Wednesday, June 26, 2013

Mimpi: Dulu, Sekarang, dan Nanti


                   Bu Guru    : Kalau kalian sudah besar, mau jadi apa?
                   Murid        : *krik krik*

Dulu, waktu SD, sering banget ditanyain demikian. Dan jawabannya, hampir sama, GURU. Iya, kebetulan, waktu kelas 2 SD dulu, gurunya baik, cantik, ramah, perhatian lagi. Secara nggak langsung, aku dan temen-temen kayak mengidolakan beliau, juga bermimpi suatu saat nanti bisa seperti beliau, jadi Guru.

I Wanna Explore Raja Ampat


Waktu itu, temen aku baru pulang dari Bali. Gilak! Iri banget dong ya, soalnya dia dapat liburan impiannya itu dengan GRATIS, mulai dari transportasi, akomodasi, guide, bahkan uang jajan. Iiihhh...Pengen bangeeettt... Aku juga punya Liburan Impian sendiri. Kemana ya? Kesana? Kesini? Kemana aja boleh :P Hehe...

Yaa...kalau di Bandung sih lumayan udah didatangin semua, mulai dari Kebun Binatang, Dago Pakar, Museum, pokoknya hampir semuanya deh. Ini liburan kok ke tempat pendidikan ya. Haha...

Lagipula, di Bandung ini tempat wisatanya –mayoritas– ada di darat. Ada juga sih yang di dataran tinggi, contohnya Lembang. Nah, kalau di laut mana? Ini nih yang jadi masalahnya, aku juga pengen meng-explore tempat wisata yang ada di air. Eh di Bandung juga ada kok, tuh Saguling (Waduk Jatiluhur, red). Hehe...

Kardus Oh Kardus


Sore itu masih terasa sesak. Entah udara yang panas begitu mendominasi atau perasaan hati yang masih tak jelas. "Kita sudah tidak cocok lagi." Kalimat itu masih berputar-putar di kepalaku sampai aku sendiri pun tak tahu apa maknanya.

Monday, June 17, 2013

Kinzihana Giveaway: Ayah Bikin SIM

            Aku masih 13 tahun. 4 tahun lagi mahasiswa, 4 tahun lagi punya KTP, 4 tahun lagi bisa ikut pilkada, 4 tahun lagi punya SIM. Dan 4 tahun lagi, baru diizinin pacaran *haha*.

Ah baiklah, abaikan tentang umur aku yang terlalu muda kalau dibanding anak-anak SMP yang udah lulus. Kali ini, aku mau cerita tentang SIM aaahhh... Yap, Surat Izin Mengemudi.

Ceritanya sih tentang pembuatan SIM ayah. Jadi, sekitar tahun 2008 yang lalu, kami sekeluarga kehadiran anggota rumah yang baru. Iya, motor *siapa yang bilang anak?*. Nah, dalam sebuah kendaraan itu harus ada surat-surat keterangan kan? Ayah juga gitu, kalau untuk BPKB sama STNK udah. Tinggal SIM aja deh.

Pas pembuatan SIM aku diajak ke tempatnya, entahlah lupa lagi. Kalau nggak salah, di Cimahi. Kelengkapan data yang harus dipersiapkan itu ribet banget, KTP, KK, foto, terus surat-surat gitu deh, yang pasti bukan surat cinta ya!

Aku mikirnya, kok rudet banget sih mau bikin kartu seukuran kartu pelajar. Apa sesulit itukah membuat SIM? Hmm... Tapi tanpa SIM pun kita bisa kan bawa kendaraan?

Waktu itu aku masih umur 8 tahunan, jadi sok nanya belibet yang bikin stres orang tua. Ayah sih bilang, ''kalau nggak pake SIM, kita melanggar aturan Cha, mau dipenjara?'' Ooohhh gitu ya? Ternyata punya SIM itu penting banget ya *garuk garuk kepala*.

Sebelumnya Ayah juga kan pernah datang ke tempat itu. Katanya sih buat TES. Tes Praktek sama Tes Teori. Ah, kayak anak sekolah aja, ada ujian tes segala. Lagian Ayah kan udah pinter, ngapain pake tes segala?

Nah, setelah menjalankan semua syarat mulai dari A sampai Z, kita tinggal nunggu aja untuk dapet SIM-nya. Nggak terlalu lama sih.

Sambil nunggu, aku juga lihatin orang-orang yang mau bikin SIM. Aku sih nanya ke Ayah berarti mereka udah bisa jalanin kendaraan dong ya, terus umur mereka juga mencukupi, dan hal lain yang jadi syarat untuk membuat SIM. Apa coba jawaban Ayah? IYA! Doang. Eh... Sepanjang lebar anakmu ini bertanya, Ayahanda hanya menjawab 'IYA!'

Dari situ, aku juga mulai pengen banget bisa ngendarain motor dan dapat SIM kayak Kakak/Mas/Mbak/Tante/Om/Bapak/Ibu yang dateng waktu itu. Syarat pertama, pasti harus bisa ngendarain motor kan? Tapi, alangkah lucunya adalah, sampai saat ini aku belum bisa ngendarain motor, bahkan untuk sepeda pun masih terjerembab ke sawah dan oleng gitu. Gimana mau dapat SIM? Lagian umur aku juga masih 13 tahun. Anak kecil ingusan yang masih ngerengek minta uang jajan 2000 ke emaknya mana bisa dapat SIM?

Hal itulah yang bikin aku susah buat bernomaden ria. Coba lihat temen-temen se-SMP aku, kebanyakkan diantaranya udah bisa bawa motor, mau jalan-jalan bareng temen atau pacar juga nggak susah. Tinggal ambil kunci, bawa motor, jalan deh. Lah aku? Untuk ke halte aja musti dianter Mamah. Berangkat dari halte ke sekolah, naek angkot. Pulang sekolah naik angkot, terus naik ojek lagi.

Tapi, doakanlah ya semoga saya nggak pernah bisa bawa motor biar saya nggak ngarep-ngarepin SIM. Amin...

Diikutkan dalam Kinzihana Giveaway


Arr Rian's Giveaway: Belanja Online

Sumber: nyunyu.com


Berbicara mengenai ONLINE SHOP, what do you think? Hmm... Kayaknya sih berhubungan dengan toko, internet, media sosial, jarak jauh, dan lain-lain. Ah, kalau Syifa sih mikirnya nggak aneh-aneh, yang keinget TOKO MAYA. Bukan Kak Maya, tapi Maya dalam artian antonim dari Nyata, bisa dibilang SEMU juga sih. Nggak ngerti ya? Abaikan!

Entah kenapa saat ada acara Arr Rian's Giveaway, jadi semangat nulis tentang cerita berbelanja online shop. Keinget dulu pertama kalinya waktu masih kelas 7 SMP udah berani beli barang yang nggak ketemuan langsung sama si penjual. Hehe...

Lihat ada temen sekelas yang beli barang di online shop, aku mulai coba-coba beraniin diri melakukan hal yang sama. Kalau dia kan belinya baju, nah aku sih lebih berminat ke buku. Dari situ, mulai browsing tobuk online yang ngasih harga buku paliiinnggg murah diantara tobuk-tobuk lainnya.

Akhirnya dapatlah toko buku yang ngasih harga murah. Kalau nggak salah sekitar 40.000-an. Lagian untuk ongkirnya juga nggak mahal kok. Kalau diitung-itung sih semua biayanya cukup dengan Rp. 50.000,- aja.

Nah dari situ, setelah bercincong ria dengan ownernya, aku mulai mutusin buat fix beli disana. Eh iya, hampir lupa kan apa nama tokonya. Apa ya lupa lagi... Pokoknya ada kata 'buku' di namanya itu. Tokonya juga punya website, belum website dot com sih, masih ada tambahan blogspot-nyah.

Jadi kata ownernya, setelah aku memilih buku yang akan dibeli, aku tinggal transfer aja uangnya (uang untuk buku juga ongkos kirim). Kebetulan lagi, bank yang ditunjuk adalah Bank Mandiri. Aku sih punya rekeningnya di BRI, akhirnya dimintalah ATM Mamah. Haha...

Aku sempet ditanya macem-macem sama Mamah. Malah hampir dimarahin juga gegara aku bilang kalau aku mau beli barang di OS. Mamah nggak percaya, khawatir kalau ini penipuan dan semacamnya. Aku berusaha bikin Mamah percaya kalau ini trusted seller *padahal aku belum tau juga sih*. Terus juga, janji ke Mamah buat balikkin uangnya.

Oke ini adalah keputusan aku buat milih. Akhirnya, Mamah nyerah dan ngasih aku kartu ATM-nya. ''Ingat! Cuma 50 ribu, nggak lebih, tapi boleh kurang!'' Ih licik, masa iya boleh kurang x_x Dan...Setelah aku transfer uang sejumlah Rp. 50.000,- itu aku konfirmasi juga ke ownernya. Ngasih bukti foto dan lainnya... Katanya sih mau dikirim secepatnya, kemungkinan 3 atau 4 hari bisa mendarat ke rumah aku.

Namun hal yang nggak aku harapkan terjadi juga. Setelah hampir 3 minggu dari pengiriman itu, nggak ada kabar dari owner toko buku online tersebut. Aku sih nggak su'udzon, cuma aja was-was gimana gitu.

Lama kelamaan setelah menghubungi kontak HP dan email-nya, nggak ada balasan, aku mulai yakin kalau OS itu NOT TRUSTED SELLER. Nggak bisa dipercaya. Lari dari konsumen. Dan meninggalkan secercah harapan tak berarti *ngelantur banget*.

Itulah yang bikin aku kecewa sama OS tersebut. Emang sih jumlah uang yang aku transfer nggak banyak. Tapi, yang namanya penipuan, tetap aja penipuan. Seberapapun besarnya uang, bahkan uang 100 rupiah aja, itu bisa disebut penipuan atau pembohongan atau pendustaan atau apalah itu. Dari kejadian itu, aku nggak percaya lagi sama online shop-online shop yang menjamur bak di musim hujan akhir-akhir ini, terlalu terpukul sama kejadian pembelian online.

Namun walaupun 'ketidak-percayaan' aku itu agak berlebihan, setidaknya aku bisa protektif agar supaya biar lebih hati-hati dan aware lagi terhadap penipuan-penipuan gitu. Nggak cuma pembelian di online shop, apapun itu, aku musti selalu waspada. Haha...

Emang sih suatu saat mungkin aku bisa aja butuh sama barang yang dijual di online shop. Tapi, yaaa begitulah, kayaknya harus lebih hati-hati biar nggak ada acara penipuan gitu lagi. Lagian, kalau bisa beli di tempat yang dekat, kenapa harus beli di online? Hihi...

Cerita ini diikutsertakan dalam Arr Rian's Giveaway




Menyemai Cinta: Panda Oh Panda

          Menyemai Cinta. Hmm...Sebenarnya aku sih nggak terlalu paham akan artinya sendiri. Namun, kayaknya aku punya cerita deh tentang 'Menyemai Cinta'. Bukan tentang lawan jenis sih (baca: cowok) tapi tentang seorang sahabat.



Sudah baca surat yang aku tulis ke temanku? Belum ya? Ya sudah, baca dulu Surat Panda ya. Kalau ndak mau baca, ya ora popo.

Jadi, masalah berawal mungkin gegara kesalah-pahaman. Dia bikin aku nangis hanya karena 'perkataan' yang dia sendiri belum tahu pasti kebenarannya. Selain mengatakan hal yang tidak sebenarnya, dia juga menyangkal terhadap perkataannya sendiri.

Sejak itu, aku memutuskan untuk jauh-jauh darinya. Aku kecewa sama dia. Aku menganggap kalau dia mengkhianati persahabatannya sendiri.

Selang dua bulan, aku masih kecewa padanya. Dulu, ia pernah meminta maaf. Tapi, kenyataannya apa? Ia tak pernah membuktikan 'permintaan maafnya' itu. Bahkan untuk sekedar membalas senyuman atau membalas sapaan aja, nggak. Aku makin kecewa, malah aku hampir membencinya. Memang, syaitan selalu menjejalkan penyakit hati ya bukan liver pada manusia.

Namun, semakin kesini, aku merasa bersalah. Dulu mungkin aku terlalu 'kekanak-kanakkan' untuk menilai sebuah kejadian atau peristiwa. Dan seiring berjalannya waktu, aku mulai sadar, aku mulai tumbuh remaja. Dan itu artinya, aku harus menghargai setiap kejadian yang telah ditakdirkan padaku.

Aku lebih banyak berdoa pada-Nya, mengharapkan maaf atas keegoisanku dulu. Mencoba untuk meminta kembali persahabatan antara aku dengannya. Namun, Allah belum menakdirkanku untuk merajut persahabatan yang manis. Hanya saja, ia memberikan solusi untukku agar aku tahu harus bagaimana.

Lama setelah itu, aku hampir melupakan kejadian itu. Aku berpikir, mungkin dengan melupakan semua masalah bisa terselesaikan. Namun itu salah, semakin aku melupakannya, semakin rasa bersalahku muncul *tsaah*. Sejak saat itu, aku bertekad untuk meminta maaf. Jujur saja, mungkin aku tak pernah bersalah saat kejadiannya. Namun, bukankah dengan meminta maaf, semua hal akan terasa lebih indah? Hihi...

Aku tak pernah berani untuk mengatakannya langsung, begitupun dia. Tiap kali aku menghampirinya, ia sengaja menghindar. Baiklah, sepertinya dua lembar surat lah yang menjadi perwakilan atas suara hatiku.

Aku menulis surat itu, mencontoh dari surat yang pernah Ukhti Fia tulis. Namun tentu saja, dengan situasi dan kondisi cerita yang berbeda.

Bahkan untuk memberikan langsung kepada orangnya saja, aku perlu meminta bantuan teman-temanku. Cucun dan Lisna lah yang mengirimkan surat itu untuk Nanda, bukan aku.

Sejak April lalu, belum ada balasan dari suratku. Entahlah, apa ia memang berniat mengecewakanku selama ini? Namun yang kutahu, selalu ada cahaya di balik kegelapan. Aku terus bersabar untuk menunggu balasannya. Bagaimanapun, aku akan tetap bersabar.

Akhir Mei lalu, Amalia, yang juga menjauhiku karena lebih memilih Nanda, mencoba berbicara padaku. Katanya, ia sudah ikut membaca suratku itu. Jujur saja, kenapa harus Nanda memberitahukan isi suratnya pada orang lain, oh tidak, sahabatnya?

Kata Amalia, Nanda bingung untuk membalas suratku. Astagfirullahaladzim, sesulit itukah kata-kata yang kutulis hingga sukar untuk dibalas? Padahal, dengan menulis ''Aku Memaafkanmu'', itu pun sudah cukup. Aku lega. Atau mungkin, Nanda memang tak mau memaafkanku.

Siapa yang menanam, ia pulalah yang memetik. Aku tahu dulu aku salah karena terlalu egois, dan kini aku menyesal atas sifatku itu. Tapi, bagaimana dengan Nanda? Apa ia menyesal atau malah senang?

Hari demi hari, aku makin ngerasa bersalah. Jujur saja, belum mendapatkan maaf dari seseorang itu, rasanya kayak ada yang mengganjal di hati. Kayak ada yang mampet gitu ya.

Aku coba berpikir dimana posisi yang paling utama menjadi masalah. Alhasil, semuanya memang serba salah sih. Aku egois, dia juga. Aku sungkan, dia juga. Aku nggak berani, dia juga. Aaaahhh, kalau dua-duanya gitu, gimana mau baikkan?

Namun akhirnya, aku memberanikan diri untuk mengakui kesalahan. Mengatakan padanya bla bla bla, dan hasilnya? TETAP NIHIL. Astagfirullah...

Namun, demi sebuah ukhuwah, aku mencoba untuk tetab bersabar dan melanjutkan perjuanganku. Bagaimanapun hasilnya, aku tetap berusaha agar kata 'MAAF' terlontar dari mulutnya. Aku berharap demikian.

Akan tetapi, dari tema giveaway yang dibuat -Menyemai Cinta-, sepertinya cerita Syifa ini belum sampai pada titik akhir. Masih berada dalam masa-masa pengujian. Walau begitu, setidaknya ada sedikit cerita 'Menyemai Cinta' dari Syifa ini. Doakan juga ya supaya tali persahabatan dengan Nanda membaik. Amin...

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka launching blog

Sunday, June 9, 2013

Giveaway Fufuyafu


Bismillahirrahmanirrahim...

Hallo...Selamat bertemu kembali dengan saya, seorang putri cantik jelita yang turun dari khayangan tempat para Peri 7 Warna berada. Kali ini, dengan title sebagai ‘Putri Jelita’ *jangan pernah percaya*, saya mau memberikan Anda semua sesenti kebahagiaan. Apa itu? Sini...Bundadari ceritakan ya!!!

Alhamdulillah...Nggak terasa ya sudah memasuki bulan Juni 2013. Itu artinya 3 bulan lagi saya ultah *Horeee!* Apa hubungannya? Baiklah, abaikan, kali ini Syifa mau bikin giveaway kecil-kecilan. Maklum lah, Syifanya juga masih kecil ;;) jadi hadiahnya juga kecil *nggak kok*.

Nah, untuk mengikuti giveaway ini, ada beberapa syarat aja:

1.                  Peserta giveaway berdomisili di Indonesia dan dapat dijangkau oleh tim ekspedisi dengan mudah jangan kayak Syifa, alamat Bongas, nyampe paketnya lama bingiiitttt.
2.                  Wajib follow blog ini via GFC modus biar dapat followers.
3.                  Follow twitter @asysyifaahs untuk memudahkan aku nge-mention kamu kalau menang ini nggak modus kok.
4.                  Jawab pertanyaan ini: Apa sih kekurangan dan kelebihan dari blog Syifa ini? Kurang unyu? Kurang imut? Kurang cetaar? Kurang heboh? Atau kurang apdet? Boleh lho kritik, saran, dan keluhannya!  Silahkan ubek-ubek blog ini terlebih dahulu. TOLONG JUJUR ya! Nggak papa kok kalau blognya jelek, biar bisa direvisi gitu :D *senyum sampai muka*.
5.                  Jawab pertanyaannya di komentar, jangan lupa!
6.                  Setelah jawaban di komentar, jangan lupa cantumkan ID GFC, alamat blog, username twitter dan alamat email.
7.                  Giveaway ini berlangsung mulai dari 9 Juni 2013 sampai dengan 30 Juni 2013 sengaja digedein, biar deadliners bisa ingat diri ketika jam di kerajaan Fufuyafu Gulu Gulu Lompe Lacas Bokce menunjukkan pukul 23.59.
8.                  Pengumuman, InsyaAllah ditayangkan di twitter atau blog *kalau sempet* tanggal 1 atau 2 Juli 2013. Jangan tanya jamnya, pokoknya antara hari itu.
9.                  Oh iya, boleh lho minta aku buat followback blognya. Tapi, jangan unfriend ya *ditodong pisau tumpul kalau nge-unfriend*.

Itu aja sih, tapi kalau kamu pengen nambah kesempatan menang biar besar sebesar cintaku padamu, silahkan share giveaway ini di media sosial yang kamu punya, twitter, facebook, blog, tumblr, instagram, path, youtube dengan catatan mention aku ya :)

Oh iya, hampir kelupaan nih! Hadiahnya ya? *hampir didemo* Emang mau banget ya hadiah? Baiklah... Hadiahnya nggak banyak kok, maklum dompet remaja 13 tahun yang baru LULUS SMP ini nggak banyak, cuma recehan bertebaran dimana-mana.

Hadiahnya adalah...
·        1 buah buku ‘Kiss Me and Let Me Die’ karya Alexandra Karina. Bukunya masih anget setelah dijemur di bawah teriknya mentari dan dioven di microwave bersuhu 500° C.

 
Sumber: NET


·         1 buah buku ‘Miss Hola Holic’ karya Vanny Chrisma W. Ini sebenarnya buku yang kedua kali aku terima dari Diva Press gegara ngirimnya telat, tapi caya deh belum aku baca kok, masih utuh.
 
Sumber: NET


·        2 pulsa masing-masing Rp. 5000,-

Oh iya, ada juga beberapa hadiah lainnya yang masih aku rahasiain. Nggak tergantung dari banyaknya peserta sih, cuma kalau ada jawaban peserta yang menarik hati aku sampai hati aku keluar dari tempatnya, aku bakal ngasih dia hadiah itu. Pokoknya, hadiah rahasia ini RHS deh :D Dan dijamin nggak kalah cetaar dengan hadiah yang sudah ditunjuk.

Kalau ada yang kurang dimengerti, feel free to ask me on twitter, @asysyifaahs or email, asysyifaahs[at]yahoo[dot]com.

Oke deh, kayaknya segitu aja giveaway Syifa kali ini. Semoga banyak yang ikutan ya *AMIN* dan Syifa bisa berbagi kebahagiaan untuk kalian cemuaaahhhh!!! *tebar senyum* *tebar kecup* *tebar kiss* *tebar recehan*

Good Luck ʃ(˘⌣˘)ʃ

Giveaway BramaSole: The Destiny

Aku lelah, menghadapi setiap RINTANGAN yang selalu datang ke kehidupanku. Menjalani hidup hanya seorang diri tanpa pernah ada seorangpun yang tahu bahkan mengerti apa mauku. Semua berlalu lalang di hadapanku, keegoisan nampaknya sudah menjadi jiwa dalam dirinya masing-masing, aku tak tahan akan situasi ini, terasa sesak.

Kenyataan bahwa aku tak pernah diakui oleh orang, membuatku sadar aku hanyalah diri yang terbuang, tak berguna. Masalah demi masalah silih berganti, datang kepadaku bagaikan antrian yang terus menerus tanpa habis.

Bali Bids Aloha: Bali Untuk Kembali

Bali Untuk Kembali
 
Sumber: NET

Kakiku masih saja melangkah ketika matahari sudah menuju arah barat. Daganganku belum banyak laku terjual, masih banyak godoh gedang yang harus kujual. Ibu terlalu tua untuk bekerja seperti ini, kakinya sudah rapuh dengan segala masalah yang ia tanggung sendiri. Aku sudah putus sekolah sejak SMA dan berusaha membantu ibu dengan berjualan godoh gedang dan kacang asin di sekitar Pantai Kuta ini.
Aku melangkah lagi, menapaki setiap kehidupan dengan mencoba bersabar. Aku tahu, janji-Nya takkan pernah ingkar.

Friday, June 7, 2013

Give Away OM: Waktu Syifa Sakit...

            Waktu Syifa lagi kelas tujuh, ada satu kejadian yang bisa dibilang 'langka' banget. Haha...

Jadi, ceritanya waktu itu aku divonis sakit demam biasa *bahasanya berat, divonis*. Nah, langkanya itu sendiri adalah, aku ini orangnya memang agak tahan banting banget sih, jadi sekalinya kena sakit, berasa ada sesuatu yang baru gitu. Hihi... Alhamdulillah berarti ya, bersyukur banget jarang dapat penyakit fisik gitu.

Hari pertama, biasa aja sih, aku juga masih bisa sekolah. Tapi masalah yang bikin ganggu adalah flu aku itu, kadang harus ngusap hidung gara-gara cairan *sensor, maaf* pake sapu tangan. Ribet juga sih! Apalagi pas ngerjain Matematika, nggak fokus banget, malah bingung jadinya. Guru-guru juga merhatiin aku dengan wajah heran mereka. Mungkin mereka bilang gini ya, 'ni anak kenapa sih? Ga biasanya!' Duuhhh...Disturbing banget lah .-.

Hari keduanya, flu aku nambah kebangetan, suhu badan jadi naik-turun, kadang dingin, kadang panas, dan terpaksa aku harus pake jaket yang udah lama gak kepake. Makin tersiksa banget deh! Musti bawa sapu tangan juga...