Wednesday, December 19, 2012

The "7-Up" For Life


The "7-Up" For Life


Hai, kali ini Syifa akan berbagi sedikit tips tentang apa ya? Ya, istilahnya tips untuk hidup deh. HaHaHa *kok gak jelas sih* Baca aja, biar ngerti. HeHe J

1. Wake Up (Bangun)
Biasakan untuk selalu bangun di pagi hari. Bukan hanya karena udara pagi hari yang masih sehat dan bebas polusi, tapi bangun di pagi hari juga melatih kita untuk selalu siap melakukan tugas dan tanggung jawab kita.
2.  Dress Up (Berhias)

Setelah poin pertama, bangun pagi, kemudian berhias. Oh ya, jangan lupa untuk mandi dahulu *masa bangun langsung dandan sih*. Berhias bisa membuat kita terlihat fresh. Menggunakan wewangian, lotion, bedak, dll adalah salah satu cara agar kita tidak terlalu hidup “apa adanya” saja. Dandani hidup kita dengan hal-hal yang indah. Senyum juga merupakan penghias, lho.

3. Shut Up (Tutup Mulut)

Diam itu emas *banyak diam aja biar punya banyak emas*. Tidak selalu apa yang kita tahu dan kita miliki, harus dibagikan pada orang lain. Ada beberapa hal yang tentu saja tidak bisa diceritakan sembarangan. Makanya jangan terlalu banyak bicara, apalagi untuk hal-hal yang tidak penting dan tidak benar.

4. Stand Up (Berdiri)

Berdiri, bukan hanya nangtung setelah duduk. Tapi, berdirilah pada hal-hal yang kita yakini, jangan hanya ikut-ikutan dan jangan mudah dipengaruhi. Berdiri pada keyakinan sendiri, tak perlu aneh-aneh agar terlihat seperti orang lain, just be your self, Guys. Kata orang, kita harus berdikari, berdiri di atas kaki sendiri *kasihan tuh kaki yang sebelah, diinjek sama kaki yang satunya lagi*.

5. Look Up (Pandanglah)

Tuhan menganugrahkan mata untuk kita untuk bisa melihat, memandang, mengintip, melotot, me-ningali, me-nempo, me-noong, dan me-me lainnya yang artinya sama aja. Pandanglah kehidupan ini sebagai sesuatu yang sangat berharga *emang hidup bisa dipandang?* Lihatlah sekeliling kita, hei dunia, lihat hidupku sangat berharga. Maka fokuslah pada hal-hal yang benar dan mulia.

6. Reach Up (Capailah)

Layaknya makhluk hidup, kita semua pasti punya cita-cita, angan-angan, harapan, mimpi, dan pencapaian yang ingin kita raih. Tidak ada satu pun makhluk hidup yang tak punya tujuan. Manusia, sekalipun ia gila, ia mempunyai tujuan, utamanya hidup di dunia. Hewan, mereka bermimpi untuk hidup, kawin, melahirkan, hidup. Tumbuhan, hei mereka juga punya tujuan lho, mereka pun ingin hidup, tumbuh menjadi pohon besar, yang berguna. Jika diurutkan berapa banyak harapan kita, sampai akhir dunia pun kita tak bisa menyusunnya dalam sebuah buku bertebalkan 58 lembar. Karena manusia punya banyak mimpi. Maka, berjuanglah untuk dapat mencapai hal-hal yang lebih tinggi.

7. Lift Up (Naikkan)

Pernah naik lift atau tangga berjalan? Di sekolah? *asa gak mugkin*. Di rumah? *rumahnya berapa tingkat sih?* Di kantor? Di hotel? Di mall? Lift dan tangga berjalan itu membantu kita untuk naik, entah itu ke lantai 2, 3, 4, dst, sampai langit sekalipun *kalau ada*. Begitupun kita, seharusnya kita bisa menaikkan level dan kualitas hidup kita secara terus menerus. Terus-menerus sampai akhirnya, inilah akhirnya.


Ya, itulah, The 7 “Up” of Life, jangan ambil bingungnya, kan bingungnya udah dimasukkin tas bukan?
Overall, do the best, be the best, and for the best. You can make world proud us to you. Keep spirit, Guys J

Sahabat Sejati Orang Beriman


Sahabat Sejati Orang Beriman



Setiap orang yang beriman memiliki satu sahabat sejati di dunia maupun di akhirat

Sahabat yang tak akan meninggalkannya

Yang mendampinginya dimasa sulit

Dan menjadi penolongnya

Sahabat yang selalu bersamanya sejak lahir hingga kematiannya..

Yang melindungi dari para musuhnya..

Yang paling dapat dipercaya melebihi siapapun..

Dan yang member tanpa meminta balasan apapun..

Sahabat yang tak ada bandingnya itu adalah ALLOH

Allohlah sahabat terpecaya dan terdekat bagi orang yang beriman

Dia melindungi kelemahan..

Memaafkan kekeliruan..

Dan memberi kehidupan lebih baik serta kebahagian abadi di akhirat bagi yang beriman kepadanya

Puisi Cinta versi BJ Habibie


Puisi Cinta Versi BJ Habibie


Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang,
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia,
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,



Powerfull


Powerfull



Berani membaca? Siapkan dirimu untuk memasuki dunia ini. Tak usah bawa buku dan alat tulis, tapi siapkanlah pikiran, perasaan, dan…here are!!!
  •  Tulus
      Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
  • Rendah Hati
     Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.
  • Setia
     Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
  • Berpikir Positif
     Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya. Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.
  • Ceria
    Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
  • Bertanggung Jawab
     Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
  • Percaya Diri
     Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
  • Kebesaran Jiwa
     Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
  • Empati
    Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

YOU CAN DO IT! GOOD LUCK! MAN JADDA WA JADAA!