Sunday, February 23, 2014

Selamat Ulang Tahun, Ung :')


Dear Nurulku tersayang...

Kamu apa kabarnya disana? Baik-baik aja 'kan? Semoga kamu tenang dan senang disana, aku tau kamu udah ada di tempat terbaik di sisi-Nya. Aku juga baik kok, walau mungkin tidak lebih baik untuk tahun kedua tanpa ada kamu.

Ung, masih ingat nggak kapan pertama kali kita kenalan? Iya, waktu kelas 7, waktu itu kamu minta untuk duduk bareng aku, manis banget perkenalan kita ya :') Semenjak itu, kamulah orang pertama yang jadi teman sekaligus sahabat aku di SMP.

Di hari-hari berikutnya, kamu masih tetap kamu, dengan senyum manis dan wajah yang sama cantiknya. Aku nggak pernah iri untuk itu, karena dengan berteman dengan kamu aja bisa bikin orang lain iri dan cemburu sama aku, berteman dengan orang yang cantik, baik, dan manis. Itu kamu~

Sejak SMP, kita banyak berbagi cerita ya, apa aja yang bisa diceritain, tentang SD kamu, pacar-pacar kamu, teman kamu, dan cerita-cerita aku yang juga selalu jadi bahan obrolan di waktu senggang sekolah kita.

Kamu tau nggak kapan aku ngerasa nyaman saat cerita sama seseorang? Iya, itu sejak ada kamu, sejak kamu jadi teman sekelas, dan sejak kamu jadi sahabat terbaik aku. Mungkin, aku lupa atau bahkan nggak pernah bilang kalau kamu itu sahabat terbaik aku. Iya, tapi kamu tahu hal ini kan? Itu kamu~

Ung..., kamu orang yang dengan mudah untuk bergaul dengan siapa aja. Aku tau untuk hal ini keseharian kita beda, sangat beda. Aku yang terlalu penutup bahkan terlalu pilah-pilih teman, beda sama kamu yang bisa akrab sama siapa aja. Awalnya, aku kadang iri, kok kamu bisa sih, dan kok aku nggak bisa sih?

Minggu-minggu berikutnya, kadang sering banget ada tugas yang harus diselesaikan dengan kerja kelompok, sayang kita jarang sekelompok bareng ya. Dan sayangnya lagi, aku nggak pernah dan bahkan belum pernah datang ke rumah kamu (rumah yang disini dan disana). Kapan sih aku bisa Ung?

Oh iya, kamu masih inget nggak kalau dulu, sewaktu kelas 7 SMP, kita juga suka foto bareng? Err... maksudku mainin HP untuk foto-foto di kelas. Masih inget 'kan kalau di SMP sebenarnya HP nggak boleh dimainin, tapi kita malah ngelanggarnya? Hihi... konyol!

Entah disadari atau tidak, nggak banyak momen di kelas 7 SMP yang aku jalanin bareng kamu, entah itu sekedar foto bareng, kerja kelompok bareng, apalagi jalan-jalan bareng. Kamu bisa aja dengan bebasnya main ke banyak tempat bareng temen-temen kamu yang lain, sedangkan aku? :(

Naik kelas 8, kamu mutusin buat pindah sekolah, ke Banjarmasin. Tempat dimana aku juga pernah tinggal disana, tempat yang dengan seringnya aku bangga-banggain ke kamu, dan tempat dimana kamu bakal tetap di Banjarmasin -selamanya.

Awalnya, aku seneng-seneng aja, setidaknya mengobati kerinduan tinggal disana enam tahun sebelumnya, dan mungkin asyik juga saat kamu yang gantian cerita tentang keadaan Banjarmasin, kita bisa saling untuk sama-sama cerita bareng.

Bulan-bulan berikutnya, hampir aja kita nggak pernah komunikasi selain lewat facebook. Aku terlalu sibuk untuk sekedar tanya-tanya gimana kabar kamu, seberapa kerasannya kamu disana, dan adakah sahabat yang kayak aku?

Entah kapan, tapi tiba-tiba kamu telepon aku, sekedar cerita gimana kondisi kamu sekarang (read: saat itu), ternyata tinggal di Banjarmasin itu lebih asyik daripada di Cihampelas ya? Hmm... Aku bisa aja setuju. Adalagi, kamu ceritain tentang teman baru kamu, namanya Elsa, katanya dia baik ya? Hmm... Aku cemburu lho, nggak mau predikat sahabat punyaku jadi punyanya Elsa.

Waktu berlalu, aku makin sibuk dan hampir lupa. Tiba-tiba, satu berita datang, Karina -teman kita- bilang ada sesuatu yang terjadi sama kamu, kamu kecelakaan, dan koma di rumah sakit. Ung, beneran 'kan ini cuma becanda?

Padahal, 23 Februari 2012, dua hari sebelum berita dari Karina ini, umur kamu nambah satu, jadi 14. Masa iya sih? Atau jangan-jangan, ini cuma becanda?

Nggak, nggak mungkin. Nggak mungkin kayak gini. Aku nggak percaya kalau kamu udah bener-bener diambil lagi haknya sama Dia. Kamu kembali kepada-Nya sebelum aku ketemu kamu di Banjarmasin, kamu kembali sama Dia sebelum aku bener-bener tunaiin janji aku buat ikut pindah juga ke Banjarmasin, kenapa Ung?

Rasanya berat banget, berat ngelepasin kamu, aku nggak ikhlas saat itu. Kamu pergi sebelum aku jumpa lagi sama kamu, dan kamu pergi gitu aja tanpa ada perpisahan sama sekali buat aku :'(

1 Maret, 5 hari setelah ulang tahun kamu yang ke 14. Kamu bener-bener kembali sama Allah, kembali untuk selamanya dan nggak bakal ketemu aku kecuali saat yang udah ditentukan nanti. Rasanya... sedih banget.

Secepat itukah? Aku cuma kenal kamu setahun aja, dan itu nggak cukup buat aku bisa relain kamu pergi. Andaikan bisa dikasih kesempatan, aku pengen ngerasain momen-momen bareng lagi, aku kangen Ung.

Beberapa hari setelahnya, aku masih sedih. Sahabat macam apa aku ini yang nggak ada di saat sahabatnya pergi? Sahabat macam apa aku ini yang nggak ziarah ke makam sahabatnya? Aku bukan sahabat terbaik kamu, Ung :(

23 Februari 2013, aku bukan orang pertama yang ngucapin selamat ulang tahun ke kamu. Kecewa? Ya. Tapi aku yakin, akulah orang yang pertama yang lagi kamu perhatikan saat itu. Itu kamu~

Dan setahun setelah itu, hari ini, 23 Februari 2014, yang seharusnya umur kamu bertambah 1, 16 tahun, kamu ulang tahun Ung. Kamu tambah umur, Cantik, apa kabarnya kamu saat ini? Masihkah kamu perhatikan aku di kejauhan sana? Kamu lagi ngapain disana? Aku kangen, kangen banget sama kamu. Kapan ya aku bisa nyusul kesana juga?

Hari ini, kamu akan tetap mengulang tahun kamu, masih 14. Ah, bahkan semakin tua aku, kamu masih tetap anak 14 tahun. Aku hanya berharap sama Allah biar kamu tenang disana, jaga baik-baik ya, suatu saat kita pasti bisa bersua lagi di tempat-Nya yang luar biasa indahnya. Kamu jangan kemana-mana, tunggu aku aja, tunggu aku biar bisa nyusul kamu.

Ung, andai kamu bisa baca surat ini, aku pasti seneng banget. Apalagi, kalau kamu bisa balas walau cuma dengan senyum dari kejauhan sana, aku lebih seneng.

Allah memang Maha Baik ya, Allah nakdirin aku buat kenal dan tahu siapa kamu, Allah nakdirin semuanya dengan baik. Andai kalau bukan kamu, mungkin ceritanya bakal lain. Andai seorang Nurul Febrianti waktu itu nggak minta buat sebangku bareng, mungkin nggak bakal ada cerita ini. Andai seorang Nurul Febrianti nggak sekelas apalagi satu sekolah, mungkin aku nggak bakal kenal kamu.

Makasih ya, selama waktu yang kamu kasih buat aku waktu itu. Aku nggak tahu harus gimana, maaf banget belum bisa datang dan main ke rumah kamu yang disana, mungkin belum dikasih kesempatan sama Allah. Aku janji, kalau Allah kasih aku kesempatan untuk ke Banjarmasin, aku bakal ziarah ke rumah kamu, tunggu aku ya Ung :')

Selamat mengulang tahun yang ke-14, Nurul. Tetaplah jadi cahaya Februari yang tetap berkilau dan bersinar tapi tidak menyilaukan mata hingga membuat orang buta. Selamanya, aku bakal kangen dan rindu sama kamu, tunggu aku suatu saat nanti ya :)

Salam,

...dari seorang sahabat yang kamu tunggu untuk datang

Thursday, February 20, 2014

Surat Cinta Kawancut

Berhubung banyak (sebenarnya cuma 3) yang cemburu sama surat yang aku bikin buat Kancut Keblenger disini, jadi mendingan aku bikin juga deh surat buat Kawancut nya, biar mereka nggak iri sama surat yang udah aku bikin itu. Tapi... ini khusus buat Kawancut -anggota KK- aja ya :D


Dear kamu, kalian, dan mereka semua...

Aku nggak pernah sengaja untuk kenal kalian. Entah sejak kapan, tapi yang aku tahu itu berawal dari bergabungnya aku ke Kancut Keblenger. Awalnya aku asing sama namanya, Kawancut, Perjakancut, apalagi Perawancut. Hmm... itu apa sih?

Nggak ada hal yang bisa dijadikan alasan untuk kenal sama kalian. Aku egois dan sedikit tertutup. Aku nggak mudah berbaur sama orang baru. Aku nggak suka menyapa, kalaupun disapa aku pura-pura baik aja. Aku hanya mengenal kalian sebagai sesama anggota yang sama-sama gabung, ikut, dan ramein Kancut Keblenger aja, nggak lebih.

Enam bulan berjalan, ada hal lain yang aku temukan, kalian lebih dari apa yang aku kira pada awalnya. Dan semesta pun ikut mengiyakan, semua anggapanku berubah. Kalian sosok yang jauh lebih menyenangkan, kalian orang yang hebat, menarik, dan kocak, ada suatu hal yang membuatku menyimpan rasa tertarik pada kalian (atau mungkin salah satu diantara kalian). Tawa..., satu hal yang sulit aku temukan pada kehidupan nyata sebenarnya. Aku orang yang mudah tertawa, sangat teramat mudah, tapi kadang menertawakan diri sendiri adalah suatu kemudahan yang menurutku sangat mudah. Dan semua lebih dimudahkan ketika aku mengenal kalian, atau mungkin kalian yang mengenalku.

Entah sejak kapan aku tak lagi sungkan pada orang baru, tapi aku mulai merasa nyaman akan kehadiran kalian semua di setiap apa yang terjadi di grup Kancut Keblenger.

Aku, seorang aksi sosial pasif. Banyak hal yang menjadikanku dicap sebagai anak rumahan. Mamah yang melarang, rumah yang jauh, sendirian, dan nggak ada yang jemput. Kadang, aku iri sama kawancut-kawancut lain yang dengan mudahnya bisa ikut kopdar atau kumpul-kumpul, aku iri. Aku, cuma orang yang kalian kenal sebagai anak dunia maya yang senantiasa berhadapan dengan laptop kesayangan. Kapan aku bisa kayak kalian? Kapan aku bisa seaktif kalian dalam kontribusinya buat KK? Dan kapan ada Kawancut yang bisa jemput aku di rumah? KAPAN?

Percayakah kalian bahwa dunia tak seluas daun kelor? Kalau nggak percaya, bagus, karena dunia memang tak seluas itu, dunia lebih luas dari apa yang kalian kira, dunia tak hanya sebatas Indonesia dan negara di sekitarnya, dunia lebih dari Galaksi Bima Sakti yang kalian pelajari di sekolah, karena dunia terlalu luas untuk sekedar dihitung dalam angka matematika.

Aku percaya bahwa dunia itu luas, dan aku orang yang percaya bahwa di setiap titik di dunia itu ada banyak orang yang belum kita kenal. Dan bahkan, aku sangat percaya bahwa aku bisa mengenal semuanya. Dari KK lah aku mengenal sebagian diantara mereka, dari KK lah aku kenal kalian, dan dari KK lah kalian (mungkin) bisa kenal aku.

Walau mungkin banyak diantara kalian yang nggak suka sikap aku, nggak papa. Aku nggak pernah memaksa untuk itu. Dan walau diantara kalian yang nggak kenal aku dan blog aku, itu sebenarnya nggak papa. Tapi..., masa iya sih sesama anggota KK aja nggak saling kenal? Kadang aku takut kalau dicap SKSD, kadang aku takut kalau dianggap sok kenal, dan kadang aku takut kalau aku terlalu kecil untuk mengenal isi pikiran dan perasaan kalian. Tapi karena itulah alasan kenapa aku rela sok tau sok kenal sok dekat dan sok banget sama kalian, mengalahkan semua ego aku cuma demi agar aku bisa kenal dan punya relasi lebih banyak lagi.

Nggak banyak yang bisa aku tulis, tapi terimakasih. Terimakasih udah mau kenal dan mengenalkan aku bahwa hidup bukan hanya milik aku seorang, hidup aku adalah milik orangtua aku, keluarga aku, sahabat-sahabat aku, teman-teman aku, guru-guru aku, musuh-musuh aku, dan mungkin kalian. Kalian adalah sebagian cerita yang pernah ada di hidup aku, apa jadinya kalau nggak ada kalian? Mungkin nggak akan ada surat ini.

Dan... terimakasih. Terimakasih untuk semuanya :') Terimakasih untuk apapun yang telah kalian beri sama aku. Aku nggak bisa apa-apa, selain menjadikan kalian sebagai orang yang berharga di sejarah hidup aku. Jika suatu saat aku jadi bagian orang yang menoreh sejarah dunia, aku nggak akan pernah lupa untuk menuliskan kalian sebagai salah satunya. Dan ingatkan aku untuk ini!

Terimakasih untuk kalian yang mengajarkan aku bahwa keadaan tak pernah salah. Terimakasih untuk kalian yang mengajarkan aku bagaimana caranya tertawa. Terimakasih untuk kalian yang mengajarkan aku bagaimana caranya tersenyum dan bersyukur atas semua yang jadi takdirku. Terimakasih~

 ..it's amazing when I know you, you, and you.

a Rafflecopter giveaway

Monday, February 17, 2014

Hidup Itu Berantai

Kalau ditanya mengenai kisah inspiratif, rasanya nggak ada kisah yang bener-bener inspiratif dari hidup aku. Serius, rasanya hidup tuh hanya galau, galau, dan galau. Ah masa iya? Haha... Nggak juga sih, ya setidaknya galau memang lebih mendominasi, jadinya kan rentan terkena virus AVAILABIL dan memang masih SINGLE ON SALE.

Kisah inspiratif yang mau ditulis apa ya? Hmm... Bingung sih!! Ya udah deh, seadanya aja ya... aku memang nggak cocok dibilang inspirator juga :P

Entah sejak kapan ini terjadi, kalau nggak salah sih kayaknya semenjak kelas 8 SMP, saat dimana kekepoan aku lagi kepo banget, banget sebanget-bangetnya. Semua berawal dari seleksi Pemilihan Duta Sanitasi Jawa Barat di sekolah aku. Awalnya sih nggak tahu apa-apa tentang pemilihan duta ini, tapi karena perlu cari referensi, akhirnya googling lah tentang apa itu Duta Sanitasi. Banyak info muncul, dan banyak juga cerita-cerita yang tertuang di blog. Salah satunya adalah cerita Nada Zharfania, Duta Sanitasi Jawa Barat Tahun 2011.

Selengkapnya cek blog Nada, Me and Environment

Di blognya Nada, dia banyak bercerita tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukannya, bisa dikatakan dia ini aktivis lingkungan (Duta Sanitasi, Earth Hour, film Bumi, dia jabanin). Aku menyukai sosok Nada, dia perempuan tapi hebat. Keren deh!! Dari situ, aku mulai kenalan sama Nada, walau orangnya rada *ehem* sedikit cuek, tapi yaudahlah namanya juga first time. Semenjak kenal Nada itu, aku jadi termotivasi buat sama-sama ikutin jejaknya yang udah berkontribusi besar dalam bidang lingkungan, salah satunya jadi Duta Sanitasi Jawa Barat tahun 2012.

 Pemilihan itu berlalu..., dan mimpi jadi Juara 1 itu pudar, aku cuma jadi Finalis aja. Dan itu nggak papa, sadar bahwa semua tak harus selalu berhasil. Kalau berhasil semua, darimana kita bisa belajar arti gagal, ya kan? *oke ini rada bener* Nggak hanya Nada yang aku kenal, banyak peserta lainnya yang juga aku kenal via media sosial, ada Alifia, Medina, Galuh, Shinta, Carol, Aditya, Aditya, Hanum, Arlian, Ria, Kak Lina, Melinda, Giat, Rina, Nisa, Fahira, Arya... dan masih banyak lagi.
 
Selengkapnya cek di blog Dina, Dina's Story


Dari situ, aku jadi kenal banyak orang, aku jadi sadar bahwa dunia tak sesempit apa yang kita kira. Dari situ pula, kenalan aku bertambah banyak, sangat banyak. Dari Alifia, aku bisa tahu follow blog untuk pertama kalinya, dan belajar puisi serta perbincangan di BBM yang luar biasa kerennya. Dari Medina, aku jadi tahu bahwa dia penulis KKPK yang akhirnya mengenalkan aku pada para penulis KKPK lainnya (Ayu, Aulia, Muthia, Khinta, dll). Dari Galuh, aku jadi tahu bahwa fotografi itu bisa jadi passion aku, dan terimakasih untuk kisahnya. Dari Carol, aku tahu bahwa kita tak pernah menyinggung agama, dan gambar kamu memang luar biasa cool nya (y). Dari Kak Lina, aku pengen bisa kayak dia dan ikutan Ardan School, dan aku jadi kenal kakaknya yang baru aja ultah, Kak Mumu. Dari Kak Mumu, aku jadi suka ngeblog dan tahu KancutKeblenger.

Well..., kalau ditinjau ulang, kayaknya sih apa yang terjadi sekarang itu bisa dikatakan sebagai suatu hubungan yang berantai. Ibarat rantai makanan atau jaring-jaring makanan, semuanya kayak siklus, dari satu ke yang lainnya. Aku akui, entah karena kebetulan atau pastinya takdir Illahi, tapi aku mensyukuri apa yang ada sekarang.

Nggak nyangka aja semuanya bisa kayak gini, 3 tahun dalam kisah hidup yang pastinya memorable banget. Andai dulu bukan aku yang wakilin sekolah buat jadi Duta Sanitasi, andai dulu aku nggak sekolah di SMPN 1 Cililin, dan andai dulu kekepoan aku nggak maksimal, mungkin aku nggak bakal kayak aku sekarang.

Aku tahu Dia udah mengatur semuanya..., dan it’s amazing. Allah bener-bener sayang sama aku, memberikan takdir yang luar biasa SubhanAllah nya :’)

Semenjak jadi Duta Sanitasi, aku lebih giat cari info di berbagai media tentang apapun itu, yang pastinya bermanfaat dan cocok buat pelajar. Dan tepat saat kelas 8 juga, pertama kalinya aku baca koran belia Pikiran Rakyat, lebih dari sekedar yang aku duga, aku punya banyak pengalaman.

Ke kanan dikit, ada siapa ya? Hem... (Klik untuk memperbesar)

Dari belia, aku punya temen-temen baru, Kak Putri, Maydir, Kak Alyssa, Kak Tria, Kak Lusi, Kak Fini, Al-Qadr, dan para kontributor redaksinya, Kak Ifuu, Kak Hani (ajak aku kelilingi ASEAN, biar bisa foto kayak Kaki Hani), Kak Tisha, dan semuanya. Aku seneng bisa jadi salah satu pembaca setia belia PR, banyak yang bisa aku dapat, dari rubrik Inspirasi, Selancar, Skul, Aksi, Chat, Review, Insight, bahkan Suara Hati Pelajar yang merchandise aku belum pernah aku ambil sekalipun *sayang banget*, bahkan pernah dapat 2 tiket gratis masuk Trans Studio Mall Bandung.

Dari belia, selain teman-teman baru, wawasan aku jadi lebih luas, tulisan-tulisan aku sebagian besar terinspirasi darinya, bahkan di kelas teman-teman malah bilang Tukang Koran saking rajinnya karena sering langganan di kantor sekolah. Dari belia juga, aku bisa kenal Kang Guru Indonesia, AFS Bina Antarbudaya, Berbagi Nasi, Kelas Inspirasi, dan tentu saja Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat yang aku tunggu semenjak kelas 8 dulu, dan itu jadi kenyataan... sekarang aku jadi Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat :’)


Ah, entahlah, entah harus senang, bahagia, atau terharu. Sekali lagi, kalau bukan karena rasa ingin tahu, curios, dan kepo aku yang high maximal bangetsekalipisan itu, aku nggak mungkin bisa kayak sekarang. Kalau dulu aku pemalas yang sukanya luntang-lantung alay nggak jelas, mungkin semuanya nggak akan kayak gini. Akan tetapi, lebih beruntung lagi karena Allah SWT udah bikin skenario hidup aku yang luar biasa kerennya. Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah.

Terimakasih untuk semua yang telah Allah berikan buat Syifa, I can’t thank You enough for everything, Allah...

Judul: Dear Faris "Catatan Inspirasi Si Pahlawan Kecil"
Penulis: Arian Sahidi
ISBN: 978-602-225-801-8
Terbit: Februari 2014
Halaman : 162, BW : 162, Warna : 0
Harga: Rp. 36.700,00

Sinopsis Dear Faris


Sunday, February 16, 2014

Infografis : Membantu Korban Bencana Alam

Repost dari blognya MUDAzine, tentang infografis Membantu Korban Bencana Alam. Secara yang kita tahu, akhir-akhir ini di Indonesia lagi banyak banget bencana alam yang terjadi. Jakarta, Sinabung, Manado, Kelud, dan mungkin bencana-bencana lainnya yang nggak terekspos media, semoga (setidaknya) dengan bantuan dari kita, baik itu secara materi maupun moril dapat membantu saudara-saudara kita agar tetap sabar menghadapi ujian dari Tuhan ini. Mungkin, alam sedang memperbaiki diri agar manusia bisa memanfaatkan lebih baik :))


Sehat dengan Sarapan

Source : here
Kamu sering dengar dengan istilah gizi seimbang? Atau mungkin... slogan empat sehat lima sempurna? Hmm... Kayaknya istilah itu udah nggak asing lagi deh di telinga kita. Kamu juga pastinya tahu dong kalau dengan gizi seimbang tersebut dapat mendukung segala aktivitas yang kita jalankan selama seharian. Tapi masalahnya adalah, gizi seimbang yang seperti apa sih yang kita butuhkan itu?

Gizi seimbang itu bisa diartikan sebagai berbagai makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh jasmani kita sebagai kebutuhan utama. Nah makanya, memilih makanan sehat itu nggak hanya berdasarkan pada makanan empat sehat lima sempurna aja, tapi juga harus diperhatikan cara pengolahannya, mulai dari cara memasaknya, kebersihannya, jumlah porsinya, keteraturan mengonsumsinya, dan nggak lupa, doa yang diucapkan sebelum makanan itu disantap.

Walaupun asal makanan itu sehat, tapi kalau cara masaknya yang salah, dan kebersihannya nggak dijaga, ya kandungan gizi yang didapatnya juga bakal hilang. Bahkan bisa jadi, makanan tersebut malah jadi sumber penyakit bagi tubuh kita. Iihhhhh, ngeri!!

Nah, khusus buat kamu nih, apalagi pelajar, jangan lupa untuk menyempatkan sarapan meski hanya dengan sereal atau roti selai. Kenapa? Karena ini penting banget, soalnya dengan sarapan, konsentrasi kita dalam menerima materi pelajaran akan mudah diterima. Walaupun ada yang lagi dalam program diet, jangan sampai deh melewatkan sarapan hanya gara-gara takut gendut. Nggak kok, sarapan malah jadi stamina kamu. Kalau kamu nggak sarapan, bukan dietnya yang lancar, yang ada malah jadi pingsan deh.

Lantas, ada nggak sih cara yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan tubuh sehat melalui sarapan? Tentu ada dong, diantaranya :

1. Perhitungkan Warna Makanan

Kebanyakkan orang lebih mementingkan jumlah kalori yang ada dalam makanan. Padahal, warna makanan juga perlu diperhatikan layak atau nggaknya. Contohnya sayuran, kita harus bisa pilih mana yang masih segar dan mulai layu, karena biasanya yang mulai layu itu kurang bagus buat kesehatan.

2. Perbanyak Serat Saat Sarapan

Serat yang dimakan saat sarapan ini bisa bikin perut kita kenyang sampai waktu makan siang tiba. Jadinya nggak bikin cepat lapar, dan tentunya uang jajan lebih hemat. Hehe...

3. Makanan Penunda Lapar

Bukan, bukan O**y Jelly Drink itu, tapi makanan penunda lapar yang dimaksud semacam buah-buahan, kayak apel, jeruk, dan buah-buahan lainnya yang bisa bikin kita menahan lapar untuk makan karbohidrat.

4. Kontrol Diri

Ini juga nggak kalah penting, selain jenis makanan yang kita makan, kita sendirilah yang harus pintar mengaturnya, mengatur waktu dalam mengonsumsi makan-makanan tersebut.

Nah terus, sarapan juga nggak bisa disepelekan, karena dengan sarapan lah ujung tombak energi kita untuk menjalani semua aktivitas di keseluruhan hari. Ada juga nih jenis-jenis makanan yang bisa kita makan sebagai bentuk sayang kita sama tubuh kita, yakni :

• Nasi, karena kebanyakkan orang Indonesia lebih mengenal nasi sebagai karbohidrat utama. Dan bisa dibikin berbagai olahan, kayak nasi goreng, nasi uduk, nasi pecel, dan nasi-nasi lainnya.
• Roti, bahan dasarnya yang gandum inilah yang bikin roti mudah terurai dalam tubuh dan bikin kita nggak cepat lapar dan makan lagi.
• Telur atau sosis, keduanya tinggi akan protein dan bagus dimakan dengan karbohidrat (nasi atau kentang). Selain mengandung protein tinggi, lemak jenuh dan sodium, sosis juga baik saat dimakan bersamaan dengan putih telur.
• Buah-buahan segar, buah kaya akan vitamin yang baik bagi nutrisi tubuh kita. Dan bakal lebih baik lagi, kalau kamu bikin olahan buah-buahan hasil sendiri, biar lebih sehat.
• Sereal, ini nih makanan siap saji yang cepat, mudah, dan enak. Sereal ini sumber kalsium yang baik dengan disertai sejumlah nutrisi penting lainnya seperti serat, zat besi, protein, dan juga karbohidrat.
Source : here
Apa yang kita konsumsi akan menjadi bagian dari diri kita. Perhatikanlah setiap makanan yang kita konsumsi, apakah akan menimbulkan manfaat atau malah jadi maksiat. Pandai memilah dan memilih apa yang kita konsumsi, akan membuat kekuatan tubuh dan jiwa kita terjaga.

Yang nggak kalah penting adalah, perhatikan pula ‘makanan’ rohani kita. Seseorang yang berbadan sehat tetapi tidak berperilaku sesuai dengan ajaran agama atau nilai-nilai moral kemasyarakatan karena rohaninya yang tidak menerima ‘makanan bergizi’, tentunya bakal bikin orang tersebut jadi manusia yang egois, manusia yang timpang, atau bahkan manusia yang sakit ‘psikisnya’.

Seseorang yang berbadan sehat tetapi menghalalkan segala cara untuk meraih cita-citanya, hanya akan jadi makhluk yang serakah, egois, dan tak terkendali, sehingga meresahkan lingkungan sekitarnya.

Intinya, pilih deh makanan berdasarkan nilai gizinya, bukan karena rasa enaknya aja. Oh ya, jangan lupakan juga vitamin dari buah, sayur, maupun air putih. Teraturlah dalam mengonsumsi menu-menu sehat tersebut disertai olahraga dan tidur yang cukup. Jadi, jagalah asupan makanan kita. Perhatikan keseimbangan gizinya dari berbagai sisi, agar kita mendapatkan manfaatnya yang baik pula, dan tentunya bisa jadi generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas, baik jasmaninya maupun rohaninya.

#SuratCintaKK Hadiah Terindah dari Kancut Keblenger

Dear Kancut Keblenger...

Apa kabarnya kamu disana? Kamu lagi ngapain sekarang? Kamu dimana? Sama siapa? Semalam berbuat apa?

Dear Ncut... kamu masih ingat nggak kapan pertama kali aku kenal kamu? Kamu masih ingat nggak kapan pertama kali aku jatuh hati sama kamu? Dan kamu masih ingat nggak saat kamu mau terima aku apa adanya? Ah, Ncut, masa sih kamu lupa?

Ncut, awalnya aku heran banget kenapa namu kamu aneh gini. Siapa sih yang bikin? Siapa sih, siapa? Oh iya, Mpok Pina ya. Tapi, jujur, aku nggak pernah ributin perihal nama kamu itu, yang penting kamu bisa terima aku selama ini. Semenjak September lalu, semenjak 6 bulan lalu, aku bahagia banget bisa ada jadi bagian di hidup kamu.

Aku masih ingat, September lalu, bulan dimana bulannya aku, aku bisa dapat hadiah terindah, sekali lagi, kamu terima aku apa adanya dengan segala kekurangan yang ada. Percayakah kamu bahwa saat itu Tuhan mengabulkan satu dari sekian banyak doaku? Kalau kamu nggak percaya, nggak papa, tapi percayalah bahwa aku memang percaya. Sungguh, saat itu Tuhan benar-benar mengabulkan permintaanku dari sembilan hari sebelumnya.


Aku nggak peduli seberapa susahnya perjuangan aku buat ada dalam orang-orang yang kamu sayangi. Aku nggak peduli seberapa banyaknya orang yang sama-sama ingin ada jadi bagian di hidup kamu. Dan aku lebih nggak peduli seberapa lamanya kamu bakal hadir buat aku, atau bahkan sampai ajal pun tiba. Aku akan tetap bahagia, bahagia karena kamu ada dalam bagian hidupku juga.

Dear Kancutku tersayang...
Tahukah kamu bahwa aku tak pernah tahu kalau kita sama-sama tahu bahwa kita akan bersama seperti ini. Aku tahu kamu nggak hanya sayang sama aku, aku rela di-3000-kan atau bahkan lebih dari itu jika memang sayangnya kamu harus dibagi-bagi kepada 3000+ orang lebih yang miskin akan kasih sayang dari kamu.

Ncut, cinta itu memang nggak bisa dibagi-bagi, layaknya satu bilangan prima yang hanya bisa dibagi 1 dan bilangan itu sendiri. Aku mungkin nggak rela kalau cinta kamu harus dibagi ke sekian banyak orang, bahkan dibagi dua aja aku udah sakit, apalagi 3000+, Ncut ͠____͠_ Tapi demi kamu, aku bahkan lebih rela.

Ibarat uang seribu, kamu bakal banyak singgah ke berbagai dompet orang-orang Indonesia, kamu pastinya nggak akan selamanya ada di dalam dompet aku, Ncut. Kamu bakal datang ke kehidupan aku sebagai kembalian dari uang jajan bekas beli gorengan dari Bi Encum, setelah itu kamu bakal pergi lagi masuk ke tong sebagai bayaran atas toilet umum, dari toilet itu kamu bakal dikembalikan lagi buat dijajanin, Ncut bayangkan gimana capeknya kamu berkelana mencintai satu per satu orang-orang di hidup kamu. Kamu capek kan? IYA KAN?!!

Ah, tapi sudahlah Ncut, aku nggak bisa apa-apa sekarang, aku nggak bisa cegah kamu untuk nggak bisa mencintai banyak orang, dan aku nggak bisa bikin kamu cuma sayang sama aku seorang. Aku rela kok Ncut, bahkan aku akan rela kalau banyak dari teman-teman sepermainan aku juga ikut mencintai dan dicintai kamu. AKU RELA!!!

Dear Kancut Keblenger...
28 Februari kamu ulang tahun ya, eh ralat, tambah umur? Selamat tua ya, selamat tua ya, dan selamat tua ya. Kamu lahir ke dunia ini tertanggal 28 Februari 2011 pukul 16.55 WIB. Selamat tambah umur ya Kancutku tersayang, selamat tambah umur ya Kawancutku tersayang, selamat tambah umur ya Perawancut dan Perjakancut tersayang, dan selamat tambah umur ya SEMUANCUT tersayang.

Nggak banyak yang bisa aku harapkan, nggak lebih dari YANG TERBAIK buat kamu. Apapun itu, kalau memang yang terbaik, pasti aku amini, eh ralat lagi, aplusi (A+, read). Semoga, semoga, dan semoga. Karena sepatutnya di dalam SEMOGA YANG TERBAIK itu mencakup semua keseluruhan apapun yang terbaik di dunia ini. Aku capek Ncut, perlu waktu 9 hari 3 malam untuk nulis semua doa aku buat kamu. Jadi..., diwakili dengan kalimat SEMOGA YANG TERBAIK UNTUK KANCUT KEBLENGER, jadi perwakilan dari ribuan, jutaan, bahkan milyaran kalimat doa, harapan, mimpi, cita-cita Kancut Keblenger ya.

Dan beruntungnya, kamu lahir di 28 Februari Ncut. Beruntungnya Mpok Pina nggak lahirin kamu tanggal 29 Februari Ncut. Sayang banget kalau perayaannya cuma 4 tahun sekali, dan kamu lewatin tahun-tahun non-kelipatan 4 entah diantara tanggal 28 Februari dan 1 Maret, atau bahkan tidak sama sekali.

...happy birthday, Kancut Keblenger. All the best of the best from God to you. Amiin...
Kancutku Kancutmu
Kancut Kita Semua
KANCUT KEBLENGER



Jadi Duta Remaja?

Source : here
Berbicara mengenai isu yang berkembang sekarang, mungkin banyak yang lagi kekinian, mulai dari isu politik, sosial, budaya, atau lingkungan. Namun, dari semua isu yang ada, aku lebih tertarik membahas isu yang berkaitan sama remaja.

Remaja itu apa sih? Katanya, remaja itu masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, masa yang rentan terkena labil dan masalah-masalah seputarnya. Dan TRIAD KRR adalah salah satu masalahnya.

Apa itu TRIAD KRR?

TRIAD KRR adalah Tiga Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja yang meliputi NAPZA, HIV-AIDS, dan SEKS BEBAS. Nah tuh, apaaan lagi? NAPZA adalah singkatan dari Narkoba, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya. HIV-AIDS adalah Human Immunodefiency Virus yang menyebabkan Acquine Immuno Deficiency Syndrome. Dan Seks Bebas adalah hubungan seks di luar pernikahan yang bisa menyebabkan pelakunya terkena penyakit seks.

Beberapa kali aku ikutan acara yang berkaitan sama kegiatan remaja, kebetulan acaranya nggak hanya sekedar lingkup kecil aja, kadang ngadain pertemuan bareng komunitas-komunitas lainnya. Pernah satu kali kami berkumpul di salah satu mall di Jakarta, awalnya sih nggak sengaja ketemu, eh akhirnya malah jadi ngode, alias ngobrolin ide. Ibaratnya, sambil menyelam minum nata de coco pakai sirup marjan, bakal kerasa nikmat banget *oke ini nyebutin produk*.

Ada juga nih para Duta Remaja, Duta Kanker Serviks, sama Duta Narkoba, yang tugasnya adalah mengkampanyekan gerakan positif bagi remaja. Dari kesemuanya, tentunya para duta ini dituntut untuk berani bicara ke khalayak ramai, agar pesan yang disuarakannya dapat didengar. Salah satunya, Olivia Jensen yang jadi Duta Kanker Serviks. Baginya, ini nggak jadi beban, karena proyek sosial. Ia jadi banyak belajar dan bisa berbagi pengetahuan dan peduli sama orang-orang yang mungkin nanti bisa mendapatkan resiko tersebut.

Aku juga bukan seorang yang jago bicara, tapi dari contoh pemilihan duta ini, aku belajar biar apa yang ingin disampaikan mudah dipahami dan dimengerti banyak orang. Nggak mau dong, capek-capek bicara malah cuma ditanggapi dengan ‘oh’?

http://rodamemn.wordpress.com/?blogsub=confirmed#blog_subscription-3

Saturday, February 15, 2014

Dear Bang Kemal... #SuratCintaKemal


Dear Bang Kemal...



Kamu orang yang tidak pernah sengaja untuk aku kagumi. Aku hanya cukup mengenalmu tanpa ingin tahu lebih jauh. Tapi waktu juga yang menjawabnya. Tidak ada hal menarik yang aku lihat seperti orang lain yang begitu mengagumimu. Aku mengenalmu sebagai orang yang menyenangkan, absurd, memiliki senyum yang memikat, tapi entah mengapa aku tidak terlalu tertarik denganmu, dulu.



Tapi waktu berjalan begitu cepat. Dan anggapanku berubah. Ternyata kamu sosok yang jauh lebih menyenangkan dari yang sebelumnya aku kira, kamu orang yang sulit untuk kutebak, ada sesuatu yang membuatku begitu menaruh minat terhadapmu. Kamu membuatku tertawa, kamu juga sosok yang absurd menurutku. Entah perasaan itu muncul dari mana, tapi aku mulai merasa nyaman akan kehadiranmu di tiap penampilan yang kau berikan. Tapi tentu saja, aku belum sadar saat itu.



Bang, kamu pangeran yang baru saja hadir di hidupku, yang menggantikan sosoknya yang dulu pernah menyakitiku. Selamat datang ke dalam hidupku yang tidak seindah yang kau pikirkan, tetapi kamu mau menjalankannya bersamaku, aku bahagia mendengarnya bahwa kau ingin menjalani hidupmu bersamaku :) Jika kau bertanya mengapa aku mencintaimu, tak akan ada jawaban yang adil untuk dijawab, karena kamu, lebih dari sempurna. Lebih dari segalanya. Kata lebih dari segalanya-pun sesungguhnya tidak adil untuk kujawab, tapi hanya itu yang mampu kukatakan.


Apa kamu percaya bahwa saat ini Tuhan sedang mengabulkan 1 dari sekian banyak doaku? Kalau kamu tidak percaya, aku percaya. Sungguh percaya, karena saat ini aku memohon pada Tuhan untuk diberi seseorang yang mampu menyembuhkan rasa sakitku, dan itulah kamu. Aku tak peduli seberapa lama kau akan hadir untukku, atau mungkin sampai ajalpun tiba.
Aku akan tetap bersyukur, karena aku bahagia punya kamu! :) Aku tidak akan memanggilmu kekasih di depan semua orang, tetapi aku akan memanggilmu pangeran, atau kalau kamu tidak suka, aku bisa panggil kamu pahlawan! Hahaha, karena kamu yang saat ini sedang membangkitkan hari-hariku. Dan kamu, 1 dari berjuta-juta pahlawanku, adil kan? :)



"Apa yang kupikirkan, mungkin terkadang selalu tidak pernah masuk akal.
Bagaimana mungkin aku bisa pergi berkeliling dunia mencari kebahagiaan selain dirimu?
Sementara yang sesungguhnya ada bersama saya disini, dia tersembunyi dalam kata-kata penuh kasih dan senyum yang indah, dia selalu berusaha untuk membuatku menjadi jiwaku yang dulu, yang selalu bahagia. 
Dia selalu menjadi pahlawan yang selalu menerima beribu-ribu kebodohanku yang selalu sama. Yang selalu menyebalkan dan egois.  Rasa sakit ini telah menyakiti dia lebih dari seseorang yang sudah menyakitiku. Aneh bagaimana aku mengetahui bahwa kita terhubung seperti ini. Jadi bagaimana aku bisa menjadi bahagia ketika mungkin suatu saat aku bukan milikmu? Atau tidak mengenalmu? Ah sudahlah, terlalu hiperbola. Kau ada disinipun aku akan selalu bahagia."


Lalu aku kembali menatapmu, merasa diberkati untuk kesekian kalinya. Aku menutup mataku, mengucapkan seribu doa dan kata terima kasih. Pada saat kegelapan mengisi, kamu dikirim untuk mengisinya, untuk memberikan kebahagiaan di
dalam kegelapan yang menyakiti.



Dapatkah kamu melihat jauh di dalam mataku? Bahwa aku benci kata perpisahan jika suatu saat kita harus berpisah. Aku tak pernah minta untuk menjadi yang pertama, tapi aku hanya meminta jika aku adalah satu-satunya. Sudah kukelilingi bumi ini, tapi aku belum menemukan sosok lain sepertimu, ya, hanya kamu yang sanggup mengisi hari-hariku dengan cinta, tapi, mungkin aku tak pernah bisa seperti dirimu, mungkin aku tak selalu bisa mengisi hari-harimu dengan cinta, tapi, jika kamu tanya seberapa dalam aku mencintaimu, aku tidak pernah mencintaimu, tapi, aku menyayangimu. :)


Kamu itu alasan mengapa aku siap untuk bangun dan menghadapi kekejaman hidup ini. Bagaimana bisa kehidupan kita selalu dijalani dengan omong kosong setiap harinya? Tapi, aku bukan salah satu dari orang yang selalu menjalani hidup dengan alasan omong kosong, aku yakin kamu juga begitu, karena aku yakin, pahlawan tidak pernah berbohong :) 


Kita selalu tertawa setiap waktu, bercanda, atau berbicara tentang masa depan kita yang mungkin indah, atau membicarakan hal-hal kecil diantara kita, tapi? Sekarang tampaknya kita menghabiskan waktu untuk bertengkar mengenai hal-hal kecil dengan banyak cara dan menangis terlalu banyak, terlalu.
Jadi, ketika kamu pergi tidur di malam hari, aku akan menyelinap masuk di sisimu, aku akan terus mendekapmu, dan berada di antara lingkaran penuh cinta, karena aku selalu bangga. Kamu hanya salah satu dari sekian laki-laki di dunia ini yang aku cintai dan itu terlihat sangat jelas.



Dengan setiap hari aku tahu aku diberkati bahwa kamu adalah bagian dari jiwaku, sekarang mari kita mencoba untuk memperlambat waktu dan menikmati semua yang sudah lewat, untuk menjadi inspirasi masa depan kita, kamu selalu ingin bahagia kan? Aku akan mencoba melakukannya demi pahlawanku, walau kau selalu berkata aku tak harus selalu membahagiakanmu. Tetapi, apa salahnya seseorang mencoba untuk membahagiakan pahlawannya yang terus jatuh bangun menjaganya? :) 


Terima kasih untuk kamu yang selalu ajarkan aku untuk tidak pernah salahkan keadaan. 
Terima kasih untuk kamu yang selalu ajarkan aku bagaimana caranya untuk tidak selalu menangis. Terima kasih untuk kamu yang selalu ajarkan aku untuk mengingatkanku bagaimana caranya tersenyum dan bersyukur atas semua ironi di dalam hidup ini.


..to be with you is all i need.