Tuesday, May 27, 2014

May Giveaway from Biondy Alfian and Interlude Giveaway from Nana @ Glasses and Tea

Hai, kali ini ingin repost untuk entri giveaway nih. Ikutan ya!


Teater Boneka

oleh: Emilya Kusnaidi, Orinthia Lee, Ayu Rianna 



Dari Goodreads:

Teater Boneka Poppenkast terancam tutup! 
Jumlah penonton yang semakin menyusut membuat Erin berjuang keras membuat cerita-cerita baru untuk dimainkan di teater boneka yang ia warisi dari sang kakek. Tapi ini bukan pekerjaan mudah. Erin merasa tak ada yang memahami cita-citanya, termasuk Robert, kekasihnya. 
Hingga Erin bertemu Awan, lelaki dengan latar belakang misterius yang memaksa bekerja di Poppenkast tanpa meminta bayaran. Dukungan lelaki itu terhadap kelangsungan teater boneka membuat Erin jatuh hati. 
Namun Awan ternyata menyimpan rahasia masa lalu yang membuatnya harus bersembunyi di Poppenkast. Saat rahasia lelaki itu terungkap, ternyata dia bukan orang yang selama ini dikira Erin. Hingga Awan akhirnya harus memilih antara menyelesaikan persoalan masa lalunya atau terus bersama Erin.

Buku yang merupakan hasil dari Gramedia Writing Project. Kali ini, pemenang akan memperoleh 1 buah novel Teater Boneka lengkap dengan tanda tangan ketiga penulisnya dan Clara Ng, selaku konseptor GWP kali ini.

Peraturan GA-nya:
1. Peserta berdomisili di wilayah Indonesia.
2. Silahkan mengisi kolom Rafflecopter di bawah ini. 
3. Giveaway berlangsung dari 14 Mei 2014 - 4 Juni 2014.
4. Keputusan pemenang tidak dapat diganggu gugat.
5. Bila dalam 48 jam tidak ada respon dari pemenang, maka akan dipilih seorang pemenang baru.
 
May Giveaway from Biondy Alfian

***

Interlude Giveaway from Nana @ Glasses and Tea 
http://glasses-and-tea.blogspot.com/2014/05/blog-tour-interlude-hari-5.html 

1. Follow blog Glasses and Tea melalui Networked Blogs, G+ atau like facebook page (semua dapat dilihat di sidebar sebelah kiri) (2 poin,wajib)
2. Jawab: Sebutkan 2 buku Windry Ramadhina yang sudah Nana baca sebelum Interlude! (1 poin, wajib)
3. Jawab: Siapa yang mengatakan kalau Kai dan 'jatuh cinta' seperti lelucon? (1 poin, wajib)
4. Jawab: Kesamaan apa yang dimiliki Windry Ramadhina dengan tokoh Mahoni dari novel Memori? (1 poin, wajib)
5. Jawab: Sebutkan nama band jazz Kai! (1 poin, wajib)
6. Say hi! di twitter untuk @windryramadhina dengan menggunakan #Interlude dan mention @_marsh113_ (3 poin, optional)
7. Promosikan giveaway ini di twitter dengan menggunakan #Interlude dan mention @_marsh113_ dan @gagasmedia (2 poin, optional, bisa dilakukan setiap hari)
8. Promosikan giveaway ini di blogmu, facebook-mu, atau media sosial lain selain twitter yang bisa diakses oleh umum (2 poin, optional, bisa dilakukan setiap hari untuk media sosial yang berbeda) 
9. Tinggalkan komentar di posting review Interlude di blog ini (2 poin, optional) 

Wednesday, May 21, 2014

#1Hari1Ayat, Alhamdulillah

Assalammu'alaikum, selamat malam menuju pagi, kali ini mulai terbiasa lagi dengan jadwal bangun pagi, padahal UKK tinggal beberapa minggu lagi. Astagfirullah-nya, Asyifa lagi susah untuk atur waktu, terlalu banyak waktu terbuang *jedotin kepala ke tembok*.

Tadi pagi, lebih tepatnya, 20 menit yang lalu, hal pertama yang dilakukan pas bangun adalah ngecek HP, masuk twitter dan baca mention, ya mungkin aja kan ada notifikasi dari Barack Obama, atau sesuatu hal yang mengejutkan lainnya. Bisa aja kan? :D

Ternyata ada sih, tapi nggak bikin terkejut sampai ke angkasa raya, karena senangnya udah lama :D Jadi, ya... ada mention masuk kalau aku menang projek #1Hari1Ayat dari Kak Primadita, kalau ikutan projek ini sih, pasti tau, ya kan?


Dan, Alhamdulillah, hadiahnya sudah sampai pas Kak Prima lagi bertualang di tiga negara ASEAN waktu itu. Memangnya apa sih hadiahnya? Hmm... waktu itu sih ditawarinnya dua barang, pilih tas atau buku, yang penting harganya tetap sama. Dipikir-pikir, pasti lebih enak tas sih, tapi aku bukan orang yang suka perhatiin fashion, dan tas yang ditawarkan dari online shop rekomendasi Kak Prima berupa tote bag atau suede gitu, nggak cocok kan kalau dibawa ke sekolah?

Suede from Dresstokil Vintage Bag, sumber disini
Jadi, ya apalagi kalau bukan buku, buku itu semacam long alive, kan nggak cuma aku aja yang baca, yang lain juga bisa, adik, sepupu, teman-teman. Dan emang bener aja sih, aku belum baca bukunya, cuma adikku yang udah khatam 1 dari 4 buku di boxset Khalifah Rasulullah itu, dan doi lagi baca di bukunya Umar *kakaknya kalah, dikeplak*

Biografi Khalifah Rasulullah, tweet disini
Pas di suratnya, Kak Prima juga tulis memo kecil, minta untuk review bukunya. Hmm, kalau mau resensi buku sih gimana, aku kan belum baca ya? *ini anak ngeselin, ditendang sampai Brazil, nonton piala dunia* Jadi, review semacam 'melihat kembali' gitu ya :D

Dari judulnya aja udah terbaca, Khalifah Rasulullah, boxset-nya terbagi jadi 4 bagian, ada ABU BAKAR, UMAR, UTSMAN, dan ALI. Kalau sekilas aku baca, semacam biografi dari keempat sahabat Rasulullah itu sih, bagaimana perjuangan masing-masingnya membela agama Allah hingga menjadi khalifah. Kurang lebih sih gitu, pas ya kalau suatu saat ada tugas PAI tentang sahabat-sahabat Rasulullah ini.

Aku belum baca, dan bukunya sering pindah-pindah dari rak bukuku ke rak buku Ikmal--adik, jadi ya udah kemarin disimpan aja di rak buku dia, biar nggak ganggu kakaknya kalau lagi belajar. Dia seneng banget dapat bahan bacaan gitu, beda kan ya sama kakaknya yang lebih suka novel *ditoyor massa* Ya baguslah kalau gitu, daripada ikut-ikutan baca bacaan kakaknya, iya kan? Hehe..

Ah iya, katanya sih Kak Prima bakal punya projek baru di bulan Ramadhan mendatang, pertengahan Juni nanti bakal segera diumumkan ketentuannya. Aku yakin pasti yang satu ini sama kerennya, dan semoga aja bisa ikut dan istiqamah ya, psstt... peserta terbatas, lho :D Hayuk, ikutan!!


Sunday, May 18, 2014

Cerita di Balik SASTRAVARA

Assalammu'alaikum, selamat pagi. Ihiyy, udah tiga minggu ya nggak nulis di blog ini, sekarang jadi bingung sendiri mau bikin postingan apa. Heheh... Tapi, karena kemarin baru aja memperingati Hari Buku Nasional, maka postingan kali ini nggak jauh-jauh seputar buku :D

Sumber: Tumblr - Edited by me

Jadi, entah sejak kapan mulanya, tapi seingatku sih awal-awal tahun 2014 ini. Sebenarnya ini mimpi aku dan juga mimpi Mamah (sejak kecil). Kesukaan membaca yang melatarbelakangi aku untuk berniat mendirikan taman bacaan. Awalnya sih iseng-iseng aja, ditambah koleksi buku yang mulai menambah gegara rajin ikut kuis/giveaway berhadiah buku.

Nah, tercetuslah ide, entah tanggal berapa, akhirnya aku merealisasikan mimpi aku untuk bikin taman bacaan, namanya Taman Bacaan Avara.

Arti kata Avara sendiri dalam bahasa Sanskerta adalah muda, paling muda. 

Kenapa Avara? Kalau ini sih, aku jadi inget salah satu pensi sekolah di Kota Bandung yang memasukkan nama 'Avara' sebagai nama gelarannya, karena dirasa keren, aku sering menamakan diri sendiri sebagai Avara. Terlebih, faktanya memang benar kalau aku siswa paling muda di kelas (dan mungkin juga seangkatan, hehe). Hubungannya sama taman bacaan sendiri adalah, karena target yang dikhususkannya lebih ke anak-anak muda, apalagi di sekitar rumah memang banyak anak kecil seusia SD, SMP, dan SMA. Harapan aku cuma satu, biar minat baca masyarakat Indonesia semakin meningkat, dengan mulai rajin membaca sejak dini. Aku juga berharap biar membaca nggak lagi sebagai kebutuhan, tapi (harusnya) juga jadi kewajiban.

Sumber: Gamais ITB - Edited by me

Walaupun koleksinya memang belum bisa dikategorikan sebagai koleksi taman bacaan sebagaimana mestinya, aku tetap berusaha kok. Lagian, taman bacaannya masih dibilang tertutup, belum ada tempat khusus selain di rumah aku, raknya juga masih disimpan di kamar dan sekarang mulai berbenah untuk dipindah di area ruang tamu.

Mengetahui hal ini, dan aku yang memang kasih tahu, teman-teman sekelas juga mulai mendukung dengan seringnya meminjam buku-bukuku. Awalnya sih menawarkan ke satu orang, eeeh... ujungnya juga merambat hampir ke seluruh penghuni kelas. Tapi, dalam hal ini, aku sering bikin ketentuan sendiri, misalnya bukunya jangan sampai rusak, jangan dilipat, dan jangan hilang. Hanya tiga aturan sih, dan syukurnya mereka bisa ngerti dan taat aturan. Hehe... Demi keberlangsungan buku-bukuku juga :D

Karena beberapa minggu terakhir teman-teman mulai rajin meminjam, akhirnya aku memutuskan untuk menyampul buku-bukunya. Sayang juga kalau sampai robek apalagi rusak, kan demi keberlangsungan buku sendiri :P Eeeh... Nisa, salah satu teman di kelas mengusulkan, katanya, gimana kalau yang pinjam itu dipungut biaya, misalkan Rp. 1000,- untuk 1 buku. Hmm... kalau dipikir-pikir, niat awal aku sih bukan untuk itu, nggak pernah kepikiran untuk meminta biaya pinjam, lagian niatnya juga iseng dan have fun aja.

Tapi, kalau dipikir-pikir, mungkin boleh juga. Hasilnya, kan bisa aja dibeliin buku baru, dan koleksi makin nambah, lagi dan lagi. Dan mereka yang mau baca, makin nambah juga bahan bacaannya. Cuma, aku sih nggak memprioritaskan banget untuk hal ini, dan nggak maksa mereka harus bayar, seikhlasnya aja :)

Di samping itu, aku juga mulai cari bala bantuan. Salah satunya dengan kirim proposal ke salah satu penerbit indie untuk meminta sumbangan buku, Alhamdulillah-nya sih disetujui, tapi sampai sekarang belum mendarat juga :D Ada lagi cara lain, selain ikutan kuis berhadiah buku––tentu saja––kadang aku juga beli online yang biasanya punya keuntungan tersendiri, selain potongan harga sekitar 15% - 20% malah ada juga yang nawarin cuma setengah harga, lumayan sih...

Haha, mungkin kalau dipikir-pikir, ini sejenis menguntungkan pribadi sendiri ya? Ehem, kalau boleh bilang, nggak kok, sekali lagi, niat aku cuma mau ngajak teman-teman dan adik-adik di sekitar rumah dan sekolah untuk rajin baca (walau kebanyakkan novel sih). Aku cuma dijadikan 'tempat penitipan' buku-buku itu yang nantinya dibaca mereka, malah ada lho, beberapa buku hasil buntelan yang belum aku baca sama sekali tapi udah ditamatin sama adik dan teman sekelas, duuh malu >w<

Source: Joe TataWarna - Edited by me

Terakhir, mengikuti peringatan Hari Buku Nasional kemarin, aku berharap minat baca masyarakat Indonesia makin meningkat, salah satunya dimulai dengan rajin membaca sejak dini. Makin banyak buku-buku kelahiran penulis Indonesia yang lebih bermanfaat, memberi wawasan, best seller, sampai dikenang sejarah. Perpustakaan atau taman bacaan ataupun sejenisnya makin ramai dikunjungi oleh mereka yang haus akan kebutuhan informasi, dan nggak melulu mengandalkan Google untuk mencari dengan cara cepat tanpa mengerti apa isinya. Dan... semoga koleksi buku-bukuku juga nambah, baik itu hasil buntelan, pinjaman, swap-an, atau bahkan belian, biar aku bisa pinjemin lagi bukunya ke teman-teman :D

Ah iya, kalau kamu berminat dan berniat menyumbangkan buku kepada kami, dengan senang hati dan lapang dada, SASTRAVARA (Taman Bacaan Avara berubah nama, sejak kemarin) akan menerimanya. Boleh buku dari jenis apa aja, asal bukunya memang cocok untuk segmen anak-anak dan remaja, narahubung bisa lewat aku sendiri di @asysyifaahs atau asysyifaahs[at]yahoo[dot]com. Terimakasih ya :)

Source: IndonesianYouth - Edited by me