Tuesday, December 31, 2013

#Day11 barengan Good Bye 2013

Hallo the last 2013!!

Masih sama Syifa di blognya Catatan Sipa. Malam ini, karena nggak tau musti ngapain, acara TV gitu-gitu aja, di luar rumah ada yang nyalain kembang api tapi nggak rame, cek twitter isinya gitu doang, hufet banget kayaknya malam terakhir di 2013. Ini pun nyempetin buka laptop buat bikin kartu ucapan doang, eh ya udahlah nyoba ngetik buat isian blog, berharap kuota modem masih ada.


Well, ini malam terakhir 2013, rasanya betah masih pengen di 2013, nggak nyangka aja, perasaan baru kemarin lahir ke dunia, terus jalanin hari-harinya sampai sekarang udah mau 2014 aja. Ternyata aku udah 14 tahun 3 bulan 26 hari. WOOW!! Waktu yang nggak sedikit untuk menempuh itu semua, banyak banget yang udah terjadi, hmm...

Monday, December 30, 2013

#Day10 : 7 Tempat yang Ingin Syifa Tinggali versi On The Spot

Hai, masih jalanin tantangan ngeblog  nih, udah masuk hari kesepuluh aja. Nggak nyangka aja gitu, berarti tinggal 20 hari lagi aku selesaiin tantangan ngeblog ini. Yeay ^_^

Di hari ke-10, temanya adalah tempat yang ingin kamu kunjungi atau tinggali. Sebenarnya, aku nggak hanya pengen berkunjung aja, tapi juga menjadikannya sebagai tempat tinggal. Semoga ya :3

Oke, dimana sajakah tempat tersebut? Markica, mari kita baca...

#7 : Paris, Perancis
Mau pergi kemana kita? Katakan peta! Katakan peta!
 

Yap, kita berhitung mundur ya, 7 Tempat yang Ingin Syifa Tinggali versi On The Spot. Kita awali dari Paris, kota dimana menara Eiffel dan brand Sophie Martin lahir. Siapa sih yang nggak mau ke Paris? Kota yang dipercayai sebagai kota cinta paling romantis dan juga kota yang menjadi kiblat fashion dunia ini? Hmm... Tapi, bukan karena itu Syifa pengen tinggal disana, lebih karena Paris itu banyak yang suka, jadi ikutan suka deh :P


Sunday, December 29, 2013

#Day9: Beberapa Kata...

Hallo internet!!!
Masih dalam acara tantangan ngeblog, yuk lanjut di hari kesembilan. Jajaki hari kedua di minggu kedua nih, dan tema yang diminta adalah kutipan favorit kamu.

Berbicara tentang kutipan favorit, sebenarnya nggak ada. Mmm..., nggak ada satupun kutipan favorit yang aku temukan yang nggak aku sukai, maksudnya semua kutipan adalah favoritku. Karena saking banyaknya itulah, hanya beberapa aja yang aku ingat. Ini diantaranya:

Saturday, December 28, 2013

#Day8 : Surat Cinta Gagal Romantis

Hai, kita masuk di tantangan ngeblog hari kedelapan. Yeay, setelah aku browsing, lumayan banyak juga yang belum masuk minggu kedua, nggak papa ada temen. Wkwkwk...

Hari kedelapan ini, kita diminta untuk buat surat cinta untuk seseorang, tapi anehnya nggak harus romantis. Hah? Setau aku, yang namanya surat cinta itu pasti dan harusnya romantis. Kalau bukan, itu semacam surat biasa aja yang nggak berperasaan, errr... maksudnya nggak mewakili perasaan sebenarnya dari si penulis. Tapi..., mau gimana lagi, disuruhnya demikian, maka ikuti sajalah, lagipula aku nggak tau dimana harusnya letak keromantisan itu berada, pun aku nggak yakin surat aku ini bisa disebut surat yang cinta yang nggak harus romantis :P

Surat cinta tidak romantis

Friday, December 27, 2013

[Quiz Alert] Kuis Mini berhadiah Pulsa 2013

Sebelum 2013 benar-benar berakhir, sebelum 2013 nggak akan terulang untuk yang kedua kalinya lagi, dan sebelum 2013 benar-benar jadi masa lalu, hal apa sih yang bakal kamu lakukan? Menikmati saat-saat terakhir di tahun 2013 ini? *kok jadi sedih ya...

Hmm... Kalau boleh cerita, di tahun 2012 lalu, aku nggak banyak bikin resolusi buat tahun 2013 ini. Kenapa? Karena saat itu, aku cuma berharap yang terbaik aja buat 2013 ini. Nyatanya, memang banyak hal yang terbaik yang aku dapat di tahun ini, banyak banget. Ya walaupun kadang-kadang ada beberapa kejadian yang sebenarnya menyedihkan untuk dialami. Tapi aku yakin kok, setiap kejadian itu pasti memang selalu ada hikmah yang bisa jadi pelajaran untuk kejadian serupa di lain waktu.
 
Good Bye 2013, Welcome 2014

#Day7 : Interaktif 1 "Andai Syifa Jadi..."

Oke, lanjut di hari ketujuh, masih di hari liburan yang sebenernya aku nggak ngerasa kalau ini bener-bener liburan ( ._.) Di hari ketujuh ini tantangan ngeblognya tentang #Interaktif1 : Andai Aku Jadi...

Disini, aku ngikut-ngikutin orang aja, untuk interaktifnya pakai acara nge-vote gitu deh. Dan votingnya sendiri, aku simpan di tiap postingan hari-hari pertama, jadi setelah baca postingannya aku minta pembaca buat isi vote itu. Nggak susah-susah kok, cuma pilih satu, klik, selesai.

Interaktif 1
Di interaktifnya, aku kasih judul “Andai Syifa Jadi...”, dan pilihan nominasinya adalah...
Dosen/Guru Killer
Sutradara
Pengusaha
Penulis
Cinderella

Thursday, December 26, 2013

#Day6 : Aku Takut...

Hallo pembaca, apa kabarnya? :D

Semoga baik-baik aja, tetap bahagia walau ditinggal beberapa lamanya sama tulisan di blog ini *errr. Maklum ya, abis kelililing Nusantara, maksudnya menjelajah hari-hari terakhir di semester satu ini. Well, hasilnya lumayan lah walaupun Mamah bilang prestasi turun banget, saking sibuk mungkin yaaa...

Masih barengan Syifa (sekarang panggilnya Sipa aja), di Tantangan Ngeblog 30 Hari Emotional Flutter. Rasanya ingin menertawakan diri sendiri, orang lain udah ada yang masuk minggu kedua, ketiga, atau bahkan banyak juga yang selesai, lah saya? Kayak bekicot yang kena macet Jakarta terus kesasar ke Surabaya balik lagi ke Jogja padahal tujuannya ke Sumatera, baru mau lanjut ke hari keenam. Maaf ya *salamin satu-satu*.

Mumpung lagi ada mood, kuota modem mendukung, dan belum mandi terlalu sibuk, lanjutin lagi deh tantangan nulis blognya :D Kita lanjut di hari keenam yuk, coba apa temanya? Iya, hal-hal yang kamu takuti, demikian yang tertera.



Thursday, November 28, 2013

#Day5 : Langit Ri

Lama nggak buka blog karena akhir-akhir bener sibuk sekali sampai gak nyentuh laptop selain untuk memindahkannya dari kasur ke meja belajar. Maklum, baru-baru ini, bahkan bisa dikatakan kemarin, aku sama rekan-rekan organisasi selesai menyelenggarakan acara sekolah yang bisa dibilang cukup besar. Jadi, nggak ada waktu luang untuk ngeblog dulu. Hehehe...

Karena merasa masih punya tanggung jawab untuk melanjutkan Tantangan Ngeblog 30 Hari ini, aku lanjutin aja di hari kelima. Emang sih, rada iri juga sama peserta lain yang udah tembus ke hari kesepuluh bahkan udah ada yang mau hari keduapuluh. Tapi, mau gimana lagi, waktu takkan bisa terulang kan?

Friday, November 22, 2013

#Day4 : Saudara-Saudara Ri

Hai, kembali lagi sama Syifa setelah dua hari ini nggak ada kabarnya, maklum lah yaaa... kemarin itu rada sibuk karena banyak tugas juga, jadi nggak sempet posting *aku kelelahan.

Lanjut di hari keempat Tantangan Ngeblog 30 Hari Emotional Flutter, semoga bener-bener konsisten deh, karena semakin kesini semakin banyak waktu yang dikorbankan demi tugas x_x

I'm an artist, you?

Tema di hari keempat ini adalah ‘5 Aktor/Aktris Terfavorit’, sebenarnya sih kalau diartikan ini berkaitan dengan pemain film/sinetron gitu ya? *iyain aja* Tapi... aku nggak bisa bedain antara aktor, aktris, artis, dan aku sendiri, intinya kita sama-sama artis di panggung sandiwara dunia ini *tssaaaahh.

Tuesday, November 19, 2013

#Day3 : Dengarlah, Ri!

Hai, kembali lagi sama Syifa di hari ketiga Tantangan Ngeblog 30 Hari Emotional Flutter. Maaf ya kemarin nggak sempet ngepost, karena tau kan kemarin hari apa? Yap, Senin itu waktu-waktunya sibuk, dan nggak tau kenapa modem nggak bisa diajak kerja sama x_x Bagaimana dengan kamu? Masih konsisten ikut acara ini? Atau jangan-jangan harus lewatin satu hari karena kesibukkan lainnya? Hehe... Pokoknya apapun yang terjadi, jangan sampai putus di tengah jalan ya...


By the way, sebelum membahas mengenai tema sekarang tentang 10 lagu acak, aku mau cerita dulu. Tau kan kemarin tanggal berapa? Yap, tanggal 18. Selamat datang 18, apa kabar kamu? I just want to say, “Happy 18, I know it’s over”.


Sunday, November 17, 2013

#Day2 : Kamu Sukanya Apa?

Ehem, lanjut hari kedua nih ^_^ Asyiikk, semoga bisa konsisten ya Syifa, yang lainnya juga, yang ikut Tantangan Ngeblog 30 Hari Emotional Flutter. Tanggal 17 ini, lanjut nulis lagi. Karena ini hari Minggu, yang sebenarnya ada acara, tapi menyempatkan waktu buat ngisi postingan di blog dulu u,u
 

Oke, tema hari ini adalah ‘tentang hobi kamu’. Apa itu hobi? Tahukah kamu dengan hobi? Hobi itu anak siapa? Dia orang mana? Pernah kenalan nggak ya sama aku? Baik, lupakan pertanyaan yang nggak perlu dijawab itu. Hobi, menurut Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar adalah kesukaan pd waktu luang. Jadi, hobi bisa dikatakan sebagai hal-hal yang kamu lakukan, yang juga kamu sukai, dan dilakukan pada waktu luang atau waktu senggang atau waktu dimana kamu lagi nggak sibuk.

Saturday, November 16, 2013

#Day1 : Hallo Ri!

Assalammu’alaikum.
Hello everybody.

Kali ini, Syifa mau ikutan “Tantangan Ngeblog 30 Hari” dari Kakak yang baru aku kenal hari ini. Selain karena alasan durhaka sama blog yang lama nggak terurus, juga lumayan lah buat ngisi waktu luang *ya walaupun pasti selalu sibuk*.

Dan karena hari pertama diawali dengan perkenalan, maka ada baiknya dan seharusnya Syifa perkenalkan dulu ya :) Nama lengkap sesuai akta kelahiran adalah Asy-syifaa Halimatu Sa’diah. Tapi di ijazah SD, ijazah SMP, dan raport serta sertifikat SMA kadang berubah jadi Asy-syifa HalimatuSa’diah. Sebenarnya sama aja, tapi nggak suka juga kalau nama jadi berubah, walau hanya 1 huruf :/

Wednesday, October 23, 2013

Broken Heart



Sampai kapanpun, waktu tak akan pernah bisa merubah keadaan hati yang telah rapuh ini. Tak akan pernah bisa menyatukan mozaik-mozaik sebuah perasaan yang terlalu hancur. Dan hatiku adalah diantaranya, sebuah perasaan hati yang tak pernah bisa kembali utuh. Aku tak pernah tahu bagaimana rasanya memiliki hati yang sempurna. Kegelisahan jiwa yang terus menerus merambat ke sekujur tubuh, membuat deraian air mata tak bisa kutolak lagi.

Sunday, September 29, 2013

Nggak Ada Judul

Nggak tau mau dikasih judul apa, yang penting ini hanyalah quick-post yang geje bingits. Oke, rada bingung juga harus nulis apa, intinya aku sedikit bingung #apaansih.

Jadi nih ya, aku lagi dilanda kegalauan tentang blog ini. Sebenarnya spesifikasinya tentang apa? Curhatan? Fiksi? Atau apa? Bingung juga sih nentuinnya.

Mau jadi blog pribadi yang isinya curhatan, pasti aneh, soalnya curhatan aku banyaknya labilisasi gitu. Kalau isinya tentang fiksi, duh, saya bukan seorang perangkai kata yang baik. Kalau tentang artwork, paling yang diposting benang kusut doang. Dijadiin blog buku, harus tentang buku aja. 

Makanya, lagi galau-galaunya harus nentuin mau dibawa kemana blog ini? #eeeaaa Sayangnya, udah berusaha keras kalau nggak ada yang baca juga sama aja boong, jadinya kan percuma bikin blog punya followers tapi nggak pernah ada yang komen. Hiks... :'(

Thursday, September 26, 2013

Friendzone


Pernah denger sama yang namanya ‘friendzone’? Atau mungkin pernah ngerasain? Enak nggak sih ngejalanin friendzone itu?

Mungkin, bagi sebagian orang yang masih awam banget, mereka nggak tau apa dan bagaimana hukum friendzone terjadi. Tapi, kalau dilihat secara harfiah (duileh, berasa lagi belajar sejarah), friendzone berasal dari kata friend dan zone. Friend berarti teman, dan zone berarti zona/area. Berarti kalau diartikan, friendzone adalah zona teman. Hah? *translate via google, hahahaha xD* Yaaaa, intinya friendzone adalah suatu proses dimana di dalam sebuah pertemanan/persahabatan timbul perasaan suka atau bahkan cinta yang melebihi dari rasa sayang sebagai seorang teman/sahabat, dan biasanya ini terjadi diantara salah satunya.

Tuesday, September 17, 2013

Bintang Terindah




Bayang-bayang rembulan terlihat semu
Terpantulkan dari langit yang gelap ~kekurangan cahaya
Ia datang perlahan, seperlahan air bening mengalir dari kesenduannya
Waktu terus berlalu, rembulan pergi terlalu cepat


Hampir saja bintang akan ikut untuk pergi 
Dan seberkas bayangan yang berkelebat (lagi) cepat
Tengah ia masih menatap kesemuan sang dewi malam

Namun, sesuatu telah mengoyak perasaan hatinya
Bukan, tapi membuatnya kembali seperti mozaik-mozaik

Hei, engkau...
Jangan membuatku merasa takut untuk menatap matamu yang berbinar
Juga, jangan pernah membuatku untuk takut bergurau

Kamu menakjubkan...
Layaknya barisan sinar yang terpantulkan
Sunyi malam, semilir angin, dan suara-suara binatang
Itukah kamu?

Sudah, berhenti saja dulu
Aku tak dapat terlelap hingga aku membisu dengan ucapan
Membuta dengan pandangan

Kamu... bintang terindahku malam ini


- Ketika cinta menghampiriku, 17 Sept 2013

Wednesday, September 4, 2013

Happy Birthday Asy-syifaa Halimatu Sa’diah ^^

Alhamdulillah yah, aku genap berumur 14 tahun. Ternyata (masih) baru banget, serasa baru kemarin lahir #eeaaa. Eh tapi beneran lho, 14 tahun itu masih muda banget, aku aja nggak nyangka kalau aku itu 14 tahun ><

Biasanya, di hari ulang tahun gini, orang-orang banyak banget bikin make-a-wish. Itu apa sih? Kayak doa-doa harapan gitu ya? Terus jangan dikasih tahu orang ya? Bilangnya bisik-bisik kan? Ah, nggak rame, mainstream banget :P

Kalau aku nih ya *uhuk*, bikin make-a-wish itu so different with other. Ya emang sih, harapannya pasti pengen yang terbaik, SUKSES DUNIA AKHIRAT, salah satunya. Tapi, caranya itu dong yang harus anti-mainstream, jangan bisik-bisik aja, teriak pake to masjid besar, misalnya. Kan kece tuh kalau diteriakkan pada seluruh insan dunia, mungkin aja kesempatan di-amin-inya lebih banyak (dan pastinya peluang digebukkin massa pun demikian).

At least, harapan aku itu nggak jauh-jauh dari SUKSES deh. Sukses segala macemnya, sukses di dunia apalagi di akhirat ntar. AMIN *yang baca bilang amin, kagak dosa*. Terus apalagi ya...? Hmm, pengennya sih banggain Mamah-Ayah, tetep jadi anak yang shaleh(ah), ngangenin, imut, lucu, kocak, bikin temen-temen enjoy, sodarah-sodarah sebangsa dan setanah-air. Pokoknya makin-makin baik deh.

Oia lupa, dulu pernah ada temen yang nagih kalau 14 ini harus udah punya pacar. Tapi..., bisa ketebak lah ya #eeeaaa. Salah satu harapannya sih itu, eh tapi nggak menuntut banget ding, soalnya lagi bener-bener, ah syudahlah.

Pada intinya, SELAMAT TAMBAH UMUR ASY-SYIFAA HALIMATU SA’DIAH. ALLAH Blessing You Always. Be Older Be Better. AMIN...

Satu lagi deh, FYI aja sih, tanggal 4 September ini juga, kembaran ghaib aku ulang tahun. Eh nggak, adik kelas maksudnya, Yurfa Auliya Putri namanya. Samaan lho tanggal lahirnya, 4 September 1999, tapi beda kelas, Yurfa ini masih kelas 9 SMP (bisa dikatakan, tuaan saya). So, ucapin buat aku sama dia juga ya ;)

Sunday, September 1, 2013

Resmi Jadi Anggota Kancut Keblenger

Pagi-pagi sekali, saat mentari baru menampakkan sinarnya di ufuk timur, seorang gadis kecil telah sedia berhadapan dengan kekasih tercintanya. Kau tahu, ini tanggal 1, tanggal ter ter muda ketika uang gaji bulanan udah dikasih sehari sebelumnya :D

Oke, kembali ke cerita, seorang gadis mulai menekan tombol agar kekasihnya bisa nyala. Menunggu beberapa detik, sampai akhirnya layar menunjukkan bahwa ia bisa bercengkerama dengan sesuatu di hadapannya. Romantis sekali, Minggu pagi di September ceria ini disambutnya dengan suatu kabar gembira.

Hmmm... Kabar baik untuk dirinya sendiri sih, atau mungkin seseorang di suatu saat nanti. Hohoho...

ASY-SYIFAA HALIMATU SA’DIAH RESMI JADI ANGGOTA KANCUT KEBLENGER


Wednesday, August 14, 2013

Cerita Pagi Tadi #1

Tak ada yang istimewa pagi ini, masih seperti biasa, secangkir teh hangat ditemani dengan udara yang menyusup selaksa tubuh. Demikian, suhu 17ºC, seperti yang kudengar dari ramalan cuaca pagi ini. Apakah itu dingin? Entahlah, aku merasa bahwa memang tak ada yang spesial, semua masih sama seperti pagi-pagi sebelumnya.

Pagi-pagi sekali, setelah menyelesaikan semua tugas dan kewajibanku sendiri, aku hanya terduduk di kursi yang berada di lantai dua rumahku. Terlihat jelas pemandangan kota ini, belum ada polusi, oksigen masih bersih, dan mentari belum menampakkan sinarnya. Aku mencintai keindahan ini.

Kukeluarkan kameraku, setidaknya memotret sedikit sunrise mungkin mengasyikkan. Indah sekali. Kau tahu Ri, aku mencintai sunrise, saat ia muncul, harapan-harapan kita seakan ikut bertebaran. Menaburkan asa di setiap sudut di bumi ini. Ah iya, apa kau masih ingat, saat dulu, saat kita bermimpi di bawah langit fajar yang masih gelap, mengharapkan semua keinginan dan cita-cita kita.

Monday, July 29, 2013

Karena Dulu Berbeda



Sumber: NET

Dulu, aku masih terlalu kecil untuk mengenal hal itu. Masih terlalu polos untuk merasakan perasaan sedemikian rupa. Aku sering salah mengambil keputusan akan hal yang memang aku tak mengerti. Sering salah membedakan mana yang baik dan yang buruk bagi diriku sendiri.

Aku sering terjebak dalam ranjau-ranjau yang terlihat seperti indah. Tipu muslihat memang sering memperdaya mata seseorang. Mata yang sering merasakan silau jika melihat cahaya yang membutakan. Mungkin dulu aku merasakannya. Ya, dulu.

Terkadang aku merasa semua yang kulakukan, benar. Tanpa tahu apakah itu memang benar-benar baik untukku. Aku menyerah pada keadaan. Seakan melakukan hal itu, aku bisa terbebas dari beban-beban hidup yang kurasakan saat itu. Namun, Dia berkehendak lain, aku bukanlah seperti itu. Aku bukanlah seorang aku yang lemah. Aku bukanlah seorang aku yang mudah putus asa. Aku menyadarinya.

Lalu apa yang harus kulakukan? Aku tak pernah tahu. Membiarkan diri ini menjadi sosok lain secara sementara memang membuatku tersiksa. Tersiksa akan keadaan yang tak sebenarnya. Aku tak tahu siapa aku saat itu.

Waktu berlalu, aku telah berubah. Aku hanya berubah untuk-Nya, bukan karena kesenangan yang fana. Aku terlalu bodoh memilih orang itu sebagai alasan bahwa aku menjadi seperti aku yang sekarang. Apapula yang harus kujadikan alasan dari dirinya? Adakah? Apa? Dimana? Sekali lagi, dia bukan alasanku seperti ini. Bukan. Bukan dia. Tapi, Dia.

Kini, aku mengerti bagaimana keadaan aku sekarang. Dia memang Maha Baik pada hamba-Nya, tanpa terkecuali. Kini aku paham siapa aku sekarang. Aku bisa memaknai siapa aku yang dulu, yang sejatinya memang bukan diriku.

Dulu, dialah yang menjadi alasanku. Ya, dia. Tapi kini, aku memang tak bisa menyalahkan dia sebagai alasan bahwa karena dialah semua itu terjadi. Tidak, ini memang sudah jalan takdirku, jalan yang harus kuhadapi. Telah tertulis dalam Lauhul Mahfudz bahwa apa yang akan atau telah terjadi padaku ini. Tapi, salahkah jika kini aku membencinya? Membencinya karena dialah yang dulu menjadi alasanku? Iya, aku salah, begitupun dia. Aku salah, kenapa pula aku percaya begitu saja pada dirinya yang sudah jelas bahwa dia memang tak patut dijadikan suatu sebab. Tapi, diapun sama salahnya, kenapa dia melakukan hal itu padaku, menitipkan sebuah asa padaku, lalu pergi, tanpa aku tahu bahwa ia tak kembali. Aaahhh, ambigu!

Wednesday, June 26, 2013

Mimpi: Dulu, Sekarang, dan Nanti


                   Bu Guru    : Kalau kalian sudah besar, mau jadi apa?
                   Murid        : *krik krik*

Dulu, waktu SD, sering banget ditanyain demikian. Dan jawabannya, hampir sama, GURU. Iya, kebetulan, waktu kelas 2 SD dulu, gurunya baik, cantik, ramah, perhatian lagi. Secara nggak langsung, aku dan temen-temen kayak mengidolakan beliau, juga bermimpi suatu saat nanti bisa seperti beliau, jadi Guru.

I Wanna Explore Raja Ampat


Waktu itu, temen aku baru pulang dari Bali. Gilak! Iri banget dong ya, soalnya dia dapat liburan impiannya itu dengan GRATIS, mulai dari transportasi, akomodasi, guide, bahkan uang jajan. Iiihhh...Pengen bangeeettt... Aku juga punya Liburan Impian sendiri. Kemana ya? Kesana? Kesini? Kemana aja boleh :P Hehe...

Yaa...kalau di Bandung sih lumayan udah didatangin semua, mulai dari Kebun Binatang, Dago Pakar, Museum, pokoknya hampir semuanya deh. Ini liburan kok ke tempat pendidikan ya. Haha...

Lagipula, di Bandung ini tempat wisatanya –mayoritas– ada di darat. Ada juga sih yang di dataran tinggi, contohnya Lembang. Nah, kalau di laut mana? Ini nih yang jadi masalahnya, aku juga pengen meng-explore tempat wisata yang ada di air. Eh di Bandung juga ada kok, tuh Saguling (Waduk Jatiluhur, red). Hehe...

Kardus Oh Kardus


Sore itu masih terasa sesak. Entah udara yang panas begitu mendominasi atau perasaan hati yang masih tak jelas. "Kita sudah tidak cocok lagi." Kalimat itu masih berputar-putar di kepalaku sampai aku sendiri pun tak tahu apa maknanya.

Monday, June 17, 2013

Kinzihana Giveaway: Ayah Bikin SIM

            Aku masih 13 tahun. 4 tahun lagi mahasiswa, 4 tahun lagi punya KTP, 4 tahun lagi bisa ikut pilkada, 4 tahun lagi punya SIM. Dan 4 tahun lagi, baru diizinin pacaran *haha*.

Ah baiklah, abaikan tentang umur aku yang terlalu muda kalau dibanding anak-anak SMP yang udah lulus. Kali ini, aku mau cerita tentang SIM aaahhh... Yap, Surat Izin Mengemudi.

Ceritanya sih tentang pembuatan SIM ayah. Jadi, sekitar tahun 2008 yang lalu, kami sekeluarga kehadiran anggota rumah yang baru. Iya, motor *siapa yang bilang anak?*. Nah, dalam sebuah kendaraan itu harus ada surat-surat keterangan kan? Ayah juga gitu, kalau untuk BPKB sama STNK udah. Tinggal SIM aja deh.

Pas pembuatan SIM aku diajak ke tempatnya, entahlah lupa lagi. Kalau nggak salah, di Cimahi. Kelengkapan data yang harus dipersiapkan itu ribet banget, KTP, KK, foto, terus surat-surat gitu deh, yang pasti bukan surat cinta ya!

Aku mikirnya, kok rudet banget sih mau bikin kartu seukuran kartu pelajar. Apa sesulit itukah membuat SIM? Hmm... Tapi tanpa SIM pun kita bisa kan bawa kendaraan?

Waktu itu aku masih umur 8 tahunan, jadi sok nanya belibet yang bikin stres orang tua. Ayah sih bilang, ''kalau nggak pake SIM, kita melanggar aturan Cha, mau dipenjara?'' Ooohhh gitu ya? Ternyata punya SIM itu penting banget ya *garuk garuk kepala*.

Sebelumnya Ayah juga kan pernah datang ke tempat itu. Katanya sih buat TES. Tes Praktek sama Tes Teori. Ah, kayak anak sekolah aja, ada ujian tes segala. Lagian Ayah kan udah pinter, ngapain pake tes segala?

Nah, setelah menjalankan semua syarat mulai dari A sampai Z, kita tinggal nunggu aja untuk dapet SIM-nya. Nggak terlalu lama sih.

Sambil nunggu, aku juga lihatin orang-orang yang mau bikin SIM. Aku sih nanya ke Ayah berarti mereka udah bisa jalanin kendaraan dong ya, terus umur mereka juga mencukupi, dan hal lain yang jadi syarat untuk membuat SIM. Apa coba jawaban Ayah? IYA! Doang. Eh... Sepanjang lebar anakmu ini bertanya, Ayahanda hanya menjawab 'IYA!'

Dari situ, aku juga mulai pengen banget bisa ngendarain motor dan dapat SIM kayak Kakak/Mas/Mbak/Tante/Om/Bapak/Ibu yang dateng waktu itu. Syarat pertama, pasti harus bisa ngendarain motor kan? Tapi, alangkah lucunya adalah, sampai saat ini aku belum bisa ngendarain motor, bahkan untuk sepeda pun masih terjerembab ke sawah dan oleng gitu. Gimana mau dapat SIM? Lagian umur aku juga masih 13 tahun. Anak kecil ingusan yang masih ngerengek minta uang jajan 2000 ke emaknya mana bisa dapat SIM?

Hal itulah yang bikin aku susah buat bernomaden ria. Coba lihat temen-temen se-SMP aku, kebanyakkan diantaranya udah bisa bawa motor, mau jalan-jalan bareng temen atau pacar juga nggak susah. Tinggal ambil kunci, bawa motor, jalan deh. Lah aku? Untuk ke halte aja musti dianter Mamah. Berangkat dari halte ke sekolah, naek angkot. Pulang sekolah naik angkot, terus naik ojek lagi.

Tapi, doakanlah ya semoga saya nggak pernah bisa bawa motor biar saya nggak ngarep-ngarepin SIM. Amin...

Diikutkan dalam Kinzihana Giveaway


Arr Rian's Giveaway: Belanja Online

Sumber: nyunyu.com


Berbicara mengenai ONLINE SHOP, what do you think? Hmm... Kayaknya sih berhubungan dengan toko, internet, media sosial, jarak jauh, dan lain-lain. Ah, kalau Syifa sih mikirnya nggak aneh-aneh, yang keinget TOKO MAYA. Bukan Kak Maya, tapi Maya dalam artian antonim dari Nyata, bisa dibilang SEMU juga sih. Nggak ngerti ya? Abaikan!

Entah kenapa saat ada acara Arr Rian's Giveaway, jadi semangat nulis tentang cerita berbelanja online shop. Keinget dulu pertama kalinya waktu masih kelas 7 SMP udah berani beli barang yang nggak ketemuan langsung sama si penjual. Hehe...

Lihat ada temen sekelas yang beli barang di online shop, aku mulai coba-coba beraniin diri melakukan hal yang sama. Kalau dia kan belinya baju, nah aku sih lebih berminat ke buku. Dari situ, mulai browsing tobuk online yang ngasih harga buku paliiinnggg murah diantara tobuk-tobuk lainnya.

Akhirnya dapatlah toko buku yang ngasih harga murah. Kalau nggak salah sekitar 40.000-an. Lagian untuk ongkirnya juga nggak mahal kok. Kalau diitung-itung sih semua biayanya cukup dengan Rp. 50.000,- aja.

Nah dari situ, setelah bercincong ria dengan ownernya, aku mulai mutusin buat fix beli disana. Eh iya, hampir lupa kan apa nama tokonya. Apa ya lupa lagi... Pokoknya ada kata 'buku' di namanya itu. Tokonya juga punya website, belum website dot com sih, masih ada tambahan blogspot-nyah.

Jadi kata ownernya, setelah aku memilih buku yang akan dibeli, aku tinggal transfer aja uangnya (uang untuk buku juga ongkos kirim). Kebetulan lagi, bank yang ditunjuk adalah Bank Mandiri. Aku sih punya rekeningnya di BRI, akhirnya dimintalah ATM Mamah. Haha...

Aku sempet ditanya macem-macem sama Mamah. Malah hampir dimarahin juga gegara aku bilang kalau aku mau beli barang di OS. Mamah nggak percaya, khawatir kalau ini penipuan dan semacamnya. Aku berusaha bikin Mamah percaya kalau ini trusted seller *padahal aku belum tau juga sih*. Terus juga, janji ke Mamah buat balikkin uangnya.

Oke ini adalah keputusan aku buat milih. Akhirnya, Mamah nyerah dan ngasih aku kartu ATM-nya. ''Ingat! Cuma 50 ribu, nggak lebih, tapi boleh kurang!'' Ih licik, masa iya boleh kurang x_x Dan...Setelah aku transfer uang sejumlah Rp. 50.000,- itu aku konfirmasi juga ke ownernya. Ngasih bukti foto dan lainnya... Katanya sih mau dikirim secepatnya, kemungkinan 3 atau 4 hari bisa mendarat ke rumah aku.

Namun hal yang nggak aku harapkan terjadi juga. Setelah hampir 3 minggu dari pengiriman itu, nggak ada kabar dari owner toko buku online tersebut. Aku sih nggak su'udzon, cuma aja was-was gimana gitu.

Lama kelamaan setelah menghubungi kontak HP dan email-nya, nggak ada balasan, aku mulai yakin kalau OS itu NOT TRUSTED SELLER. Nggak bisa dipercaya. Lari dari konsumen. Dan meninggalkan secercah harapan tak berarti *ngelantur banget*.

Itulah yang bikin aku kecewa sama OS tersebut. Emang sih jumlah uang yang aku transfer nggak banyak. Tapi, yang namanya penipuan, tetap aja penipuan. Seberapapun besarnya uang, bahkan uang 100 rupiah aja, itu bisa disebut penipuan atau pembohongan atau pendustaan atau apalah itu. Dari kejadian itu, aku nggak percaya lagi sama online shop-online shop yang menjamur bak di musim hujan akhir-akhir ini, terlalu terpukul sama kejadian pembelian online.

Namun walaupun 'ketidak-percayaan' aku itu agak berlebihan, setidaknya aku bisa protektif agar supaya biar lebih hati-hati dan aware lagi terhadap penipuan-penipuan gitu. Nggak cuma pembelian di online shop, apapun itu, aku musti selalu waspada. Haha...

Emang sih suatu saat mungkin aku bisa aja butuh sama barang yang dijual di online shop. Tapi, yaaa begitulah, kayaknya harus lebih hati-hati biar nggak ada acara penipuan gitu lagi. Lagian, kalau bisa beli di tempat yang dekat, kenapa harus beli di online? Hihi...

Cerita ini diikutsertakan dalam Arr Rian's Giveaway




Menyemai Cinta: Panda Oh Panda

          Menyemai Cinta. Hmm...Sebenarnya aku sih nggak terlalu paham akan artinya sendiri. Namun, kayaknya aku punya cerita deh tentang 'Menyemai Cinta'. Bukan tentang lawan jenis sih (baca: cowok) tapi tentang seorang sahabat.



Sudah baca surat yang aku tulis ke temanku? Belum ya? Ya sudah, baca dulu Surat Panda ya. Kalau ndak mau baca, ya ora popo.

Jadi, masalah berawal mungkin gegara kesalah-pahaman. Dia bikin aku nangis hanya karena 'perkataan' yang dia sendiri belum tahu pasti kebenarannya. Selain mengatakan hal yang tidak sebenarnya, dia juga menyangkal terhadap perkataannya sendiri.

Sejak itu, aku memutuskan untuk jauh-jauh darinya. Aku kecewa sama dia. Aku menganggap kalau dia mengkhianati persahabatannya sendiri.

Selang dua bulan, aku masih kecewa padanya. Dulu, ia pernah meminta maaf. Tapi, kenyataannya apa? Ia tak pernah membuktikan 'permintaan maafnya' itu. Bahkan untuk sekedar membalas senyuman atau membalas sapaan aja, nggak. Aku makin kecewa, malah aku hampir membencinya. Memang, syaitan selalu menjejalkan penyakit hati ya bukan liver pada manusia.

Namun, semakin kesini, aku merasa bersalah. Dulu mungkin aku terlalu 'kekanak-kanakkan' untuk menilai sebuah kejadian atau peristiwa. Dan seiring berjalannya waktu, aku mulai sadar, aku mulai tumbuh remaja. Dan itu artinya, aku harus menghargai setiap kejadian yang telah ditakdirkan padaku.

Aku lebih banyak berdoa pada-Nya, mengharapkan maaf atas keegoisanku dulu. Mencoba untuk meminta kembali persahabatan antara aku dengannya. Namun, Allah belum menakdirkanku untuk merajut persahabatan yang manis. Hanya saja, ia memberikan solusi untukku agar aku tahu harus bagaimana.

Lama setelah itu, aku hampir melupakan kejadian itu. Aku berpikir, mungkin dengan melupakan semua masalah bisa terselesaikan. Namun itu salah, semakin aku melupakannya, semakin rasa bersalahku muncul *tsaah*. Sejak saat itu, aku bertekad untuk meminta maaf. Jujur saja, mungkin aku tak pernah bersalah saat kejadiannya. Namun, bukankah dengan meminta maaf, semua hal akan terasa lebih indah? Hihi...

Aku tak pernah berani untuk mengatakannya langsung, begitupun dia. Tiap kali aku menghampirinya, ia sengaja menghindar. Baiklah, sepertinya dua lembar surat lah yang menjadi perwakilan atas suara hatiku.

Aku menulis surat itu, mencontoh dari surat yang pernah Ukhti Fia tulis. Namun tentu saja, dengan situasi dan kondisi cerita yang berbeda.

Bahkan untuk memberikan langsung kepada orangnya saja, aku perlu meminta bantuan teman-temanku. Cucun dan Lisna lah yang mengirimkan surat itu untuk Nanda, bukan aku.

Sejak April lalu, belum ada balasan dari suratku. Entahlah, apa ia memang berniat mengecewakanku selama ini? Namun yang kutahu, selalu ada cahaya di balik kegelapan. Aku terus bersabar untuk menunggu balasannya. Bagaimanapun, aku akan tetap bersabar.

Akhir Mei lalu, Amalia, yang juga menjauhiku karena lebih memilih Nanda, mencoba berbicara padaku. Katanya, ia sudah ikut membaca suratku itu. Jujur saja, kenapa harus Nanda memberitahukan isi suratnya pada orang lain, oh tidak, sahabatnya?

Kata Amalia, Nanda bingung untuk membalas suratku. Astagfirullahaladzim, sesulit itukah kata-kata yang kutulis hingga sukar untuk dibalas? Padahal, dengan menulis ''Aku Memaafkanmu'', itu pun sudah cukup. Aku lega. Atau mungkin, Nanda memang tak mau memaafkanku.

Siapa yang menanam, ia pulalah yang memetik. Aku tahu dulu aku salah karena terlalu egois, dan kini aku menyesal atas sifatku itu. Tapi, bagaimana dengan Nanda? Apa ia menyesal atau malah senang?

Hari demi hari, aku makin ngerasa bersalah. Jujur saja, belum mendapatkan maaf dari seseorang itu, rasanya kayak ada yang mengganjal di hati. Kayak ada yang mampet gitu ya.

Aku coba berpikir dimana posisi yang paling utama menjadi masalah. Alhasil, semuanya memang serba salah sih. Aku egois, dia juga. Aku sungkan, dia juga. Aku nggak berani, dia juga. Aaaahhh, kalau dua-duanya gitu, gimana mau baikkan?

Namun akhirnya, aku memberanikan diri untuk mengakui kesalahan. Mengatakan padanya bla bla bla, dan hasilnya? TETAP NIHIL. Astagfirullah...

Namun, demi sebuah ukhuwah, aku mencoba untuk tetab bersabar dan melanjutkan perjuanganku. Bagaimanapun hasilnya, aku tetap berusaha agar kata 'MAAF' terlontar dari mulutnya. Aku berharap demikian.

Akan tetapi, dari tema giveaway yang dibuat -Menyemai Cinta-, sepertinya cerita Syifa ini belum sampai pada titik akhir. Masih berada dalam masa-masa pengujian. Walau begitu, setidaknya ada sedikit cerita 'Menyemai Cinta' dari Syifa ini. Doakan juga ya supaya tali persahabatan dengan Nanda membaik. Amin...

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka launching blog