedagang, sampai-sampai harus beli makanan dari tiap pedagang di pasar? Duuuh, jangan deh, kebanyakan beli malah nggak dimakan. Dibuang sayang.

Bukan soal makanan, minuman, jajanan, atau bahkan kudapannya, tapi ingat juga seberapa banyak uang yang kita punya. Syukur-syukur kalau uangnya memang nggak akan habis sampai 7 turunan, beli apapun boleh sih, tapi tetap aja nggak boleh. Selain buang-buang makanan, kita juga kadang dipaksa buat makan makanan itu, hanya karena besoknya bisa aja basi kan?

Apalagi, buat kamu-kamu yang jadiin puasa sebagai ajang berdiet. Selain tujuan utamanya mencari ridho dan pahala dari Allah SWT, puasa juga bisa bikin agak kurusan dikit kalau memang benar-benar mau. Tapi, kalau sampai beli banyak-banyak, bukannya diet yang sukses tapi timbangan berat badan kamu bisa tambah naik tuh. Hahah...

Yah, daripada beli makanan banyak, mending uangnya disimpan sebentar, terus beliin baju lebaran. Kalau baju lebaran dibanyakkin sih, boleh-boleh aja lah ya. Hitung-hitung dalam dua hari lebaran kamu bisa ganti setiap waktu. Baju buat shalat Id, baju buat ketemu saudara, baju buat jalan-jalannya, sampai baju buat mudik juga harus beda. Setuju?

by.asysyifaahs♥

Tuesday, July 8, 2014

Ramadhan's Daily 10: Shalat Waktu Kecil

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalammu'alaikum. Hari ke-10. Wow, sepertiga Ramadhan sudah kita lewati, kabar gembira untuk kita semua ya. Tinggal 2 kali lipat dari jumlah setelah Ramadhan ini, kita bakal kembali ke fitrah lagi. Amin... Anyway, boleh ya Syifa sedikit cerita, dikiiiiittt aja. Jadi, tahu kan baru saja tanggal 7 Juli kemarin harus beraktivitas sekolah lagi? Hmm, sebenarnya sih tidak benar-benar sekolah dalam pengertian belajar, hanya ada pembagian kelas dan penyampaian informasi seputar pesantren kilat di minggu mendatang. Pak H. Asep Nurul bilang, seharusnya memang masuk tanggal 14 Juli, hari ini semacam intermezzo dari hari libur, hihi ada-ada aja sih Pak, Bu.

Dan tahukah apa yang terjadi? Entah mimpi atau apa, Syifa dapat kelas sesuai lintas minat, Ekonomi. Kurikulum 2013 kan canggih ya, anak IPA sekarang bisa belajar mata pelajaran jurusan lain juga. Tapi, yang lebih mengejutkan adalah, Syifa masuk kelas XI MIIA 3, yang artinya... kelas para master semua. Iyalah, gimana nggak bilang gitu, sebagian besar—atau mungkin semua siswa di XI MIIA 3—punya kemampuan dan bakat di bidang masing-masing yang bikin kelas kami punya keunikan tersendiri, prestasi. Haha, entah harus senang atau sedih jika harus bersaing dengan para mereka ini, ganbatte ya!!

Ah, berbicara tentang sekolah memang nggak akan ada habisnya. Kalau saja hari ini Syifa boleh cerita, pasti bakal diceritakan kenapa bisa masuk kelas XI MIIA 3 itu. Tapi, karena—seperti biasa—jadwal kita ada Ramadhan’s Daily. Jadi, yuk baca terus :D


Solat. Ayo siapa yang nggak tau rukun iman yang kedua ini? Sejak kecil, tentu kita sudah belajar shalat dong ya? Belajar gerakan dan menghafal doa-doanya. Nah, kalau sekarang belajar apa lagi? Tentunya, belajar mengkhusyuk-an shalat itu, biar shalatnya tenang dan dialog pertemuan kita sama Allah nggak terganggu. Jadi, saran Syifa sih pilih juga tempat shalat yang punya situasi mendukung seperti itu, asal jangan pilih kuburan dengan alasan sepi ya *eh.



Learn it, Embrace it, Love it. Dulu, masih ingat nggak sih siapa yang mengajarkan kita shalat? Ibu? Ayah? Ustadz atau Ustadzah di pengajian? Kalau mengingat masa-masa kecil ketika kita belajar melaksanakan shalat dengan tata caranya, kadang suka senyum sendiri ya, lucu sekali anak kecil melakukan shalat walau dengan gerakan yang masih belum sempurna. Anak kecil memang harus sudah diajarkan seperti itu, biar saat mereka tumbuh besar mereka jadi paham sama kewajiban agamanya, hehe. Kalau sejak kecil sudah dibiasakan, pasti tumbuh dan berkembangnya anak, shalat akan menjadi kebiasaan yang dianggapnya kewajiban yang harus dijalani. Pasti di antara kita selalu senang ya ketika ada adik, sepupu, atau mungkin keponakan yang masih kanak-kanak sudah terbiasa shalat—di luar benar tidaknya gerakan shalat mereka—mungkin kita dulu juga gitu, apa jangan-jangan kakak, paman, bibi, dan saudara kita ikut bangga nggak ya saat kita shalat waktu kecil dulu? Hihi...

by.asysyifaahs♥

Monday, July 7, 2014

Ramadhan's Daily 9: Waktuku Habis

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalammu'alaikum. Selamat Ramadhan hari ke-9, teman-teman. Ah, belum bisa move on dari liburan nih, hari ini harus udah masuk sekolah aja. Boleh minta perpanjangan waktu sampai tanggal 14 Juli nggak, haha? *dikeplak massal sama guru* Nah, buat teman-teman yang masih sekolah, gimana? Ada yang masuk hari ini atau malah minggu depan?

Sekolah itu sebenarnya realita nyata dari kehidupan aku saat ini. Walaupun pas awal masuk kegiatannya nggak langsung belajar seperti biasa—biasanya ada pembagian kelas dulu, apalagi ribet kan sekarang sistemnya sesuai lintas minat—tapi selalu ada kejadian-kejadian tak terduga dan awkward kalau ketemu sama teman-teman yang dulu sekelas, seolah kami nggak ketemu selama berabad-abad lamanya. Waktu itu aja, pas daftar ulang, aku ketemu Indri, Echa, dan Wifqi rasanya kayak mau peluk *we are Teletubbies isn’t it?*

Hihi, senang rasanya bisa kembali ke masa-masa yang seharusnya. Ya, walau hati sebenarnya ingin lebih lama berlibur, tapi buat apa juga ya kalau liburan nggak ada yang ngajak main bareng? *kode garis keras*

Nah, buat teman-teman juga, biasanya liburan gini tuh selalu dimanfaatkan dengan baik kan? Yah, pasti sih ya, soalnya ketika kita masuk ke dunia yang seharusnya kita berada—maksudnya sekolah, kuliah, atau kerja—nggak menutup kemungkinan kesempatan itu hilang karena banyak waktu kita dihabiskan di tempat yang menjadi prioritas itu. Makanya, ayo deh manfaatkan sebaik mungkin kesempatan liburan ini—apalagi buat teman-teman yang masuknya 14 Juli, atau bahkan setelah selesai Lebaran, manfaatin buat tadarus misalnya. Kalau nggak, ya rajin-rajin memanfaatkan dengan hal-hal yang baik, hehe.


Time is Precious. Setuju nggak sih kalau waktu adalah uang? Setiap waktu yang kita pergunakan, secara nggak langsung menambah pundi-pundi uang kita. Iya, uang pahala yang dibayarkan Allah yang nantinya buat dibeliin tiket masuk surga. Nah, jadi, daripada berleha-leha dan cuma tidur sampai nunggu adzan Maghrib tiba, mending dipakai buat hal-hal yang berguna deh. Syifa juga kemarin tuh cuma tidur-tiduran, tapi entah kenapa dapat ilham dan kemudian punya kegiatan dan tantangan baru. Oh, senangnya!!

Use it Wisely. Benar-benar bijak deh menggunakan waktu, kadang kita baru sadar setelah merasa kehilangannya. Akhirnya? Malah dapat penyesalan tiada berujung, halah, drama banget sih kalimat ini. Iya, waktu itu harus benar-benar dipakai buat hal yang sekiranya perlu, prioritas, utama, dan mendesak. Apalagi nih buat teman-teman yang sering homesick hanya karena jauh dari keluarga tercinta, kadang kita ngerasa liburan dua minggu ini sangat nggak cukup ketika berkumpul bareng lagi dengan keluarga. Inginnya minta lebih biar waktu yang ada bisa dipake kumpul bareng, ngobrol bareng, dan siapa tau dapat salam tempel. Iya kan? *kemudian salam tempel lagi* Jadi, hayu atuh manfaatin waktu kamu sebaik mungkin, waktu Syifa juga tinggal beberapa jam lagi untuk menikmati menjadi putri tidur di rumah, hoho, pagi nanti kan udah harus bertransformasi jadi anak sekolah #AsyifaUdahKelas11Lho *songong*

by.asysyifaahs♥

Sunday, July 6, 2014

Ramadhan's Daily 8: Ayo Berbagi dengan Sesama

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalammu'alaikum. Hari kedelapan para pemirsa blog, ada 22 hari ke depan sisa Ramadhan tahun ini. SubhanAllah banget ya, dari tahun ke tahun Syifa punya kegiatan yang juga sama serunya buat ngisi Ramadhan yang hampir nggak pernah keluar rumah ini. Iya, anak yang satu ini kan nggak gawl :D

Eh, eh, kalau ngabuburit, biasanya jalan-jalan ngabuburit tuh ngapain aja sih? Pasti selain hunting takjil, kolak, dan kawan-kawannya, ada juga ya yang bantu-bantu siapin buka puasa? Nah, kalau aku sendiri sih, nggak kemana-mana, cukup puas aja diam di rumah, menghadapi laptop, dan mulai menulis blog post buat Ramadhan’s Daily. Yeay, ngabubu-read dan ngabubu-write nih, ehehe.

Emang nggak bosen ya terkungkung di kamar terus, Syif? Bosen sih pasti ada, cuma mau apa lagi? Di deket rumah nggak ada anak sebaya kecuali Lina si ateng–anak tetangga–yang biasanya juga nggak ngajak-ngajak *duuh, kasihan*. Kapan ya bisa ngabuburit bareng teman sekelas? Belum ada rencana bukber on the road nih :D


Shadaqah, Infaq, and Charity Goodness! Nah, daripada nggak ada kegiatan yang penting-nggak-penting, mending kita beramal yuk. Yaa, shadaqah/infaq seadanya dari hasil sisa uang jajan juga nggak papa, masukkin ke kotak amal masjid deh, InsyaAllah berguna banget buat perkembangan masjid itu sendiri. Apalagi buat teman-teman yang sering jalan-jalan alias safari Ramadhan, boleh tuh berinfaq di masjid yang beda-beda, subhanAllah banget perasaan ketika memasukkan uang di kotak amal. Beneran!

Tapi, gimana sama yang hidupnya cuma mendekam di rumah kayak Syifa ini? Nah, bukan berarti kita nggak bisa beramal lho, teman. Sekarang, dengan adanya kecanggihan teknologi informasi, kita juga bisa beramal. Sini, Syifa kasih tahu kegiatan-kegiatan yang pasti seru untuk bisa kita lakukan walau nggak bisa keluar rumah. Mau tahu?

#IM3SelfieChallenge. Siapa yang nggak suka selfie? Dijamin 250 juta masyarakat Indonesia pada tau selfie, dan sebagian besar suka sama olahraga yang satu ini, *eh emang selfie olahraga? Tapi, pernah membayangkan nggak sih selfie ternyata bisa buat beramal juga. Lho, kok bisa? Iya bisa dong, nggak hanya narsisnya aja, kamu juga bisa ikut beramal bantu-bantu. Apa sih acaranya? Ini dia, IM3 Selfie Challenge: Smile for Charity. Setiap satu foto senyum kamu, kamu sudah menyumbangkan Rp. 1.000,- untuk teman-teman yang membutuhkan.

Keterangan lebih lanjut, klik IM3 Senyum Berbagi
Terus, nggak hanya #IM3SelfieChallenge itu yang bisa kamu ikuti, siang beberapa hari yang lalu Syifa juga nemu iklan di tv tentang LINE. Waah, pada punya aplikasi chat yang satu ini kan? Jadi, kalau kamu udah nonton iklannya, pasti tau gimana caranya dong.



Cukup kirim stiker LINE Ramadhan ke teman-teman kamu sebagai gift, kamu sudah menyumbangkan Rp. 500,- untuk teman-teman kita penderita kanker. Nah, boleh tuh add LINE Syifa di 'asysyifaahs' dan kirim stikernya ke Syifa juga ya, hehe.

Tuh kan, walaupun hidupmu membosankan karena cuma diam di rumah aja, bukan berarti kita nggak bisa beramal. Ada banyak cara kok, pintar-pintar cari info aja :D Hayuk, ambil handphone-nya, selfie sepuasnya, kirim juga hadiah stiker LINE Ramadhan ke teman-teman, sekalian kasih tahu mereka untuk vote kamu. Ayo ayo ayo!!

by.asysyifaahs♥ 

Saturday, July 5, 2014

Ramadhan's Daily 7: Maafin Ya, Qaqa!

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalammu'alaikum. Selamat satu minggu berpuasa. Semoga dari hari ke hari, puasa kita-kita semakin meningkat ya, diberkahi Allah, dilipatgandakan pahalanya, dan dijadikan penghapus dari dosa-dosa yang lalu. Amin...

Nah, untuk satu minggu ini, mari evaluasi lagi kegiatan apa yang sudah kita lakukan sebelumnya yuk. Shalat wajib Syifa, Alhamdulillah cukup tepat waktu. Kalau shalat sunah rawatib sih masih rada bolong-bolong nih. Dan tadarus, baru saja selesai di juz ke-5. Ehehe, kadang suka malu sendiri ya, pas awal Ramadhan’s Daily heboh banget ngingetin orang untuk menjalankan kegiatan, tapi Syifa-nya sendiri masih kurang *tutup muka pake panci gosong*


Say: “I’m Sorry”. Jadi nih, minta maaf kalau selama seminggu ini (atau bahkan sebelum-sebelumnya), Syifa berlagak sok menggurui. InsyaAllah, niatnya memang bukan untuk menggurui kok, tapi lebih kepada berbagi dan saling mengingatkan aja *sayangnya, nggak ada yang ngingetin aku, uwuwuwu*. Kalau misalnya ada salah-salah kata dan kalimat, boleh ya tegur Syifa, biar kita juga sama-sama belajar, biar Syifa juga nggak terlalu kejauhan salahnya dan malah tambah-tambah dosa, hehe.

And “I Forgive You”. Begitu juga sebaliknya, InsyaAllah teman-teman mau ya memaafkan kesalahan Syifa, termasuk kesalahan pas interaksi di blog khususnya, dan mungkin juga kesalahan dalam pergaulan Syifa, hihi. Allah Maha Pemaaf, maka hamba-Nya juga harus memberikan maaf ya, stok maaf kita InsyaAllah nggak akan berkurang sama sekali kok, asal niat hati untuk ikhlas dan ridho.

Jadi, untuk seminggu ini, ceritakan juga dong sudah sejauh mana perkembangan kegiatan kamu? Ayo yang mau berbagi cerita, tinggalkan balasan di komentar ya :D

by.asysyifaahs♥

Friday, July 4, 2014

Ramadhan's Daily 6: The Power of Paksain Aja

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalammu'alaikum.

Hula hula, udah hari keenam nih, gimana shalat wajib, shalat sunah, sama tadarus nih? Ehehe, hayu hayu pada tingkatin lagi, biar pahalanya meningkat *self reminder* Masih ingat sama target dan rencana awal kita kan? Ayo, yang masih ogah-ogahan, coba jalanin aja dulu sesuai kemampuan, kalau nggak paksain ya, karena like I said before-before-before, the power of paksain aja itu baik kok :D

Eits, di seperenam bulan Ramadhan ini, pada ngapain aja? Kalau Syifa sih bentar lagi masuk sekolah, hore, nggak sabar ketemu teman-teman seperjuangan. Gimana ya kabar mereka tanpa aku di sampingnya? Pasti pada kangen! Jadi deh beberapa hari terakhir ini pada nyiapin lagi buat back to school, back to reality, padahal ya buku baru belum dikasih sampul karena masih belum ditentukan kelasnya #AsyifaUdahKelas11Lho


Guard Your Senses. Hayo, yang lain gimana? Selain aktivitas itu, puasa jangan jadi alasan buat malas-malasan ya, tetap harus semangat dong. Tidur juga butuh tenaga kan? Nah, yang pada suka kegiatan sih oke-oke aja, tapi kegiatan apa dulu nih, ngegosip sama ateng alias anak tetangga, dengerin berita politik yang nggak ketulungan black campaign-nya, atau malah jalan-jalan tapi nggak tau tujuan karena nggak ada kamunya aku. Hehe..., hati-hati ya, malah jadi dosa lho!

Keep Off  Unlawful Things and Objects. Nah, matanya udah pada dijaga dari hal-hal yang merusak belum? Yah, semacam dijaga dari gigitan bola mata sama tapir berbulu ayam, dijaga dari tampilan tempat sampah yang nggak ada indah-indahnya, apalagi dijaga dari pemandangan mantan yang udah punya kecengan baru. Duuh!!

Abstain from Hearing Unlawful Gossip, Lies, False Statements, etc. Ah iya, nggak kerasa udah mau 9 Juli lagi, iya itu Pesta Demokrasinya umat Indonesia. Semoga di hari itu lancar jaya aman makmur sentosa deh ya, nggak ada tuh serangan fajar yang mengerikan bak jalur Gaza, apalagi sebelum-sebelum ini pada banyak deh berita tersebar tentang isu-isu yang nggak diketahui asalnya darimana. Mungkin kayak lagu CJR yang bilang jatuh dari surga, sayangnya surga nggak pernah jatuhin isu fitnah begituan ya :D Jadi, telinganya dijaga deh dari marahabaya isu-isu tentang kandidat Pemilu ini, oke?

No Lies or Useless Tales, No Spreading Rumors. Ini nih yang susah dijaga, bohong. Tiap orang pasti pernah bohong, yakin deh, nggak ada satu manusia pun di dunia yang nggak pernah bohong. Sekali berbohong, pasti selalu ada kebohongan yang kedua, ketiga, dan seterusnya. Apalagi, di bulan Ramadhan yang disucikan Allah ini, bohongnya harus dijaga ya. Yah, walaupun Syifa yakin nggak sepenuhnya seseorang bisa bebas dari bohong, Syifa juga gitu kok, jadi bohong dalam hal apa dulu nih!!

No Inflicting or Injuring Others. Eh eh tangannya udah dijaga juga belum tuh? Dijaga dari pukulan ke tembok baja misalnya, atau dijaga dari ambil barang-barang kotor di septic tank, atau jangan-jangan malah sengaja dijadiin alat pemukul raket buat badminton? Halah, badminton udah kapan hari selesai ya?!

Be Clean and Pure. Hati tuh bisa dianggap jadi dua hal, anggota jiwa atau anggota raga. Dalam hal ini, hatinya juga ikut dilindungi ya kamu-kamu. Kan jagalah hati, jangan kau nodai, jagalah hati, terus nanti dicuci, apalagi ya nyuci hati kan syusah pemirsa *kemudian ngobrol sama ibu-ibu tetangga cara mencuci yang baik, benar, dan anggun*

Not Going to Forbidden Places. Yang jelas Dolly udah ditutup, Hotel Melati juga nggak nerima tamu. Lho kok Syifa tau? Nggak, kan tadi cuma nulis, yakali Dolly beneran ditutup sama pemerintah dan arek-arek Suroboyo, yakan? Jadi, jangan ke tempat-tempat gitu lah, mending tuh pergi ke rumah mewah, iya yang mepet sawah, pulang-pulang dapat tanaman palawija buat bukaan puasa. Lumayan!

Pokoknya jaga semuanya deh, yang pasti harus jaga perasaan masing-masing, susah tau jaga kepercayaan orang itu, jangan disia-siain ya, aku tau kita bisa melewati semua ini bersama-sama dengan berjuang keras. Ganbatte kudasai! *bukan ngomong sama pacar, tapi sama ikan maskoki yang lagi tidur gentayangan di tampilan blog ini*

by.asysyifaahs♥

Thursday, July 3, 2014

Ramadhan's Daily 5: Tau Munggahan?

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalammu'alaikum

Yes, kita lagi hari kelima di bulan Ramadhan ini, tetap semangat, yakin deh semua nggak kerasa, tau-tau udah dapat salam tempel dan makan ketupat + opor ayam aja *ini kenapa dari kemarin ngomongin salam tempel, kode nih kode* Hehe, tapi ngomong-ngomong hari puasa, masih ingat nggak pas tanggal 1 Ramadhan kemarin? Mungkin ada yang berbeda ya, ada yang 28 Juni, ada juga yang 29 Juni. Tapi, walaupun begitu, tetap hargai perbedaan aja yuk, Indonesia kan memang negara bhinneka tunggal ika. Kalau semuanya sama, nggak rame kan? Haha...

Nah, biasanya di beberapa daerah ada tradisi khusus nih menjelang 1 Ramadhan ini. Biasanya di daerah kamu-kamu suka ada nggak? Kalau Syifa sih pasti ada, ya walau nggak begitu ‘ikut aturan’ tradisi banget, tapi selalu ada kesempatan buat yang satu ini. Di Sunda, dan beberapa daerah lainnya di Jawa Barat, penyambutan bulan Ramadhan ini dinamakan munggahan. Apa itu munggahan?

Munggahan itu berasal dari kata ‘unggah’, unggah berarti kecap pagawean nincak ti handap ka nu leuwih luhur, naek ka tempat nu leuwih luhur (Danadibrata, 2006:727) Ngerti nggak? Kalau Indonesia-nya sih, unggah adalah kata kerja beranjak dari tempat rendah ke tempat atas :)

Karena dalam bahasa Sunda setiap kata kerja yang sedang dilakukan itu diberi akhiran -an, maka jadilah munggahan, artinya melakukan unggah.

Mungkin istilah di tiap daerah beda-beda ya, tapi tujuannya sih sama, menyambut dengan suka cita bulan suci ini, kan tiap tahun cuma ada satu bulan. Ya, makanya, munggahan dianggap momen yang spesial buat ‘membersihkan diri’ sebelum Ramadhan.

Tradisi di daerah Syifa, khususnya di keluarga besar, kami biasanya sih yang biasa-biasa aja. Maksudnya nggak begitu mewah banget lah, paling sekadar ziarah (nadran) ke makam para tetua-tetua yang sudah meninggal (nenek, kakek, paman, dsb). Ini dilakukan untuk menghormati beliau-beliau juga, sekaligus mendoakan agar mereka ditempatkan di sisi Allah SWT. Amin... Yah, walaupun nggak barengan satu keluarga besar, tapi ini bisa jadi momen yang harus dilakukan paling nggak sama salah satu wakil keluarga kecil. Karena kebetulan Ayah Syifa masih di Banjarmasin, jadi kemarin cuma Mamah yang nadran/ziarah. Syifa kemana? Iya, anak yang ini nggak ngikut____-



Providing Meal (Iftar). Nah, salah satu yang asyik juga disini, sekitar satu atau dua hari H Ramadhan, para keluarga udah mempersiapkan hidangan khusus buat dibagi. Standar aja sih, karena kalau banyak itu jatah buat Lebaran, hehe. Kemarin sih Mamah cuma masak daging sama tumis kentang, terus dituker sama tetangga dan kerabat dekat, mungkin di daerah kamu juga gini ya? Ini bisa jadi ajang untuk mempererat silaturahim juga, sekalian makanan buat sahur dan buka pertama hasil pemberian orang, jadi nggak usah masak, hoho.

Iftar (bahasa Arab: إفطار), bahasa Indonesia: buka puasa, mengacu pada sebuah perjamuan saat Muslim berbuka puasa selama bulan Ramadan. Iftar adalah salah satu ibadah di bulan Ramadan, dan orang-orang berkumpul untuk berbuka puasa bersama-sama. Iftar dilakukan tepat setelah waktu Magrib. Secara tradisional, kurma adalah hal pertama yang harus dikonsumsi ketika berbuka.
For the Fasting Ones. Walaupun saling memberi iftar ini sebenarnya nggak begitu banyak dilakukan setiap keluarga, tapi pemberian iftar antar sesama itu bisa juga dilakukan kepada orang yang kurang mampu. Menurut buku yang pernah Syifa baca, ini benar-benar baik untuk menjalin ukhuwah khususnya kepada orang yang kekurangan daripada kita. Jadi, kita semua sama-sama merasakan hal yang sama, makan yang sama, dan berbagi kebahagiaan bersama-sama juga. Aku dan kamu jadi sama-sama deh di jalan sesama *hening*

by.asysyifaahs♥

Wawancara Kerja, Sersan Aja!

Selamat malam menjelang sahur pembaca yang budiman.

*naik podium*
*dilemparin tomat busuk*

Jadi, untuk tengah malam yang suram ini aku akan sedikit bercerita tentang pengalaman kerja aku. Tsah, anak SMA umur 14 tahun gini mana bisa punya pengalaman kerja? Becanda kali ye!

Iya, gini-gini aku juga pernah dilabeli sebagai wanita karir lho, teman-teman. Yah, berkarir di warung nenek sih, tapi itu tetap karir kan? Profit dan masa depannya cukup menjanjikan kok, meskipun jualannya lebih mirip warung tegal gitu.

Baiklah, lupakan pendahuluan yang lagi-lagi untuk yang entah keberapa kalinya penting-nggak-penting harus tetap dibaca. Jadi, setelah ini Syifa bakal ceritakan sedikit tentang pengalaman wawancara kerja yang pernah dialami untuk yang pertama kalinya, first chance never die.

Beberapa waktu lalu, aku pernah ditawari kerja untuk menjadi seorang proofreader dari sebuah penerbit buku di Yogyakarta. Sebagai salah seorang dari ratusan juta spesies di dunia yang suka membaca, tentu aku tertarik dong, apalagi ini kesempatan pertama aku untuk menyelami lebih jauh lautan Antartika tentang dunia penerbitan dan perbukuan di Indonesia. Yah, semoga aja suatu saat nanti bisa jadi bagian kru di belakang layar GagasMedia ya *aminin dong, Amin*

Nah, karena domisili aku sendiri memang bukan di Yogyakarta, lebih tepatnya pinggiran Kota Bandung yang semakin masuk menuju pedalaman, tentu aku nggak bisa melakukannya dengan mobile, mengingat aku juga masih pelajar kelas 10 SMA saat itu. Ya bisa dikatakan aku bekerja LDR bareng sama penerbit itu, keren kan bisa Long-Distance-Relationship-an sama penerbit? Mweheheh.

Aku tahu lowongan kerja ini dari akun twitter penerbit tersebut, saat tahu itu nggak banyak mikir ya langsung aja kirim CV untuk ikutan daftar. Dan memang sih, nggak ada kewajiban buat pendaftar terpilih untuk datang ke kantornya langsung, asal bisa berkomunikasi via surat elektronik, jejaring sosial, dan SMS juga udah lebih dari cukup.

Nah, kali ini aku mau cerita soal wawancara kerjanya. Yaelah, dari tadi ngapain aja? Iya kan tadi cuma intro dulu, biar kayak novel-novel gitu, panjang ceritanya.

Jadi, wawancara kerjanya juga dilakukan dari surat elektronik. Padahal ya bisa aja sih pakai Skype, cuma ya udah sih emang maunya penerbit itu pakai email, nggak mau ribet mungkin ya. Nah, bulan Oktober itu aku diwawancara deh tuh sama pihak penerbit. Duuh, rasanya diwawancara tuh ya dag-dig-dug-serr gimana gitu, seolah-olah kayak induk katak yang mau lahiran *aku nggak tau sih apa korelasinya*

Sebelumnya aku juga pernah sih mengalami wawancara gini, tapi bukan dalam hal penerimaan kerja, lebih tepatnya sih wawancara atau tes seleksi buat ikut kegiatan sana-sini yang berhubungan sama sekolah, semacam forum diskusi pelajar, peliput berita, atau kalau nggak pemilihan duta gitu deh. Dan wawancara ini, semacam first time yang pasti beda sama interview sebelum-sebelumnya.

Wawancara dimulai setelah aku menerima pesan surat elektronik itu. Iyalah, kalau nggak, gimana mau tahu pertanyaan yang diajukannya apa (?) Nggak begitu banyak sih pertanyaannya, dan yang pasti nggak sesulit ulangan Matematika yang biasanya berjumlah 40 soal dengan waktu 90 menit aja *efek UAS minggu-minggu kemarin* Dan yang pasti, durasi menjawabnya juga bisa lebih lama dari UAS, tapi ASAP a.k.a as soon as possible, ya makanya aku cuma butuh waktu nggak lebih dari satu jam untuk jawabnya, itu pun dengan jawaban yang menurutku asal-asalan, asal jawab, asal benar :D

Meskipun aku mau banget diterima jadi proofreader, tapi entah kenapa pas jawab pertanyaannya aku seolah merasa ‘mencandakan’ jawaban-jawabannya. Main-main. Mostly, saat itu dampak dari kutub utara yang hampir meleleh mungkin ya. Eh nggak, mungkin akibat dari habis nonton acara stand up comedy, bukan acara goyang-goyangan itu yang pasti, hehe.

Nah, berikut salah satu pertanyaan yang diajukan pihak penerbit tersebut yang biasanya selalu ditanyakan juga kalau kita melakukan wawancara kerja secara ‘nyata’.

Pernah mempunyai pengalaman berorganisasi sebelumnya? Apa perbedaan yang kamu rasakan ketika sebelum dan sesudah mengikuti suatu organisasi tersebut?

Organisasi ya, aku sering mengikuti kegiatan ini di sekolah, salah satunya adalah OSIS. Aku ingat ketika waktu itu menjalani serangkaian seleksi masuk, salah satunya adalah pelantikan. Biasanya, pelantikan ini dijadikan ajang ‘ngerjain habis-habisan’ adik kelas sebagai pembalasan dari perlakuan OSIS periode sebelumnya. Aku kadang kesal juga ya saat itu karena harus dijadikan ‘korban’ oleh kakak-kakak kelas, mulai dari hormat ke bendera dengan lamanya, diguyur sama air yang entah apa campurannya, disuruh push-up kalau melakukan kesalahan, sampai disuruh angkat besi menjelang SEA GAMES.

Ya, pahit manis menjalankan organisasi benar-benar aku rasakan lah. Satu hal yang membuat aku sadar saat itu adalah kekompakan. Aku merasakan perbedaan ketika sebelum dan sesudah ikut pelantikan, kami hampir menjadi partisipan perang di jalur Gaza secara tiap pelantikan disuruh jalan merangkak *ini jawabannya niru tulisan Kemal Pahlevi*

Hmm... jawabannya emang nggak lucu-lucu banget sih, lagian mood aku saat itu juga rasanya ogah-ogahan gitu ya, mikirnya ya udah lah, diterima ataupun nggak, penguin kan masih tetap hidup di kutub, nggak ada yang perlu dikhawatirkan berlebihan.

Setelah membalas pesannya, sehari kemudian penerbit membalas, ya intinya sih diterima. Eh tapi, bilangnya jawabannya serius amat. Lho, padahal niatnya kan mau dibecandain, dilucu-lucuin, yah gagal bikin ketawa deh :( Heran! Terus, penerbit itu juga bilang bahasanya terlalu formal. YAELAH, Mbak/Mas saya nulis gitu demi PENCITRAAN, biar dikata kalau proofreader kayak saya itu anti typo, dan yang pasti cinta EYD *piiis*

Hmm... Yah, gitu sih pengalaman wawancara kerja tidak nyata aku untuk yang pertama itu. Akhirnya diterima juga jadi proofreader, setidaknya buat awal di masa depan aku yang bercita-cita jadi tukang masak *korelasi aneh lagi* Yang senang adalah, saat menerima fee, hihiw. Nggak begitu besar sih, lagian apa sih yang diharapkan dari kerjaan sampingan gitu, tapi lumayan lah uangnya bisa dibeliin buku sama jajan permen satu biji, sayangnya mimpi beli permen itu nggak kesampean, soalnya uangnya aku kasih sama Mamah, kan aku anak berbakti yang budiman dan berjiwa ksatria *tebar ciuman*

Ngomong-ngomong, wawancara kerja itu nggak harus serius kok. Sepengalaman aku sih, semakin gokil jawabannya semakin besar kesempatan kamu nggak diterima bekerja. Eh, tergantung perusahaannya sih, pokoknya jangan dibawa enteng dan jangan dibawa berat, nanti capek sendiri. In case, interview itu semacam gerbang awal buat iya atau tidak kita bekerja disitu, yang penting jujur jawab ajalah~ Ya kan? *sok bijak padahal kerja aja belum* *kemudian aku kembali ke kehidupan nyata aku, SEKOLAH*


by.asysyifaahs♥

Wednesday, July 2, 2014

Ramadhan's Daily 4: Tarawih atau Main Petasan?

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalammu'alaikum.

Hayo, ini bulan apa ayo? Bulan Juli atau bulan Ramadhan? Hmm... berhubung masih awal tanggal di kedua bulan itu yang sebenarnya jawabannya sama-sama bener udah punya tabungan buat salam tempel lebaran belum? Hehe, masih lama sih, tapi siapin buat saudara, adik, sepupu, keponakan, dari sekarang juga nggak salah kan? Ya kali aja orangtua, paman, bibi, om, tante, ada yang berbaik hati mau kasih THR juga. Ya kalau nggak sih, ITU DERITA SITU! *derita gue juga, karena biasanya Lebaran nggak ada yang ngasih *kemudian nangis di pojokan

Oke lupakan intermezzo yang penting-nggak-penting tapi harus dibaca itu, sekarang kita kembali ke acara Ramadhan’s Daily kita. Kalau boleh jujur sih, aku hampir mau nyerah aja ya, kok rasanya nggak ada yang nanggepin gitu buat post yang ini *ngomong sama diri sendiri* Iyalah, gimana nggak ada yang baca, orang akunya sendiri nggak share blog post-nya *eaaa, dikeplak massal

Fellas, selama 4 hari berpuasa, sudah berapa kali sih tarawih? Kalau sampai post ini dilempar sih, pasti baru 3 kali ya di Ramadhan 1435 H ini? Yakan? Yadong, kecuali kalau yang puasanya tanggal 28 Juni sih ya, ya anggaplah kita udah tarawih 3 kali ya? Ya? Ya udah.

Nah, di setiap tarawihnya itu, sering menjalankan berapa raka’at? Ada yang 11 raka’at, 23 raka’at, 39 raka'at, 41 raka’at, atau 103 raka’at? Oke, aku tau itu yang terakhir pasti keburu sahur dan kemudian imsak. Tapi, pasti aja ya ada yang bolong-bolong di tengahnya. Ngaku aja deh, ibarat kodok yang bernafas pakai paru-paru tapi bilangnya insang, nggak lucu kalau ngebohong, iya dong?

Nih, kalau di dekat rumah Syifa, biasanya sih 23 raka’at, udah jelas dilakukan setiap raka’at-nya karena bacaan surahnya pendek-pendek, jadi cepet selesai, kalau udah sama Bapake Ian, udah paling speedylah, hehe. Eh tapi, pasti ada dong ya di beberapa masjid yang pakainya bacaan shalat yang panjang-panjang, Al-Baqarah ada nggak? *wiih* Tapi santai aja deh, jalanin dan mengalir aja, aku tau kita bisa lewatin semua ini #tssah


Tarawikh Prayers. Tarawih itu pasti adanya cuma di bulan puasa, spesial, musiman, khas. Kenapa bisa gitu ya? Ya terserah Allah yang ngatur aja sih *sewot* Pernah nggak ya kepikiran sama teman-teman kalau seandainya tarawih itu ada setiap hari? Hmm, mungkin aja ada yang ikhlas dan mungkin juga nggak, haha. Eh tapi, kalau shalat Witir sih bisa dilakukan kapan aja tuh, jadi boleh deh melakukannya bareng shalat Tahajjud, tambah-tambah pahala kan?

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759). Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah shalat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh An Nawawi.


Here We Go. Selesai berbuka, biasanya suka ada jeda sebentar kan selagi tunggu adzan Isya? Nah, biasanya pada ngapain tuh? Nonton TV? Tadarusan? Main henpon? Teleponan? Tidur? Atau malah main petasan? Widih, kalau yang ini lumayan rame sih, dulu Syifa juga pernah jadi santriwati-tomboy-yang-iseng-main-petasan bareng kongkow-kongkow di pengajian. Rame sih, apalagi ngisengin santri perempuan yang udah alay, lebay, dan kalau dikerjain teriakannya bikin se-RT marah-marah. Bukan marah ke si anak perempuan tadi yang kita samarkan namanya menjadi Mawar, tapi marah ke anak-anak yang main petasan. Nggak percaya Syifa pernah main ginian? Aku juga sih!


Banyak banget reaksi orang kalau dikerjain sama petasan. Ada yang marah, nangis, menjerit, dan ketawa. Eh, aneh sih kalau orang dikerjain petasan kemudian ketawa, rasanya bahagia gitu ya dikerjain. Ck! Tapi nih, pasti banyak di antara kita yang nggak suka petasan, selain berisik dan ribut, berbahaya juga, setuju? Banyak tuh kasus-kasus di televisi akibat mainan anak satu ini, mulai dari kecelakaan fisik, kegaduhan, bahkan kebakaran. Hati-hati ya! Jangan main petasan itu, mainin aja petasan cinta asmara kita #eeeaaa

Ya pokoknya, kalau waktu shalat tarawih ya shalat aja, jangan main petasan, jangan main handphone, apalagi mainin hati, duuh itu yang terakhir nyayat banget, uququq.

by.asysyifaahs♥