Wednesday, August 14, 2013

Cerita Pagi Tadi #1

Tak ada yang istimewa pagi ini, masih seperti biasa, secangkir teh hangat ditemani dengan udara yang menyusup selaksa tubuh. Demikian, suhu 17ÂșC, seperti yang kudengar dari ramalan cuaca pagi ini. Apakah itu dingin? Entahlah, aku merasa bahwa memang tak ada yang spesial, semua masih sama seperti pagi-pagi sebelumnya.

Pagi-pagi sekali, setelah menyelesaikan semua tugas dan kewajibanku sendiri, aku hanya terduduk di kursi yang berada di lantai dua rumahku. Terlihat jelas pemandangan kota ini, belum ada polusi, oksigen masih bersih, dan mentari belum menampakkan sinarnya. Aku mencintai keindahan ini.

Kukeluarkan kameraku, setidaknya memotret sedikit sunrise mungkin mengasyikkan. Indah sekali. Kau tahu Ri, aku mencintai sunrise, saat ia muncul, harapan-harapan kita seakan ikut bertebaran. Menaburkan asa di setiap sudut di bumi ini. Ah iya, apa kau masih ingat, saat dulu, saat kita bermimpi di bawah langit fajar yang masih gelap, mengharapkan semua keinginan dan cita-cita kita.